Mitsubishi Xpander Susah Nanjak karena FWD? Skill Sopir Juga Penting!

28/08/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Sulitnya Mitsubishi Xpander menanjak di Sitinjau Lauik dituding karena mengusung penggerak roda depan alias FWD. Tapi jangan salah, skill sopir juga penting!

Beberapa hari terakhir, nama Mitsubishi Xpander tengah menjadi bahan perbincangan hangat berkat aksinya 'ngedrift' di Tanjakan Sitinjau Lauik. Tanjakan Sitinjau Lauik memang cukup curam, bahkan disebut memiliki kemiringan hingga 45 derajat.

Terletak di perbatasan Padang-Solok, Sitinjau Lauik juga menguji keahlian sopir dalam berkendara. Tak jarang mobil harus mundur lagi karena tak kuat nanjak. Hal itu terlihat dalam unggahan video bertajuk 'Ngabuburit Seru, Live Mobil Xpander Ngedrift Sore Ini di Sitinjau Lauik' itu.

Mitsubishi Xpander

Ban Xpander sempat berputar di tempat saat mencoba menanjak

>>> Melihat Aksi Mitsubishi Xpander 'Ngedrift' di Tanjakan Sitinjau Lauik

Mitsubishi Xpander Sulit Nanjak karena FWD?

Dalam video yang telah ditonton ratusan ribu pasang mata itu terlihat Mitsubishi Xpander kesulitan untuk menanjak dan sempat melakukan beberapa kali percobaan hingga akhirnya berhasil. Selain Xpander, ada juga sederet kendaraan yang bersusah payah untuk menanjak sebelum akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan. 

Unggahan video tersebut tentu mengundang ragam reaksi dari warganet. Tak sedikit yang menyebut bahwa sulitnya Mitsubishi Xpander menanjak lantaran penggerak roda depan alias Front Wheel Drive (FWD) yang diusung. Bisa jadi hal itu benar adanya. Tapi tidak sedikit pula yang menyangsikan keahlian sopir dalam mengendarai mobilnya. 

"FWD agak ngos-ngosan ketika ditanjakan karena distribusi beban tidak rata. Di tanjakan distribusi beban pindah ke belakang sehingga ban depan kehilangan traksi. Apalagi kalau tanjakannya terjal, licin, dan basah," ungkap Director Training Safety Driving Defensive Consultant S(SDCI) Sony Susmana ketika dihubungi Cintamobil. 

Saat dilintasi Xpander, permukaan jalan tanjakan Sitinjau Lauik itu memang dalam keadaan basah dan sudah pasti licin. Pastinya sistem FWD cukup memberikan pengaruh sampai Xpander jadi kesulitan menanjak. Namun demikian yang tak kalah pentingnya adalah kemahiran sopir saat menghadapi jalan menanjak. 

Mitsubishi Xpander

Saat di tanjakan, sebaiknya tak mengambil sudut di bagian dalam

>>> Begini Cara Parkir Mobil Matic di Tanjakan Biar Tetap Aman

Kemampuan Berkendara Lebih Penting Dikuasai

Menurut Sony, sopir sudah semestinya memahami mobil sehingga kejadian serupa yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain jadi dapat terhindarkan. 

"Sebenarnya di video tersebut kalau paham FWD maka driver sebaiknya tidak mengambil sudut dalam di tanjakan karena pasti terjal, ikuti mobil Avanza yang melebar itu smart," beber Sony. 

Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa ketika mengemudi peran sopir untuk mengendalikan mobil amat besar. Sopir tak boleh hanya mengandalkan fitur yang ada. Sekalipun penggerak roda depan membuat mobil kesulitan menanjak, asalkan sang sopir memahami cara berkendara dengan baik tentu hal tersebut dapat dihindari. Mengendarai mobil di tanjakan membutuhkan teknik khusus. 

Terlebih jika mobil yang dikendarai bertransmisi manual. Kalau tanjakannya cukup curam dan disertai kelokan tajam, maka lebih baik gunakan gigi lebih rendah. Misalnya gigi 2, gigi 1 atau L untuk mobil matik, dan pastikan jangan menekan pedal gas terlalu dalam supaya ban malah tidak kehilangan traksi. Sebaiknya pertahankan rpm mesin di 3.000-4.000 saja.

"Tugas pengemudi itu paham kendaraan, ketika tahu ada kekurangan maka tugas ia juga melengkapi," sebut Sony. 

>>> Hill Start Assist, Fitur Anti Nyelonong Saat Di Jalanan Menanjak

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top