Pengendara Wanita Harus Tahu, Kalau Fisik Tak Prima Mending Tidak Menyetir

18/03/2021

Pengemudian

5 menit

Kondisi fisik penting dijaga saat berkendara. Pun demikian dengan pengendara wanita, sebaiknya kalau kondisi fisik sedang tak prima tidak perlu menyetir.

Kegiatan berkendara kini dilakukan oleh banyak kaum hawa. Tak sedikit dari mereka yang menyetir sendiri untuk pergi ke tujuan tertentu. Tapi yang namanya berkendara tentu tak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diketahui agar perjalanan lancar serta selamat sampai tujuan. 

Kondisi fisik salah satunya. Saat menyetir Anda harus memastikan kondisi benar-benar sehat. Selain itu ada juga hal lain yang sebaiknya dihindari saat pengendara wanita menyetir. Berikut penjelasannya dikutip Cintamobil dari laman Hyundai Indonesia. 

pengendara wanita

Pastikan fisik Anda bugar sebelum berkendara

1. Cek Kondisi Fisik

Seperti disebutkan sebelumnya, persiapan kondisi fisik menjadi utama. Sebagai informasi, tingkat kecelakaan paling tinggi adalah kelalaian manusia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya konsentrasi akibat kondisi fisik yang tidak prima. Kurangnya jam tidur, letih, tidak sehatnya kondisi badan, stress dan beberapa hal lainnya menjadi penyebab terjadinya penurunan kondisi fisik pengemudi yang berakibat pada gangguan konsentrasi. Untuk itu, bagi Anda pengendara wanita yang merasa kondisi fisiknya tak prima, sebaiknya Anda menggunakan angkutan umum jika ingin beraktivitas. 

>>> Wajib Diketahui Wanita, Cara Menyalip Mobil yang Benar di Jalan

2. Cek Kendaraan

Side view of businesswoman checking the car's motor Free Photo

Kendaraan juga harus dicek

Selain fisik sendiri yang prima, kendaraan juga harus demikian. Mengecek kendaraan menjadi tindakan preventif sebelum berkendara. Setidaknya Anda bisa berjalan mengelilingi mobil dari depan sampai belakang hingga mengecek bagian kolong. Selebihnya, Anda bisa cek seberapa banyak kondisi bahan bakar. Selain itu para pengendara wanita juga harus mengecek surat-surat, seperti SIM dan STNK. Perhatikan juga kondisi ban cadangan, toolkit serta kotak P3K. 

3. Pakaian yang Nyaman

Dibandingkan pria, model berpakaian wanita lebih beragam. Maka dari saat berkendara pengendara wanita harus memilih pakaian yang nyaman. Sebisa mungkin gunakan baju dan celana santai, yang penting tidak menghalangi pergerakan dalam kemudi. Hindari untuk menggunakan gaun atau dress panjang yang menutupi kaki, karena bisa bikin ribet saat mengoperasikan kaki. Satu lagi, hindari pakaian minim dan ketat, dikhawatirkan bisa mengganggu konsentrasi pengemudi pria.

Sideways shot of pleasant looking brunette woman sits in her own automobile instructor Free Photo

Pilih pakaian senyaman mungkin

4. Gunakan Alas Kaki yang Tepat

Menggunakan high heels dengan hak tinggi maupun sandal bisa bikin ‘ribet’ tidak disarankan untuk mengemudi. Alasannya, bisa mengganggu saat ingin memindahkan pedal. Tanpa alas kaki atau ‘nyeker’ jangan dilakukan, karena ketika bagian bawah kaki berkeringat dan basah, saat pengereman mendadak, bisa selip atau licin saat injak pedal. 

>>> Wanita Harus Tahu! Begini Posisi Duduk yang Benar saat Nyetir

5. Pakai Seat Belt

Portrait of smiling driver woman fastening her seatbelt before driving a car. Free Photo

Gunakan seat belt selalu saat berkendara

Atas nama keselamatan, pengemudi dan penumpang sebaiknya gunakan safety belt. Alasannya, untuk menghindari cedera yang fatal saat terjadi kecelakaan. Ini wajib dilakukan oleh semua pengemudi, tak terkecuali pengendara wanita. 

6. Hindari Aksesori berlebihan di Dasbor

Pengendara wanita biasanya menyimpang pajangan di dasbor mobil. Selain mengganggu visibilitas, aksesori bisa membahayakan pengemudi dan penumpang depan. Contohnya, ketika rem mendadak atau membentur dengan kendaraan di depan, aksesori di dasbor malah menjadi benda yang dapat menghantam kita.

7. Jaga Jarak

Stylish and elegant woman in a car salon Free Photo

Tetap menjaga jarak dengan kendaraan depan

Menjaga jarak aman juga penting diperhatikan para pengendara waniita. Ini dilakukan dengan maksud ketika terjadi sesuatu, kita masih bisa antisipasi ataupun reaksi melakukan pengereman. Atur jarak aman atau gunakan aturan 2 detik dengan jarak mobil depan.

8. Hindari Rem Mendadak

Mengerem secara mendadak menjadi hal yang paling berpotensi kecelakaan beruntun. Bermanuver secara mendadak juga membahayakan pengguna jalan lainnya. 

9. Jangan Lihat Handphone

Berbagai aktifitas yang mengganggu konsentrasi seperti menggunakan alat komunikasi atau handphone, berdandan saat berada di lampu merah, hingga makan dan minum saat berkendara. 

10. Lihat Spion Setiap 5-8 detik

Mengemudi harus selalu waspada setiap saat. Disarankan melihat semua spion setiap 5 – 8 detik. Gerakan mata setiap 2 detik sekali, tujuannya untuk menghindari fatique atau rasa lelah. Sebaiknya, kewaspadaan dijaga hingga 360 derajat sekeliling kendaraan kita.

>>> 5 Perawatan Mobil yang Wajib Diketahui Wanita

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019

 
back to top