Menyetir Saat Hujan Abu Harus Lebih Waspada, Ini Sebabnya

04/03/2020

Pengemudian

5 menit

Menyetir Saat Hujan Abu Harus Lebih Waspada, Ini Sebabnya
Hujan abu saat ini sedang menyelimuti wilayah Boyolali, Solo, dan sekitarnya, menyetir saat hujan abu harus lebih waspada dan ternyata berpengaruh ke mesin

Gambar menunjukkan mobil tertutup abu saat hujan abu vulkanik

Abu vulkanik menyelimuti kendaraan

Saat ini wilayah Boyolali, Solo dan sekitarnya sedang dilanda hujan abu vulkanik. Saat hendak menyetir saat hujan abu vulkanik pengemudi harus lebih waspada, sebab bukan hanya keselamatan pengemudi yang utama, namun mesin mobil juga bisa terkena dampaknya. Hujan abu vulkanik "Sering terjadi di wilayah-wilayah lereng gunung yang masih aktif, sehingga ketika hal tersebut terjadi pengemudi terpaksa harus menerima resiko itu," papar Sonny Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI). Inilah hal yang harus diwaspadai ketika berkendara saat hujan abu:

1. Jarak Pandang Terbatas

Gambar menunjukkan menyetir saat hujan abu vulkanik

Jarak pandang jadi terbatas saat hujan abu

Untuk mengakali jarak pandang yang terbatas "Pengemudi dituntut untuk menjaga jarak dan kecepatan kendaraan, jangan pernah merasa kondisi lingkungan selalu aman, perhatikan rambu-rambu dan marka jalan. Sebab ketika marka tidak terlihat, jadikan obyek-obyek statis di pinggir jalan sebagai guide," ujar Sonny Susmana.

2. Kondisi Jalan Relatif Licin

Gambar menunjukkan jarak pandang yang terbatas saat hujan abu vulkanik

Abu vulkanik menyebabkan kondisi jalan jadi licin, maka berhati-hatilah

Saat hujan abu vulkanik, maka partikel-partikel debu yang halus akan memenuhi permukaan jalan yang berakibat jalan menjadi licin. "Hindari mengemudi agresif, lakukan akselerasi dan deselerasi secara halus, sehingga potensi selip dapat diminimalisir," lanjut Sonny sapaan akrab Sonny Susmana.

3. Udara yang Kotor

Gambar menunjukkan knop pengatur AC DFSK Glory 560 Type B

Tutup rapat jendela, nyalakan AC dan tutup sirkulasi agar udara luar tidak masuk 

Hujan abu vulkanik yang terjadi jelas membuat kebersihan udara menjadi menurun, untuk menanggulangi udara yang kotor maka tutup kaca jendela degan rapat lalu atur  AC ke mode sirkulasi indoor, sehingga kabin mobil selalu dalam kondisi bersih.

4. Lakukan Komunikasi (Gunakan Lampu)

Gambar menunjukkan Headlamp DFSK Glory 560 Type B

Karena abu vulkanik menganggu visibilitas maka gunakan lampu untuk berkomunikasi sesama pengemudi

Pandangan yang terbatas memaksa pengemudi harus menyalakan lampu penerangan, itu berfungsi tidak hanya sebagai alat pembantu visual, tapi juga sebagi tanda bagi pengemudi lain. "Dan jangan salah kaprah dengan menghidupkan lampu hazard," tambah Sonny yang dulu sempat aktif sebagai peslalom.

ABU VULKANIK JUGA BERBAHAYA BAGI MESIN

Gambar menunjukkan intake filter udara Daihatsu Ayla dan Toyota Agya

Sebelum menyetir saat hujan abu, baiknya jangan malas mengecek kondisi filter udara

Selain concern ke keselamatan berkendara, ternyata abu vulkanik juga bisa berbahaya bagi mesin. Sebab untuk dapat melakukan pembakaran, mesin juga membutuhkan pasokan udara (oksigen) dari luar, jika udaranya kotor dan lama kelamaan dibiarkan maka dapat menganggu proses pembakaran. Untuk itu jangan malas mengecek saringan udara sebelum menyetir saat hujan abu "sepanjang filter-filternya terawat dan baik kondisinya, harusnya enggak masalah," tutup Anjar Rosjadi, selaku Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor kepada Cintamobil.com.

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top