Kemarin dan hari ini, sebagian wilayah Jabodetabek kembali diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi hingga menyebabkan beberapa kawasan mengalami banjir.
Cuaca ekstrem dengan curah hujan besar tersebut menyebabkan genangan air serta angin kencang di Jabotebek, khususnya di sekitaran DKI Jakarta.
Tentunya hal ini dapat mengakibatkan berbagai kerugian mulai dari titik kemacetan yang padat dan stuck, kelumpuhan pada jalur transportasi, angin kencang yang merusak tenda dagangan serta bisa mengancam terjadinya kerusakan pada mobil-motor pribadi yang terendam genangan air.

Cuaca ekstrem, sebagian wilayah DKI Jakarta tergenang
Tidak jarang kita melihat banyak dari pemilik kendaraan yang terpaksa menerjang banjir untuk tetap bisa mencapai tujuannya, pulang ke rumah. Tetapi, menerobos banjir ada dampak buruk bagi kendaraan karena dapat merusak komponen-komponen yang terdapat pada mesin, apalagi bila air yang terperangkap di dalam mesin mengandung lumpur.
Berbagai masalah lain juga akan muncul pada mobil yang terendam banjir. Misalnya terjadi karat dan korosi pada mesin sampai potensi aroma tidak sedap pada kabin mobil.
Sebagai pemilik mobil yang terendam banjir, Anda perlu lebih memperhatikan kendaraan untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang bila dibiarkan akan membuat lebih fatal kerusakan.
>>> Simak harga mobil baru dengan promo terbaik hanya di sini
Tips Saat Mobil Kebanjiran
Simak penjelasan dari Benny Fajarai, Co-Founder dari Lifepal.co.id yang bisa Anda praktekan di rumah atau cari bengkel terdekat dan beritahu montir Anda tentang hal berikut ini:

Ikuti tips berikut saat mobil menerjang genangan air
1. Lepas Aki Mobil
Pertama, Anda diharuskan lepas kabel aki dari mobil. Langkah ini harus diantisipasi saat mobil melewati genangan banjir atau terendam banjir. Melepaskan kabel aki agar menghindari potensi yang dapat menghasilkan korsleting.
Korsleting listrik pada mesin mobil dipicu karena adanya air yang masuk kedalam mesin, risiko terbesar dari korsleting pada mesin adalah terjadi ledakan atau percikan api pada mobil dan mobil akan mogok tidak bisa distarter kembali.
2. Keringkan mulai dari komponen pengapian
Komponen dalam pengapian mesin termasuk saringan udara, busi, alternator, karburator, delco kabel, dan koil baiknya langsung dicopot lalu segera dikeringkan.
Ornamen pengapian tersebut termasuk komponen sensitif yang mudah rusak bila terkena banjir.
>>> Korosi Baterai Gegara Banjir Bisa Sebabkan Mobil Listrik Terbakar
3. Kosongkan tangki bensin
Selanjutnya Anda diharuskan menguras sisa bensin di mobil untuk dipindahkan terlebih dahulu ke tempat yang bersih.
Mobil yang menerobos banjir rentan terhadap bensin bercampur dengan air pada tangki bensin. Tangki bensin yang sudah kosong bisa mencegah dari karat dan korosi pada tangki bensin.
Bahaya jika sudah keropos, akan mengganggu sistem pengapian pada mobil.

Banjir menjadi momok menakutkan bagi pemilik kendaraan
4. Menetralkan tuas rem tangan
Tips mobil terkena banjir selanjutnya adalah memeriksa bagian tuas rem tangan pada mobil.
Rem tangan mobil erat kaitanya dengan kanvas rem. Bila tuas rem tangan tidak segera dinetralkan akan menyebabkan rem kanvas lengket dan berdampak pada kerusakan mobil yang cukup serius.
Sedangkan untuk mobil transmisi otomatis hanya perlu memindahkan persneling ke mode parkir. Walaupun terkesan sepele, menetralkan tuas rem tangan wajib dilakukan ya.
>>> Lulus Uji Ketahanan, Baterai Wuling Air EV Diklaim Anti Banjir dan Kebakaran
5. Keringkan panel dan lampu
Panel dan lampu mobil termasuk bagian yang pertama kali terendam banjir karena posisinya yang di bawah.
Cukup berisiko setelah menerjang banjir dan bagian tuas dan lampu tidak dicek kembali karena bagian ini masih terhubung dengan listrik.
Pembersihan secara detail dan pengeringan secara menyeluruh setelah mobil terobos banjir sangat penting sekali untuk menghindari risiko terjadinya korsleting listrik, lampu mati, dan mesin mobil mogok.
Benny menjelaskan, pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini, perlu lebih berhati-hati dalam berkendara terlebih ketika terjadi genangan banjir. Kondisi ini tidak dapat diprediksi sehingga bisa membawa banyak risiko dan kerugian.