Rahasia Dibalik Mesin Diesel Bisa Bertenaga dan Efisien

30/11/2018

Pengemudian

4 menit

Rahasia Dibalik Mesin Diesel Bisa Bertenaga dan Efisien
Mesin diesel modern tenar akan efisiensinya yang luar biasa. Tak hanya irit, ia juga mampu melontarkan tenaga melimpah dan torsi super besar.

Kehebatan mesin diesel dalam soal efisiensi mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Sudah cukup banyak literatur yang panjang lebar menjelaskan betapa iritnya sebuah mesin diesel modern. Karenanya, tidak salah jika kami mengharapkan mesin diesel sebagai alternatif paling masuk akal saat ini. Bukan sekedar pengganti mesin bensin, tapi juga mewujudkan efisiensi bahan bakar luar biasa yang didambakan dari sebuah mobil elektris di masa depan.

Kelebihan diesel yang irit bahan bakar

Salah satu keunggulan dari mesin diesel adalah irit bahan bakar sehingga aman ketika melintasi kemacetan

Efisiensi hanyalah bonus dari sebuah fakta bahwa mesin diesel modern mampu menghasilkan sejumlah torsi yang masif. Bahkan mendekati figur mesin sebuah sportscar sekalipun. Sebut saja salah satu sedan BMW, M550d xDrive yang mampu mengail tenaga hingga 381 dk dan torsi 740 Nm dari mesin 6 silinder 3.000 cc dengan suntikan tiga buah turbo. Klaimnya ia mampu sprint dari 0-100 km/jam dalam 4,7 detik saja. Mobil lainnya seperti Audi A8 4.2 TDI Quattro, pun mendominasi puncak klasemen sebagai mobil diesel produksi massal terkencang saat ini. Ia mengandalkan mesin 4.200 cc V8 TDI yang menyemburkan 385 dk dengan torsi bahkan mencapai 850 Nm.

>>> Ini tiga penyebab utama mesin diesel kekurangan tenaga

Tak hanya dalam produksi massal, mesin diesel juga membuktikan kehebatannya dalam ajang balap Le Mans 24 Hours. Audi menjadi pabrikan yang memenangi salah satu balapan paling bergengsi ini, dengan mobil Audi R18 TDI di tahun 2011 silam. Keistimewaan mesin-mesin diesel modern ini tak luput dari teknologi yang digunakannya. Sebut saja teknologi awal seperti Common Rail Direct Injection. Teknologi ini mengandalkan sistem penyemprotan bahan bakar bertekanan tinggi langsung ke ruang bakar mesin. Karenanya, pembakaran lebih sempurna dapat dicapai dan berefek langsung dengan meningkatnya tenaga dan torsi berikut suara mesin yang lebih halus. 

Mesin diesel dikenal irit dan bertenaga

Mesin diesel dikenal dengan tenaga yang besar namun irit bahan bakar

Apalagi generasi ketiga diesel Common Rail mampu menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan hingga 3.000 bar atau 44.000 psi. Memungkinkan partikel bahan bakar semakin kecil dan menyebar rata hingga membuatnya lebih mudah terbakar. Berikutnya adalah teknologi turbo VGT atau biasa dikenal juga dengan sebutan VNT. Teknologi ini banyak digunakan pada mesin diesel karena suhu pada exhaust-nya lebih rendah jika dibandingkan dengan mesin bensin, sehingga kecenderungannya untuk rusak lebih kecil.

>>> Beragam tips perawatan mobil diesel dan mobil bermesin bensin hanya ada di sini

Variable Turbo Geometry didesain agar aspek rasio putaran turbin terjaga dengan ubahan sudut sirip turbin yang bervariasi, sehingga menghasilkan kecepatan asupan udara yang konstan seiring dengan berubahnya putaran mesin. Sedikit berbeda dengan VNT yang biasa digunakan Toyota, dimana yang berubah bukan sirip turbin melainkan besar kecil bukaan nozzle pada turbonya. Meski sedikit berbeda, hukum yang sama berlaku untuk keduanya. Jika rasionya terlalu besar maka ia akan sulit untuk memberikan dorongan tambahan pada putaran mesin rendah, pun sebaliknya.

Rata-rata mesin diesel dipakai untuk SUV

Mesin diesel umumnya digunakan pada mobil berbodi besar seperti SUV

>>> Dapatkan beragam pilihan mobil diesel terbaik hanya di Cintamobil

Keduanya mampu membuat gejala turbo lag terasa minim. Torsi yang dihasilkan pun lebih instan dan merata pada rentang putaran mesin, tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter dari mobil yang dibekali teknologi ini. Lalu dengan kombinasi teknologi-teknologi ini, BMW menciptakan mesin diesel Common Rail Injection yang diberi suntikan tiga turbo bahkan dengan geometri variabel di dalamnya. Pada putaran mesin rendah, sebuah turbo berukuran kecil bekerja independen memastikan akselerasi awal yang cepat. Respons yang seketika ini dioptimalkan dengan teknologi variable turbine geometry. Ketika memasuki putaran mesin menengah, turbo kedua berukuran besar mulai bekerja untuk memproduksi torsi tinggi dan konsisten.

Lalu menginjak putaran tinggi, turbo ketiga berukuran kecil turut aktif pun dengan VTG-nya. Ketiganya bekerja simultan memproduksi tenaga dan torsi puncak yang masiv. Peran transmisi dan sistem penggerak pun krusial untuk menyalurkan tenaga superior tersebut ke aspal. Transmisi cekatan serta cengkeraman melimpah yang dihasilkan sistem penggeraknya, menjadi faktor penting untuk mewujudkan sebuah mobil bermesin diesel modern yang super cepat.

>>> Perhatikan rangkuman tips dan trik otomotif lainnya hanya di Cintamobil

 
back to top