Pajak Mobil Bekas, Bagaimana Cara Menghitungnya?

21/04/2021

Pengemudian

3 menit

Pajak Mobil Bekas, Bagaimana Cara Menghitungnya?
Bagaimana perhitungan pajak mobil? Apakah ada perbedaan perhitungan antara pajak mobil bekas dan pajak mobil baru? Berikut ulasannya!

Membayar pajak kendaraan merupakan kewajiban setiap pemilik kendaraan bermotor salah satunya mobil. Besaran pajak yang dikenakan memiliki jumlah yang berbeda-beda tergantung dengan jenis mobil, merk, kapasitas mesin mobil, tahun pembuatan, ataupun daerah tempat tinggal pemilik mobil. Lalu bagaimana perhitungan pajak mobil? Apakah ada perbedaan perhitungan antara pajak mobil bekas dan pajak mobil baru? Berikut ulasannya!

Apa itu Pajak Mobil Tahunan?

Sebelum membahas tentang cara perhitungan pajak mobil bekas ataupun baru, pertama-tama harus diketahui dulu apa itu pajak tahunan? Pajak tahunan ialah besaran pajak yang wajib dibayarkan pemilik kendaraan bermotor setiap tahunnya. Dalam pajak kendaraan terdiri dari beberapa jenis biaya atau tagihan di dalamnya, yaitu:

  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

Tagihan ini hanya dikenakan di awal ketika Anda membeli mobil baru atau saat Anda membeli mobil bekas yang otomatis harus beralih nama kepemilikan dari pemilik lama ke nama Anda. Pada kasus pembelian mobil baru, jika Anda membeli mobil dalam keadaan On The Road pembayaran biaya BBNKB sudah langsung diurus oleh pihak dealer. Namun tentu saja harganya akan lebih mahal ketimbang keadaan Off the Road.

  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

PKB ialah tagihan pajak yang wajib dibayarkan setiap tahunnya. Besaran PKB yang wajib dibayarkan adalah 2% dari nilai jual kendaraan. Untuk nilai jual kendaraan sendiri sudah ditentukan oleh pihak Samsat dengan mempertimbangkan harga pasar.

  • Sumbanan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

SWDKLLJ adalah premi asuransi kecelakaan yang dikelola oleh BUMN PT Jasa Raharja. Asuransi ini diperuntukkan korban kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan bersangkutan.

  • Biaya Administrasi STNK dan TNKB

Biaya ini dikenakan saat penerbitan lembar STNK baru dan TNKB baru (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor/Plat Nomor) di awal pembelian mobil, masa lima tahun mobil, atau ketika balik nama mobil. Sedangkan untuk setiap tahunnya hanya dikenakan biaya administrasi pengesahan STNK yg biayanya lebih murah ketimbang penerbitan STNK dan TNKB baru.

>>> Cek Plat Nomor Jateng Dengan Sakpole e-Samsat Jateng

Cara Menghitung Pajak Mobil Tahunan

Penampakan BPKB Mobil

BPKB, salah satu dokumen kelengkapan berkendara

Setelah mengetahui tagihan-tagihan apa saja yang wajib dibayarkan dalam pajak mobil, selanjutnya adalah cara menghitung pajak mobil tahunan. Untuk menghitung pajak mobil tahunan kita kesampingkan biaya BBNKB, Administrasi Penerbitan STNK baru, dan Penerbitan TNKB (plat nomor) baru atau dengan kata lain ganti plat nomor. Kedua tagihan tersebut hanya dikenakan saat mobil sudah berusia lima tahun atau pada saat anda membeli mobil bekas dan harus beralih nama kepemilikan. 

Jadi perhitungannya adalah sebagai berikut :

  • Tagihan PKB = 2% dari nilai jual kendaraan bermotor (NJKB).
  • Contoh NJKB mobil Rp200.000.000 maka PKB nya adalah 2% X Rp200.000.000 yakni Rp4.000.000
  • SWDKLLJ = Telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp143.000
  • Biaya Administrasi pengesahan STNK = Rp50.000

Jumlah PKB + SWDKLLJ + Adm. STNK = Pajak Mobil Tahunan

Rp 4.000.000 + Rp 143.000 + Rp 50.000 = Rp 4.193.000

Yang perlu diketahui adalah besaran NJB bisa berubah karena setiap tahunnya umumnya harga pasar mobil juga mengalami perubahan.

>>> Yuk, Cari Tau Daftar Pajak Mobil Toyota

Berapa Pajak Mobil Bekas yang Harus Dibayarkan?

Cara menghitung pajak mobil bekas ataupun baru sejatinya tidak ada perbedaan. Keduanya masih menggunakan rumus yang sama yakni Jumlah PKB + SWDKLLJ + Adm. STNK. Untuk tagihan BBNKB mobil bekas dikenakan pada saat pembelian mobil bekas yang artinya Anda harus mengalihnamakan atau balik nama dari pemilik lama ke nama Anda.

Namun ada perbedaan antara jumlah tagihan BBNKB pada pajak mobil bekas dan baru. Untuk mobil baru besarannya ialah 10%-12% (tiap daerah bisa berbeda-beda) dari harga mobil. Sedangkan untuk mobil bekas di DKI Jakarta dikenakan 1% dari harga mobil.

Pertanyaanya kemudian bagaimana cara bayar pajak mobil bekas masih kredit? Apakah ada perbedaan? Saat mobil masih dalam status kredit, maka BPKB mobil masih dipegang oleh pihak leasing. Ketika hendak membayar pajak tahunan, Anda harus meminta fotocopy BPKB dan surat keterangan dari pihak leasing bahwa BPKB masih dipegang oleh pihak leasing sebagai syarat pembayaran pajak tahunan. Namun ada beberapa daerah tertentu yang tidak mewajibkan menyertakan BPKB dan cukup menggunakan STNK serta KTP pemilik saja pada saat pembayaran pajak tahunan. 

Showroom Mobil untuk Membeli Mobil Bekas

Mobil bekas memberikan pajak yang cukup rendah dibandingkan mobil baru

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk membeli mobil bekas adalah pajak progresif. Jika tidak teliti bisa jadi Anda beli mobil bekas kena pajak progresif atau berstatus pajak progresif. Pajak progresif ialah tagihan pajak yang dikenakan seiring bertambahnya kendaraan. Atau dengan kata lain Orang yang memiliki mobil lebih dari satu dengan nama dan alamat yang sama, mobil kedua, ketiga, dst akan dikenakan pajak progresif. Tentunya tidak semua kendaraan bisa dikenakan pajak progresif. Ada syarat-syarat tertentu antara lain kapasitas mesin atau CC dan tahun pembuatan mobil.

Karena itu untuk mengetahui apakah mobil bekas yang Anda beli terkena pajak progresif, bisa Anda lihat di STNK-nya. Terdapat kode-kode tertentu yang berbentuk angka yang menunjukkan status mobil. Pada bagian kiri bawah jika Anda teliti akan terlihat angka yang menunjukkan mobil tersebut merupakan kepemilikan ke berapa.

>>> Nggak Cuma Lewat Samsat, Ini Cara Cek Pajak Mobil Jakarta

Daftar Pajak Mobil Bekas Termurah

Sebagai panduan jika Anda tertarik untuk membeli mobil bekas, berikut adalah beberapa pilihan mobil bekas dengan pajak murah yang bisa Anda beli:

1. Isuzu Panther

Mobil Isuzu Panther 2001

Isuzu Panther 2001 merupakan salah satu mobil bekas yang populer hingga saat ini

Mobil yang satu ini cocok bagi Anda yang mencari mobil keluarga dengan pajak yang murah. Selain terkenal karena performanya, Isuzu Panther juga dikenal karena irit bahan bakar. Untuk Isuzu Panther tahun 2008 pajaknya berkisar di angka Rp2,3 - Rp2,7. Sedangkan untuk Isuzu Panther tahun 2013 pajaknya bisa mencapai Rp3,7 juta-an.

2. Toyota Agya

Sebagai salah satu kategori mobil murah, Toyota Agya tentu masuk dalam daftar mobil bekas dengan pajak murah. Untuk Agya generasi pertama yakni tahun 2014 pajaknya berkisar Rp1,5 juta-Rp1,8 juta. Masih di bawah Rp2 juta. Angka yang cukup murah bukan

3. Daihatsu Ayla

Seperti Agya, Daihatsu Ayla juga merupakan mobil yang termasuk kategori mobil murah. Pajaknya berkisar Rp1,2 juta - Rp1,5 juta.

Mobil Daihatsu Ayla Tahun 2014

Daihatsu Ayla 2014 dengan pajak hanya Rp 1 jutaan

Untuk mobil-mobil bekas dengan pajak murah lainnya antara lain Toyota Avanza, Toyota Kijang, Suzuki Ertiga, dan Daihatsu Xenia.

Itu tadi adalah perhitungan pajak mobil bekas. Secara garis besar tidak ada perbedaan rumusan dengan perhitungan pajak mobil baru. Yang terpenting sebelum memutuskan membeli mobil bekas jangan hanya perhatikan kondisi mobil dan mesin tetapi juga pajak mobilnya.

>>> Jangan lupa klik sini untuk lanjut simak tips dan trik lainnya

Pertanyaan Sering Diajukan

Di mana bayar pajak mobil?
Membayar pajak mobil dilakukan di SAMSAT kota/kabupaten Anda tinggal. Sebagian kota dan kabupaten juga sudah memberlakukan SAMSAT keliling untuk memudahkan pembayaran pajak
Bagaimana cek tagihan pajak mobil online di Jakarta?
Bisa melalui aplikasi samsat online atau situs samsat-pkb2.jakarta.go.id
Bagaimana cek pajak mobil Jakarta via SMS?
Cukup ketik Metro (spasi) nomor polisi kendaraan lalu kirim SMS ke nomor 1717.
Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.
 
back to top