Sasis Bus Makin Canggih, Yuk Intip Perkembangannya

19/05/2021

Pengemudian

5 menit

Share this post:
Setiap sasis bus menawarkan kelebihan (dan juga kelemahan) masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi pemakaian oleh konsumen dan tuntutan para penumpang.

Seiring kemajuan  teknologi otomotif dan perkembangan kebutuhan konsumen, bus juga turut menjalani hal yang serupa. Salah satunya tercermin melalui teknologi sasis bus yang terus berevolusi sehingga semakin canggih. Hingga saat ini, kita mengenal dua jenis sasis bus yang banyak beredar di Indonesia;  ladder frame dan modular space frame. Setiap rangka bus menawarkan kelebihan dan kelemahan yang disesuaikan dengan kondisi pemakaian oleh konsumen dan tuntutan para penumpang. 

>>> Hotel Berjalan Ala Bus Mewah Legacy SR2

Ladder Frame

Sasis bus dengan rangka tangga (ladder frame) berasal dari penampilan fsiknya yang serupa tangga disertai dua buah batang baja sejajar,lalu di bagian tengahnya terdapat batang baja lainnya untuk memperkuat struktur rangka. Batang penguat tersebut kerap disebut sebagai crossmember. Kebanyakan bus yang beredar di Indonesia menggunakan  ladder frame. Karena bentuknya seperti tangga dan memiliki ketebalan tertentu, maka ladder frame menawarkan kekuatan ekstrem.

gambar sasis bus

Bus dengan ladder frame yang kuat dan tangguh

Selain mampu mengangkut lebih banyak beban dan lebih kuat  saat  melewati jalan  rusak, juga lebih tahan terhadap efek tekanan  akibat pengereman dan akselerasi. Demikian pula, ladder frame lebih kokoh karena memiliki  platform landasan dan  lebih mudah  dirakit menjadi bus. Sebab, bodi bus langsung dinaikkan ke atas ladder frame. Pada sisi lain, harga  pembelian bus ladder frame lebih terjangkau sehingga  banyak digunakan untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP). 

Modular Space Frame

Berbeda dengan ladder frame, maka modular space frame menawarkan  keunggulan berupa  ruang bagasi yang lebih luas dan menembus antara sisi kanan dan kiri. Sebab, modular space frame hanya memiliki ladder frame pada bagian depan serta belakang,sementara bagian tengahnya disambung dengan modular space frame. Di Indonesia, bus dengan  modular space frame lebih banyak yang  berasal dari merek Eropa seperti MAN, Mercedes-Benz, Scania dan Volvo. Kelebihan lain modular space frame adalah  lebih fleksibel untuk dibuat beragam  model bus mulai dari bus AKAP hingga  bus kota dengan lantai rendah.

gambar sasis bus

Modular space frame dengan ruang bagasi yang lapang

Terlebih ruang bagasi yang luas kini sangat dibutuhkan oleh perusahaan otobus (PO). Sebab bus tidak hanya membawa penumpang di dek atas, juga mengantar paket atau barang semisal sepeda motor di dek bawah. Hebatnya lagi,  saat ini  berbagai perusahaan karoseri bus sudah membuatkan bodi khusus sesuai dengan modular space frame yang dikehendaki  pemilik PO. Secara teknis,  bodi bus tadi dirancang  untuk sasis bus modular space frame dengan Gross Vehicle Weight (GVW) maksimal 16 ton dan memiliki  tinggi antara 3,7 meter sampai 3,8 meter.   

Rangka Potong

Beberapa waktu lalu pernah beredar sasis bus jenis ladder frame yang dipotong dan dimodifikasi menjadi  sasis bus model modular space frame. Hasil modifikasi itu kerap disebut rangka potong yang lalu disambung lagi dengan bagian lain.

gambar sasis bus

Rangka bus konvensional

Cara tersebut dipilih karena lebih mudah dan murah (ekonomis). Secara teknis, hal itu tidak direkomendasikan oleh pabrikan sasis bus karena berpotensi bahaya seperti rangka patah sehingga tidak menjami aspek keselamatan.  

>>> Memilih Tempat Duduk Paling Nyaman Di Dalam Bus

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top