Pahami Etika Berkendara dan Menjaga Emosi Berkendara di Jalan Raya

16/07/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Pahami Etika Berkendara dan Menjaga Emosi Berkendara di Jalan Raya
Berkendara tidak hanya hal teknis saja, pahami etika berkendara saat berada di jalan raya. Apa saja hal-hal yang harus dipahami? Simak tipsnya di bawah ini.

Setiap hari banyak masyarakat yang berkutat di jalan raya dan seringkali terjadi salah paham yang berujung pada keributan antar pengguna kendaraan. Itu sebabnya ketika berkendara Anda harus memahami aturan yang berlaku dan juga etika berkendara itu sendiri.

>>> Contoh Surat Jalan STRP untuk Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat

Gambar menunjukan Arogan di jalan

Saling menghormatilah sesama pengguna jalan raya

90 Persen Mengemudi Berurusan dengan Emosi

Etika berkendara merupakan peraturan yang tidak tertulis dan seharusnya dipatuhi bersama pengguna jalan. Tapi pada kenyataannya, tidak semua bisa menerapkan etika berkendara dengan baik. Misalnya ada yang dengan mudahnya membunyikan klakson di jalan raya padahal sebenarnya hal itu tidak baik untuk dilakukan kecuali memang sifatnya darurat. Jangan sampai hanya hal sepele karena membunyikan klakson yang mengganggu pengendara lain, malah jadi panjang urusannya.

Urusan mengemudi kendaraan di jalan raya itu bukan cuma urusan kemampuan teknis. Sebetulnya skill mengemudi itu hanya berperan 10 persen dalam soal keselamatan di jalan raya, sisanya yang 90 persen justru soal emosi.

Di sinilah peran dari defensive driving mengambil alih. Rifat Sungkar yang merupakan Brand Ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia menjelaskan bahwa defensive driving merupakan teknik mengemudi yang mengutamakan pencegahan terhadap terjadinya berbagai kemungkinan buruk, ini artinya juga kesediaan berbagi di jalan raya. Mulai dari pejalan kaki sampai pengemudi truk dan bus harus dihormati. Defensive driving juga mengajarkan pengemudi untuk mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain.

Perilaku mengemudi tanpa emosi berlebihan ini seharusnya mulai diterapkan sehari-hari oleh semua pengguna jalan.

“Contoh mudahnya adalah tidak membunyikan klakson mobil secara berlebihan karena suara klakson dapat menjadi polusi suara bagi para pengguna jalan lain. Selain itu akan lebih baik juga Anda mau berhenti sebentar memberikan kesempatan pada pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan,” jelas Rifat seperti dikutip dari laman resmi Mitsubishi.

>>> Diskon PPnBM Diperpanjang, Mitsubishi Xpander Makin Laris

Gambar menunjukan Berkendara bersama keluarga

Utamakan keselamatan di jalan jadi hal yang utama

Kemacetan Jadi Pemicu Kelelahan

Rifat menambahkan bahwa kemacetan juga sering memicu kelelahan dan jadi tak sabar. Meski begitu Anda bisa menjadi pengendara yang lebih sabar dengan tidak berpindah-pindah lajur atau menyerobot jalur kendaraan lain.

“Tetap akan sampai tujuan kok, bonusnya malah kita jadi lebih positif dan tak mengganggu pengguna jalan lain,” tambah pria yang juga pereli nasional ini.

Jalan raya juga bisa mendatangkan pahala loh, caranya mudah, cukup dengan menjaga lisan.

“Misalnya bila mobil Anda tersenggol kendaraan lain, yuk coba untuk tak mengumpat. Kadang kata-kata dapat berujung pada permasalahan yang lebih besar,” tutupnya.

Usahakan saat berkendara dengan mental dan pikiran yang positif, karena dengan begini tubuh lebih cenderung tidak mudah lelah. Jika badan tidak lelah maka emosi bisa diredam sehingga perjalanan Anda pun jadi menyenangkan dan tidak merugikan orang lain.

>>> Tips Merawat Ban di Tengah Cuaca yang Tak Menentu

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini.  Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yan
 
back to top