Mengambil keputusan secara tepat dan cepat bukan hanya berlaku ketika meeting penting di kantor saja. Tetapi juga erat kaitannya dengan Safety Driving, dan tentunya sangat bermanfaat ketika Anda sedang mengemudi, terlebih dalam kondisi darurat di jalan.

Safety Driving di jalan harus selalu diterapkan
"Ini nama modulnya “Judgement Ability”, yaitu simulasi latihan membuat keputusan yg tepat, cepat dalam rangka merespon keadaan darurat (kondisi dimana potensi resiko berkendara meningkat)," buka Bintarto Agung selaku Direktur IDDC kepada tim Cintamobil.com.

Pengemudi harus mampu mengambil keputusan tepat saat mengemudi
Intinya ini adalah, "Melatih kita untuk selalu fokus, konsentrasi dan membangun refleks yg baik dalam merespon suatu kondisi resiko berkendara yg meningkat. Melatih kemampuan analisa resiko dengan baik," ujar om Tato sapaan akrab Bintarto Agung.
Simulasi Judgment Ability
"Simulasinya adalah sebagai berikut: Kita berlatih melaju dengan kecepatan tetap 40 hingga 45 km/jam dan pada jarak tertentu akan di stimulasi oleh lampu yang menyala merah," kata om Tato yang asli wong Surabaya, Jawa Timur ini.

Beginilah proses latihan Judgement Ability dalam pelatihan Defensive & Safety Driving
Nah saat itu pengemudi, "Harus mengarahkan kendaraan ke arah kiri dan berhenti tepat di garasi yang dibatasi oleh safety cone. Demikian juga jika yang menyala lampu dengan warna hijau, pengemudi harus merespon dengan mengarahkan kendaraan ke arah kanan dan berhenti tepat di garasi yang dibatasi oleh safety cone," jelas om Tato.
Terlihat Mudah Tapi Kompleks
Simulasi ini tampak mudah dilihat, "Tetapi sebenarnya simulasi “Judgement Ability” ini merupakan salah satu proses latihan yang sangat kompleks. Kita melatih kemampuan kognitif dan sensor motor kita untuk dapat membentuk reflek yang baik dan positif dalam merespon suatu kondisi emergensi." yakin om Tato lagi.
>>> Masuk Musim Hujan, Kenalan Lagi Dengan 3 Jenis Aquaplaning
"Kita harus mampu mengartikan warna lampu, sensor saraf otak menerima input warna, mengartikannya dan memerintahkan sensor motorik kita dengan memerintahkan kaki melepas pedal akselerator, mulai melakukan proses pengereman (threshold/tidak kasar)," ujar pria yang juga gape balap reli ini.
>>> Toyota Agya GR Sport Bawa Peslalom TGRI Sapu Bersih Podium Kejurnas F Seri ke-3 Kejurnas Slalom
Nah secara, "Bersamaan harus mengarahkan kemudi ke tempat aman (yang diwakili oleh warna lampu yang menyala tadi). Proses latihan/simulasi ini harus dilakukan terus menerus untuk dapat menjadikan kemampuan konsentrasi, fokus dan refleks kita menjadi baik," tutupnya.