Parkir Paralel: Momok Menakutkan bagi Sebagian Besar Pengemudi

08/01/2018

Pengemudian
Share this post:
Parkir Paralel: Momok Menakutkan bagi Sebagian Besar Pengemudi
Apakah anda mengalami kesusahan ketika sedang melakukan parkir paralel? Menurut Kevin Delaney di Institute of Advances Motorist, “Manusia tidak diprogram secara genetis untuk melakukan segalanya terbaik. Jadi, berkendara dengan mundur secara umum merupakan hal yang sulit jika anda belajar menyetir.”

Hasil ini disampaikan dengan beberapa survey yang mengatakan bahwa lebih dari separuh pengemudi menyebutkan bahwa mereka akan terus mengemudi untuk menghindari parkir paralel.

Dikenal dengan paralelophobia, adalah ketakutan untuk melakukan parkir paralel. Ada beberapa alasan kenapa kita bisa merasakan kesulitan dalam melakukan parkir paralel. Parkir paralel membutuhkan manuver yang lebih teknis dibandingkan parkir biasa. Selain itu, ada kekhawatiran bagi pengendara untuk merusak mobil sendiri maupun mobil lain. Memiliki penumpang di dalam mobil juga bisa menambah stress dalam melakukan parkir paralel.

Pengendara bermobil putih yang ingin melakukan parkir membelakang

Paralel ophobia, ketakutan untuk melakukan parkir paralel

Menurut data yang didapatkan dari confused.com, sekitar 34% pengemudi mengalami kesulitan parkir paralel. Sedangkan 8% mengaku pernah menabrakkan bagian depan atau belakang mobilnya ketika melakukan parkir paralel.

1. Jangan pergi setelah mengenai mobil lain

Dala sebuah survey yang baru-baru ini dilakukan di Negeri Paman Sam, dari 1000 pengemudi, semuanya mengakui bahwa pernah merusak mobil lain ketika sedang melakukan parkir paralel. Bahkan, lebih sari sepertiga mengatakan mereka tidak merasa bersalah melakukannya. Selain itu, seperempat lainnya mengakui kepada pemilik mobil bahwa mereka merusak mobilnya.

Parkiran yang dipenuhi oleh mobil yang saling menghimpit satu sama lain

Banyak pengendara menggores mobil lain ketika parkir paralel

Meskipun parkir paralel sering dilakukan, namun ada saatnya mobil anda mengenai mobil lain yang menyebabkan kerusakan, meskipun tidak begitu parah, untuk mobil anda maupun mobil lain. Bahkan, dengan kecepatan yang pelan bisa menyebabkan kerusakan ringan akibat goresan bumper.

Namun, jika anda pergi ketika sudah menggores maupun mencederai mobil lain, perlakuan bisa merupakan tindak kejahatan, setidaknya di Amerika. Undang-Undang Lalu Lintas Jalan di US mengatakan bahwa anda haru selalu meninggalkan data di tempat kejadian. Jika tidak, anda bisa dilaporkan kepada petugas yang berwenang.

>>> Baca juga Beberapa penyebab gangguan berkendara bagi pengemudi

2. Berita baik untuk yang suka menghindari parkir paralel

Dengan perkembangan teknologi yang ada pada mobil, parkir bisa menjadi lebih mudah. Beberapa peningkatan seperti kamera belakang, sensor parkir, serta mobil otonom merupakan teknologi yang bisa memudahkan dalam mengemudi, terutama dalam memarkir kendaraan.

mobil berwarna putih yang mempunyai sensor belakang untk melakukan parkir

Teknologi sensor parkir diciptakan untuk memudahkan parkir

Teknologi sensor mobil sebenarnya sudah dikembangkan sejak tahun 70an. Teknologi ini sebenarnya diperuntukkan bagi penyandang tuna netra agar bisa mengemudi layaknya manusia dengan englihatan normal. Butuh waktu 30 tahun untuk teknologi ini dimasukkan pada kendaraan bermotor yang pertama kali dipakai oleh Toyota Prius pada 2003.

>>> Baca juga tips mengemudi lainnya disini

Namun, jika anda berfikir bahwa teknologi sensor parkir dan kamera belakang masih belum bisa membantu anda dalam melakukan parkir paralel, anda bisa mencoba kehebatan BMW i3 yang diluncurkan pada tahun 2015 kemarin. Mobil ini mempunyai teknologi yang bisa memarkirkan dirinya sendiri. Jadi anda tidak perlu menggerakkan kemudi dan menekan gas untuk memarkirkan kendaraan ini. Ford dan Volvo juga memiliki rencana untuk meluncurkan kendaraan otonomnya di jalan pada tahun 2021.

>>> Baca juga tips dan trik mobil lainnya disini

Share this post: