Perbedaan Sistem Pengereman Otomatis, BMW X1 ‘Bunuh’ 3 Boneka Percobaan

04/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Perbedaan Sistem Pengereman Otomatis, BMW X1 ‘Bunuh’ 3 Boneka Percobaan
Dikembangkan oleh setiap perusahaan, terkadang sistem pengereman otomatis tidak memiliki standar yang bisa diperhitungkan. Hal ini terlihat ketika BMW X1 yang sudah memiliki teknologi anyar tersebut tidak bisa mengaplikasikan dengan baik pada pengujian sistem keselamatan.

Kesalahan (atau tidak bekerjanya) sistem pengereman otomatis memang berbahaya. Pasalnya, sistem tersebut merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi di jalanan. Seperti yang terjadi pada BMW X1 ketika menjalani pengujian dari Insurance Institute for Highway Safety (IIHS).

BMW X1 berwarna hitam

SUV BMW X1 tidak bisa memaksimalkan dengan baik sistem pengereman otomatis

Sistem pengereman otomatis dengan cepat menjadi sistem keselamatan favorit baru, baik bagi pengemudi maupun mereka yang bekerja meneliti sistem keselamatan kendaraan. Memanfaatkan berbagai kamera, sensor, dan radar on-board, sistem ini sering bereaksi terhadap situasi darurat lebih cepat daripada pengemudi manusia.

>>> Tips Menghindari Bahaya Saat Melakukan Pengereman

Keselamatan pejalan kaki dan fungsionalitas dari sistem darurat ini adalah subyek dari pengujian baru dan sistem penilaian dari IIHS. Dan karena semua produsen mengembangkan sistem ini melalui sumber daya mereka sendiri, tidak semua sistem ini berfungsi sama.

Untuk pengujian khusus ini, IIHS mengevaluasi 11 SUV kompak dari berbagai pembuat mobil. Setiap model dikenai tiga tes berbeda yang mensimulasikan orang dewasa dan anak-anak masuk ke jalur kendaraan. Di antara mereka, beberapa variasi pengetesan dilakukan.

beberapa uji coba sistem pengereman otomatis

Beberapa SUV lainnya bisa dengan mudah menghindari pejalan kaki yang lewat

>>> Tips pengemudian terbaru dan terlengkap bisa Anda dapatkan di sini

Salah satunya yaitu seorang dewasa melangkah tegak lurus ke lalu lintas, seorang anak berlari ke jalan dari dua mobil yang diparkir, dan dummy dewasa berjalan sejajar dengan lalu lintas di dekat sisi jalan. Pengujian dilakukan pada berbagai kecepatan, tetapi semua kendaraan mendapatkan waktu reaksi sekitar dua detik.

Semua SUV mendapatkan nilai yang cukup baik. Empat SUV – Toyota RAV4, Volvo XC40, Honda CR-V dan Subaru Forester – bahkan mendapatkan peringkat superior, teratas diantara semuanya. Peringkat ‘Advance’ diberikan kepada Chevrolet Equinox, Hyundai Kona, Kia Sportage, Mazda CX-5, dan Nissan Rogue. Mitsubishi mencetak angka ‘Basic’ karena membunuh satu boneka percobaan secara dramatis.

>>> Ingin membeli mobil baru? Dapatkan daftar lengkapnya di sini

Namun yang paling buruk diantara 11 SUV yang diuji adalah BMW X1. Membunuh tiga boneka uji, SUV generasi kedua yang sudah mendapatkan sistem pengereman otomatis bahkan tidak pernah melambat untuk setiap tes. Karenanya, IIHS tidak dapat memberikan nilai apa pun pada X1. Mungkin, para teknisi BMW di Munich perlu meninjau kembali pemrograman X1.

Mitsubishi Outlander berwarna hitam

Mitsubishi Outlander juga kurang bisa memaksimalkan sistem pengereman otomatis

Kematian pejalan kaki di Amerika terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah studi dari IIHS dari 2011 menunjukan bahwa sistem deteksi pejalan kaki memiliki potensi untuk mengurangi atau mencegah 65% kecelakaan pejalan kaki dalam situasi tertentu. Hal ini menegaskan pentingnya sistem keselamatan otomatis untuk membantu pengendara mengurangi kecelakaan.

>>> Kumpulan tips dan trik otomotif terlengkap bisa Anda temukan disini

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top