Sandaran Kepala Bukan Sekadar Pemanis Kursi Mobil

07/05/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Sandaran kepala pada kursi mobil mempunyai fungsi sangat vital untuk menahan bagian leher saat terjadi kecelakaan terutama tabrakan dari arah belakang.

Terkait soal keselamatan selama dalam perjalanan, rasanya semua orang sudah mengerti tentang kewajiban untuk mengenakan seat belt sebelum kendaraan bergerak. Apalagi saat ini ada denda tilang yang bernilai ratusan ribu Rupiah bagi pengemudi yang tidak memakai seat belt saat mengemudikan mobil. Tetapi rasa-rasanya perlu diberikan kesadaran tentang manfaat sandaran kepala.

gambar sandaran kepala

Head restraint bukan sekadar pelengkap kursi mobil

Maklum saja, selama ini head restraint lebih banyak difungsikan sebagai tempat istirahat kepala pengemudi yang mengalami kelelahan. Pada sisi lain, headrest juga kerap dimanfaatkan sebagai tempat layar monitor. Padahal, perangkat tersebut mempunyai fungsi  sangat vital untuk menahan leher saat terjadi kecelakaan terutama tabrakan dari arah belakang. 

 >>> 5 Etika Merebahkan Kursi Mobil

Fungsi

Pada dasarnya, head restraint pada jok mobil bertugas untuk menyangga bagian leher dan kepala agar tidak mengalami cedera parah. Ketika terjadi tabrakan dari arah belakang, maka tubuh  akan terdorong ke depan dengan cepat. Jika memakai seat belt dan airbag mengembang, maka kepala dapat terhindar dari benturan  dengan dashboard.

gambar sandaran kepala

Headrest berfungsi menyangga bagian leher agak tidak mengalami cedera 

Namun momentum yang terjadi menyebabkan badan terhempas kembali ke arah belakang dan membentur kursi dengan keras. Dalam kondisi demikian, leher dapat mengalami cedera serius yang berpotensi kematian. Intinya, sandaran kepala berperan menyelamatkan nyawa melalui reduksi whiplash sehingga mengurangi cedera serius terhadap leher. Itu sebabnya, dilarang melepas sandaran kepala dari kursi.

Pengaturan

Karena memiliki peran penting demi keselamatan, maka pengaturan headrest yang ideal tidak boleh mengikuti kenyamanan pengemudi semisal dinaikkan atau diturunkan agar  terasa nyaman bagi kepala. Untuk mendapatkan pengaturan posisi head restraint yang tepat, ikuti  aturan standar seperti ini; bagian atas headrest sama tinggi dengan bagian atas kepala Anda. Gunakan telapak tangan untuk memastikan bagian atas headrest sudah sejajar dengan bagian atas kepala. Yang jelas, posisi head restraint tidak boleh terlalu rendah dan tidak boleh terlalu tinggi.

gambar sandaran kepala

Aturlah posisi headrest dengan mengikuti aturan standar keselamatan

Jika posisi sandaran kepala terlalu rendah maka itu sama saja dengan  tidak memakai sandaran kepala sehingga ada risiko cidera leher saat terjadi kecelakaan. Sebaliknya,  posisi sandaran kepala yang terlalu tinggi menyebabkan kepala tidak terlindungi sepenuhnya ketika terjadi tabrakan dari arah belakang. Jadi pasanglah sandaran kepala dengan posisi yang benar dan tepat.

Dampak buruk

Kursi tanpa headrest berpotensi menyebabkan tulang leher mengalami patah atau dislokasi ketika terjadi benturan dari arah belakang. Dampak cedera leher cukup fatal seperti cacat seumur hidup atau dalam kasus yang lebih ekstrem adalah meninggal dunia. Saat terjadi tabrakan dari belakang atau kendaraan ditabrak dari belakang, tubuh akan terdorong ke depan sementara kepala akan terlempar ke belakang.

gambar cedera leher

Inilah gambaran cedera leher saat terjadi kecelakaan 

Dalam kondisi ini leher bisa mengalami whiplash atau cedera leher karena leher terdorong terlalu jauh ke belakang lalu secara mendadak terdorong jauh ke depan. Dalam kondisi tersebut, headrest berperan menahan leher agar tidak mengalami cedera saat terdorong ke belakang. Intinya, headrest pada kursi mobil jangan pernah dilepas karena akibatnya bisa fatal seperti cedera dan bahkan sampai pada kematian.  

>>> Ini Fungsi Headrest Jok Mobil yang Belum Anda Ketahui

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top