Mulai 2019, IIHS Perbarui Pengujian Sistem Pengereman Darurat Otomatis

05/01/2019

Pengemudian
Mulai 2019, IIHS Perbarui Pengujian Sistem Pengereman Darurat Otomatis
Lembaga Asuransi Keselamatan Jalan Raya (Insurance Institute for Highway Safety) atau IIHS mengumumkan serangkaian pengujian baru untuk kendaraan yang dilengkapi dengan sistem pengereman darurat otomatis (Automatic Emergency Brake).

Untuk memperoleh hasil yang komprehensif, IIHS mengungkapkan bahwa mereka akan menguji coba sistem AEB atau sistem pengereman darurat otomatis yang lebih responsif tentang reaksi kendaraan terhadap pejalan kaki yang berada di jalur kendaraan. Untuk itu, IIHS akan menerapkan tiga variasi tes yang sama dengan yang akan dilakukan pada awal 2019.

Peringkat untuk tes pengereman IIHS akan sejalan dengan peringkat reguler untuk pencegahan kecelakaan depan dan belakang. Dan kendaraan akan dinilai dengan tiga tingkatan; Basic, Advance, dan Superior. Tes ini didasarkan pada kemampuan kendaraan untuk menghindari atau mengurangi kecelakaan dengan boneka pejalan kaki dalam pengujian pada kecepatan yang berbeda.

>>> ​Jaga Jarak Tiga Detik, Maksudnya Bagaimana Sih?

Gambar pengujian sistem pengereman

IIHS akan mengkhususkan fokus tabrakan pada sistem pengereman darurat otomatis

Menurut siaran resmi dari IIHS, tes yang dilakukan akan mensimulasikan potensi tabrakan berikut:

  • Pejalan kaki dewasa melintasi jalan dari sisi kanan kendaraan dan tegak lurus ke jalurnya. Dengan lokasi tabrakan, dalam kasus ketika pengereman tidak berhasil, terjadi di tengah-tengah antara garis tengah kendaraan dan tepi kanan ujung depan kendaraan.
  • Seorang pejalan kaki anak-anak berjaan di seberang jalan dari belakang dua kendaraan yang diparkir di sisi kanan jalur kendaraan. Dengan lokasi dampak potensial di ujung depan di garis tengah kendaraan.
  • Seorang pejalan kaki dewasa di tepi jalan, berjalan menjauhi lalu lintas, berada di tengah-tengah antara garis tengah kendaraan dan sisi kanan.

>>> Mau cari mobil bekas dengan harga bagus? Lihat disini, pilihannya sangat lengkap dan banyak

Poin akan diberikan berdasarkan pengurangan kecepatan rata-rata untuk lima uji coba dalam cuaca cerah di trotoar pada siang hari. Pengujian akan dilakukan pada 20 km/jam dan 40 km/jam dalam skenario pejalan kaki dewasa dan anak tegak lurus, serta 60 km/jam dalam skenario pejalan kaki dewasa paralel dengan kendaraan. Sistem yang mengeluarkan peringatan tepat waktu akan mendapatkan kredit satu poin dalam tes pejalan kaki paralel.

Gambar pengujian pejalan kaki

Sistem pengereman otomatis akan diuji pada pejalan kaki dewasa dan anak-anak

>>> Teknologi kendaraan terbaru dan terlengkap bisa Anda dapatkan di sini

"Tes dengan boneka anak kecil adalah yang paling sulit," kata David Aylor, manajer pengujian keamanan aktif di IIHS. "Boneka itu disembunyikan oleh mobil dan sebuah SUV diparkir di sisi kanan jalan saat kendaraan uji coba mendekat, jadi tidak ada garis pandang yang jelas untuk kamera - atau pengemudi - sampai boneka muncul di jalur kendaraan."

Dengan pengujian sistem pengereman darurat otomatis, menurut IIHS, "Autobrake dengan deteksi pejalan kaki telah membuat perbedaan dalam klaim asuransi. Analisis HLDI 2017 menemukan bahwa kendaraan Subaru yang dilengkapi dengan deteksi pejalan kaki memiliki tingkat klaim untuk cedera pejalan kaki yang 35 persen lebih rendah daripada kendaraan yang sama tanpa sistem."

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top