Kiat Menjaga Konsentrasi di Jalan saat Berpuasa

08/05/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Bagi Anda yang saat ini tengah berpuasa dan harus tetap beraktivitas sehari-hari penting untuk bisa menjaga konsentrasi di jalan.

Menjalani kegiatan sehari-hari pada saat berpuasa tentunya menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika kita harus berkendara. Badan yang lemas karena menahan lapar, kekurangan cairan karena menahan dahaga bisa mengurangi konsentrasi saat berkendara, sehingga berpotensi menurunkan faktor keamanan dalam berkendara.

Untuk itu, agar tetap aman dan nyaman, simak tipsnya di bawah ini dari Suzuki Indonesia kiat-kiat menjaga konsentrasi di jalan saat tengah menjalankan ibadah puasa.

>>> Sandaran Kepala Bukan Sekadar Pemanis Kursi Mobil

Gambar menunjukan Pengendara arogan

Jangan mudah terpancing emosi

1. Persiapan Sebelum Berkendara

Pentinga bagi Anda untuk bisa memperhitungkan jarak dan waktu yang akan ditempuh saat berkendara. Hal sederhana yang bisa diperhatikan ialah mempersiapkan kebutuhan untuk berbuka puasa setidaknya membawa air minum untuk sekedar membatlkan puasa. Jika perlu persiapkan juga makanan untuk berbuka, lalu untuk mengganggu konsentrasi berkendara, sebaiknya pengendara mencari tempat yang aman untuk berhenti sejenak.

2. Hindari Hal-hal yang Menyebabkan Kantuk

Hal yang sering terjadi saat berpuasa adalah munculnya rasa kantuk berlebih dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, bagi pengemudi mobil upayakan agar tidak menyetel suhu AC terlalu dingin karena udara dingin dapat menambah rasa kantuk. Hal lain yang tak kalah penting untuk mengurangi kantuk saat berkendara adalah dengan memperhatikan pola dan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur.

3. Pentingnya Konsentrasi

Konsentrasi merupakan hal yang penting ketika berkendara. Hal yang paling bisa menurunkan konsentrasi saat berkendara yakni rasa kantuk yang sangat teramat.  Jika saat Anda mengantuk saat tengah mengemudi sebaiknya jangan dipaksakan. Lebih baik menepi dan beristirahat sejenak sampai rasa kantuk sudah tidak ada lagi.

>>> Pria Ini Sulap Mobil Suzuki yang Terbakar Jadi Kendaraan Offroad

Gambar menunjukan Wanita berkendara

Pintar-pintarlah dalam mengatur emosi

4. Mengendalikan Diri

Kemacetan serta segala problematikanya termasuk pengemudi yang berkendara seenaknya kerap memancing emosi. Hal ini juga bisa berdampak pada turunnya konsentrasi Anda dalam berkendara. Maka dari itu penting untuk bisa mengendalikan diri sendiri dari situasi yang menyebalkan tersebut. Sehingga penting untuk mengendalikan diri dalam situasi tersebut. Ingat, esensi puasa itu sendiri adalah  proses melatih pengendalian diri.

5. Manfaatkan Teknologi

Yang tak kalah cerdasnya menjaga konsentrasi di jalan dengan memanfaatkan teknologi terkini seperti google maps, aplikasi waze, atau yang lainnya untuk mendapatkan rute yang paling cepat dan dekat, sehingga tenaga dan pikiran tidak terkuras karena jalanan yang macet.

“Mengemudi saat menjalankan puasa seringkali mempengaruhi fungsi kognitif dan memberikan efek pada pengemudi seperti lelah dan mengantuk sehingga dapat mengurangi konsentrasi. Kami harap kiat tersebut dapat diterapkan agar pengemudi tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan saat berkendara dalam keadaan berpuasa, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” kata Hariadi, Asst. to 4W, 2W & Marine Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales.

>>> Pemudik Ini Nekat ke Kampung Halaman dengan Berjalan Kaki

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top