Nyetir Mobil Matik di Tanjakan? Simak Tipsnya Biar Aman

23/07/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Anda perlu mengetahui teknik saat menyetir mobil matik di tanjakan terlebih ketika tengah macet. Ini dapat mengurangi kekhawatiran dan mencegah mobil mundur.

Pengoperasian mobil matik memang cenderung lebih mudah ketimbang manual. Tapi bagi mereka yang belum ahli mengendarai mobil matik, pasti masih ada rasa kekhawatiran tersendiri. Apalagi ketika melintas di jalanan menanjak. Bukan tak mungkin mobil bisa turun lagi dan mundur hingga akhirnya membahayakan para pengguna jalan lain. 

Belum lagi tanjakan yang dilintasi tengah macet, ini bisa menimbulkan kepanikan tersendiri bagi pengendara. Untuk itu, ada sejumlah hal yang dapat Anda praktikan ketika mengendarai mobil matik di tanjakan seperti dikutip dari laman Daihatsu Indonesia, Jumat (23/7/2021).

5 Penyakit Umum yang Sering Menjangkiti Mobil Matik

Mengendarai mobil bertransmisi otomatis cenderung lebih mudah

>>> Begini Cara Parkir Mobil Matic di Tanjakan Biar Tetap Aman

1. Sesuaikan Posisi Transmisi dengan Kondisi Tanjakan

Ada baiknya Anda mengetahui posisi tuas transmisi yang tersedia pada mobil matik. Ini dapat menghindari kesalahpahaman saat berkendara. Umumnya, pada tuas transmisi terdapat beberapa huruf dan angka seperti P, R, N, D, 2, dan L. Apa arti dari huruf-huruf dan angka tersebut? Berikut penjelasannya.

P: artinya adalah Parking atau parkir. P biasa digunakan untuk mobil yang diparkir sehingga transmisi dalam posisi terkunci dan mobil tidak akan bergerak.
R: artinya Reverse atau gigi mundur. 
N: Netral. Dalam posisi ini, mesin dan transmisi tidak terhubung. 
D: Drive atau jalan. Umunya, mobil matic melaju dengan posisi transmisi D untuk berkendara maju. Dengan transmisi D, perpindahan gigi dari 1 sampai gigi tertinggi akan diatur secara otomatis. Pengendara hanya tinggal menginjak gas dan rem.
2: menahan gigi tertinggi di gigi 2. Angka 2 pada transmisi otomatis biasa dipakai saat engine brake di jalan menurun tajam atau panjang, serta bila berhadapan dengan tanjakan curam. Sebab, jika hanya menggunakan D, terkadang mobil terasa berat ketika menanjak.
L: Low yang berfungsi menahan gigi tertinggi di gigi 1. 

Ada juga beberapa mobil bertransmisi matic yang memiliki Shift Lock di sekitar tuas transmisi. Shift Lock ini fungsinya untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa dipindah ke posisi N ketika mesin mati. Shift Lock bermanfaat saat parkir paralel sehingga mobil matic bisa didorong untuk menggesernya. 

Ketika mengendarai mobil bertransmisi otomatis di jalan, perhatikan kondisi jalannnya. Bila tanjakan curam, Anda masih bisa menggunakan transmisi pada posisi D atau L. Tapi agar terasa lebih mudah nan ringan, Anda bisa memindahkannya ke posisi D2. 

Jikalau tanjakan semakin curam, tuas transmisi bisa Anda pindahkan ke D1. Di mobil manual, posisi D1 sama artinya dengan gigi 1. D1 bisa Anda gunakan bila melintas di tanjakan dan sedang terjebak macet. 

mobil bertransmisi matik

Kenali arti simbol pada mobil bertransmisi otomatis

>>> Ini Sebabnya Mobil Matik Punya Harga Lebih Mahal dari Manual

2. Hindari Injak Rem Terlalu Dalam

Sebaiknya Anda tak perlu menginjak rem terlalu dalam saat memindahkan tuas transmisi dari D ke D2 maupun D1. Anda hanya perlu menekan tombol yang ada pada tuas transmisi sehingga gigi berpindah. 

3. Memanfaatkan Fitur HSA

Pada mobil-mobil zaman sekarang, fitur Hill Start Assist (HSA) tampaknya sudah mulai banyak tersemat. Fitur ini sangat membantu saat mobil melintasi jalan menanjak dan kondisi stop and go.

Hill-Start Assist akan mengaktifkan sistem rem ketika pedal gas diangkat dan belum diinjak saat mobil dalam kondisi menanjak. Dalam beberapa detik, HSA akan bekerja dan membuat pengemudi punya cukup waktu untuk mengaktifkan atau merilis rem.

>>> Cara Aman Mengendarai Mobil Matik di Turunan Biar Nggak Nyelonong

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top