Sedang Di Perjalanan, Jangan Paksakan Diri Berbuka Puasa Di Rumah

13/05/2019

Pengemudian
Share this post:
Sedang Di Perjalanan, Jangan Paksakan Diri Berbuka Puasa Di Rumah
Momen paling berkesan dan menyenangkan jika bisa berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Namun jika situasi kurang memungkinkan karena sedang di perjalanan sebaiknya tidak usah memaksakan diri.

Tak dipungkiri berbuka puasa di rumah bareng keluarga dan orang-orang tercinta jadi momen paling menyenangkan dilakukan. Terlebih jika aktivitas seharian membuat orang terpisah dari mereka, berbuka bareng tidak hanya menyenangkan tapi juga sangat berkesan dan makin menambah keakraban.

Sayang, tidak semua orang bisa menemukan momen berharga tersebut setiap waktu. Bahkan Anda mungkin juga pernah atau sering mengalami, karena situasi dan kondisi Anda tidak bisa sampai rumah pada saat waktu Magrib tiba dan harus berbuka di luar. Bagi sebagian orang hal ini cukup mengecewakan. Lalu bagaimana menurut pakar keselamatan berkendara.

Seperti diketahui di bulan Ramadhan jam-jam kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta dan yang lain mengalami pergeseran dibanding hari biasa, biasanya terjadi mulai jam 4 sore ke atas hingga waktu petang. Aturan perusahaan yang membolehkan karyawannya pulang lebih awal agar mereka bisa bisa berbuka puasa di rumah juga tidak terlalu mengurai kemacetan.

>>> Antisipasi Tragedi Brexit 2016 Terulang, Ini Yang Harus Disiapkan Sebelum Mudik

Foto menunjukkan kepadatan lalu lintas di senja hari menjelang waktu Magrib

Ada pergeseran waktu macet di bulan Ramadhan yang harus diwaspadai

Menurut instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyikapi tingginya traffic lalu lintas jelang buka puasa ada banyak opsi yang biasa diambil oleh pengendara baik mobil maupun sepeda motor. Pertama jika memiliki jalur alternatif yang relatif sepi sampai ke tempat tinggalnya lewatlah di jalur tersebut. Kedua jika tidak ada jalur alternatif dan jalur utama yang sering macet jadi satu-satunya jalan untuk sampai ke rumah sebaiknya pengendara tidak memaksakan diri. Lebih baik berbuka di kantor atau di tempat kerja lalu pulang usai shalat Magrib. Biasanya saat-saat Magrib lalu lintas lebih lengang ketimbang sebelumnya.

"Ini harus dilakukan kalau memang tidak ada opsi jalur memutar atau jalur alternatif yang lebih sepi untuk jalan pulang. Pilihannya bisa menunda kepulangan, dengan berbuka puasa di kantor atau di tempat-tempat tertentu untuk menghindari kemacetan," tutur Jusri Pulubuhu seperti dikutip dari Detik, (7/5/2019).

Memaksakan pulang di jam-jam macet demi berbuka puasa di rumah rentan menimbulkan hal-hal buruk seperti terlambat sampai di rumah hingga meningkatnya potensi kecelakaan. "Karena situasinya akan sangat emosional, semua orang dalam keadaan terburu-buru, dan dalam keadaan stres. Belum lagi semua pengendara pasti berada dalam keadaan lemah, baik secara stamina, maupun persepsi mereka dalam menyikapi hal-hal secara logic. Jadi sangat rentan sekali terjadi konflik verbal bahkan konflik fisik antar-pengendara," jelas Jusri panjang lebar.

>>> Tips Mengendalikan Emosi Saat Mengemudi Di Bulan Puasa Menurut Psikolog

Eskpresi menunjukkan pengemudi sedang dalam keadaan emosi

Sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara jika stamina tubuh melemah dan emosi meningkat

Opsi ketiga jika tidak ingin menunda pulang dan berbuka di kantor, sebaiknya siapkan bekal yang praktis seperti air mineral, kurma atau roti gandum. Siapa tahu Magrib masih di jalan, pengendara bisa menepi lalu membatalkan puasa sehingga tidak harus buru-buru segera sampai rumah. "Jangan lupa, selalu siapkan bekal untuk berbuka puasa di jalan. Minimal ada air mineral dan kurma untuk membatalkan puasa. Jadi kita juga nggak terburu-buru megejar buka puasa di rumah. Dan habis buka puasa, bisa langsung melanjutkan perjalanan, karena habis waktu berbuka biasanya kondisi jalan utama malah sepi," tambahnya.

Saran nomor tiga ini juga berlaku bagi yang sedang melakukan perjalanan pulang cukup jauh dari tempat kerja. Dengan mempersiapkan bekal buka puasa orang tidak perlu mengebut hanya untuk mengejar momen berbuka puasa di rumah meski kondisi lalu lintas tidak begitu ramai. Bagaimanapun juga waktu sore menjelang Magrib kondisi stamina tubuh sedang menurun-menurunnya sehingga konsentrasi dan fokus sedikit berkurang. Memaksakan diri terus berkendara bisa sangat berbahaya. So, tetap utamakan keselamatan!

>>> Semua tips mengemudi yang aman bisa Anda dapatkan di sini

Sediakan air mineral di kendaraan agar bisa dimanfaatkan untuk membatalkan puasa saat Magrib tiba

Siapkan bekal di kendaraan saat berkendara di bulan puasa

>>> Simak juga tips dan trik menarik lainnya hanya di situs Cintamobil.com

Fatchur Sag
Share this post:

Berita lain

20 Tips Menahan Emosi Saat Berkendara Di Bulan Puasa

10/05/2019

Pengemudian

10 menit

Di bulan Ramadhan seperti ini, tentu kesabaran dari mereka yang berpuasa diuji. Sama halnya ketika berkendara di jalan raya, banyak hambatan dan hal-hal menjengkelkan yang nantinya dapat berpotensi membuat Anda emosi. Bukannya mendapat berkah, malahan Anda bisa gagal dalam menahan emosi. Menanggapi hal ini, Cintamobil.com punya rahasia jitu yang terangkum dalam 20 tips menahan emosi saat berkendara di bulan puasa.

Lihat juga

Lelah Ketika Berpuasa? Mengemudi Ketika Lelah Sama Berbahayanya dengan Mabuk: Studi

09/05/2019

Pengemudian

Pada awal-awal puasa, tubuh menjadi lebih cepat lelah dibandingkan untuk beradaptasi. Karena itu, hindari untuk mengemudi ketika mengalami kelelahan. Penelitian terbaru menunjukan mengemudi ketika lelah sama berbahayanya dengan mengemudi ketika mabuk.

Lihat juga

Perbanyak Minum Air! Ini Bahaya Dehidrasi Ketika Berkendara Saat Berpuasa

07/05/2019

Pengemudian

Dengan bulan Ramadan yang baru saja datang, bahaya dehidrasi ketika berkendara menjadi semakin nyata. Tidak hanya membuat Anda kehilangan fokus, dehidrasi bisa membuat Anda mengantuk dan memperbesar risiko kecelakaan.

Lihat juga

Inilah Rahasianya, Tips Efektif Cegah Ngantuk Di Bulan Puasa

05/05/2019

Pengemudian

Di bulan puasa ini, berkendara bukanlah seperti hari-hari biasanya. Perihal mengantuk nyatanya ikut menghantui dan bisa berujung pada kecelakaan. Hati-hati menanggapi hal ini, selain karena pola makan yang salah, ada juga perihal kurangnya pemahaman pengendara untuk menyiasati kantuk. Supaya Anda dapat terhindar darinya, berikut tips cegah ngantuk di bulan puasa.

Lihat juga

Tips Aman Berkendara Selama Berpuasa, Ini Langkah-Langkahnya

05/05/2019

Pengemudian

Bulan Ramadhan telah tiba, tentu kegiatan sehari-hari pun menjadi berubah, tak seperti hari lainnya. Hal tersebut tentu juga berdampak pada pola berkendara masyarakat di area perkotaan baik dalam masalah kemacetan, potensi ngantuk dan beberapa hal lainnya. Merespon hal tersebut, Cintamobil.com hendak memberikan tips berkendara aman selama puasa.

Lihat juga