Mobil FWD Susah Nanjak? Pahami Karakternya Agar Aman di Jalan

07/09/2021

Pengemudian

3 menit

Mobil FWD memiliki karakter tersendiri dan bukan hanya understeer sehingga membutuhkan pemahaman yang tepat oleh pengemudinya agar tidak mengalami masalah.

Kali ini masih membahas seputar stigma mobil FWD atau Front-Wheel Drive (mobil penggerak roda depan) yang divonis sulit menanjak jika dibandingkan dengan mobil lain (RWD atau sekalian AWD). Jangan heran jika kemudian beredar pernyataan bahwa mobil dengan sistem penggerak roda depan tidak akan kuat menanjak.

Hasilnya, mobil gerak roda depan selalu menjadi sasaran tembak soal ketidakmampuan melalui tanjakan. Sebenarnya, apa sih yang salah dengan mobil penganut gerak roda depan ini? 

Kesulitan Menanjak 

gambar tanjakan

Mobil penggerak roda depan kerap mengalami kesulitan saat menanjak

Sebelum lanjut pembahasan, mari kita sama-sama menyamakan pandangan lebih dahulu. Saat mobil menanjak, pengaruh gaya gravitasi bumi menyebabkan terjadi perpindahan distribusi berat kendaraan dari depan ke belakang. Alhasil tumpuan berat akan berada di bagian belakang mobil (sumbu roda belakang) sementara mobil FWD mengandalkan roda depan sebagai penggerak. 

Dengan demikian, boleh disebut grip maksimal berada di roda belakang sedangkan grip pada roda depan berkurang. Kondisi ini menyebabkan mobil FWD kehilangan traksi ban depan dan terjadi wheel spin (selip) sehingga mengalami kesulitan saat menanjak. Dan kemudian muncul stigma mobil FWD yang “gak kuat nanjak” dan menjadi mimpi buruk.

>>> Trik Ampuh Melewati Jalan Menanjak Saat Basah dan Licin

Kemampuan Menanjak

Pada dasarnya setiap pabrikan otomotif sudah merancang mobil dengan standar teknis yang berlaku secara global dan termasuk kemampuan menanjak. Pun termasuk mobil FWD yang kini merajai segmen pasar kendaraan penumpang mulai city car, hatchback, sedan, MPV, bahkan hiigga SUV dalam tataran global.

gambar menanjak

Setiap kendaraan memiliki kemampuan menanjak yang berbeda-beda 

Mengacu pada cartech.com, terdapat rumus spesifik untuk menghitung berapa kemampuan menanjak maksimal yang bisa dilewati oleh mobil dengan kecepatan konstan dan muatan normal sampai batas maksimal sesuai rekomendasi pabrikan.

Rumus ini memakai perbandingan antara gaya yang bekerja pada titik berat mobil dan gaya yang bekerja pada sistem penggerak mobil. Pada sisi lain, faktor lain seperti hambatan angin dan akselerasi diabaikan sehingga kendaraan bergerak secara lurus beraturan. Hasilnya, didapatkan bahwa mobil FWD dapat mendaki tanjakan dengan sudut maksimal sebesar 13,87o.

>>> Kendaraan Penggerak Roda Depan Gak Kuat Nanjak? Bisa Kok! Asal....

Faktor Jalan

Mengutip Akio Toyoda, presiden Toyota Motor Corporation (TMC), “Jalan yang menciptakan kendaraan”, maka pabrikan otomotif merancang setiap produknya sedemikian rupa dan menyesuaikan dengan kontur jalan.

Selanjutnya, produk tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan standar yang berlaku secara global. Pada sisi lain, pembuatan jalan tentunya memiliki standar tertentu yang mengacu standar yang berlaku secara global. Semisal sudut tanjakan, lebar jalan, dan rambu-rambu.

Faktor Pengemudi 

Mengikuti ungkapan “the man the behind the gun”, maka pengemudi menjadi titik pusat. Selaku pengendali kendaraan, pengemudi wajib mempunyai kesigapan melalui beragam kondisi jalan, kondisi perjalanan dan memiliki pengetahuan karakter mobil yang dikemudikan.

Jadi saat mengemudikan mobil penggerak roda depan dan menghadapi tanjakan curam, pengemudi sudah tahu langkah-langkah yang harus dilakukan. 

>>> Dapatkan harga mobil terbaru dan promo terbaik tahun 2021 di sini

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top