Kupas Tuntas Seputar Ban RFT, Mahal Apa Layak Dibeli?

28/05/2021

Pengemudian

3 menit

Saat ini teknologi ban berkembang semakin canggih dan pesat sehingga kendaraan jaman sekarang cukup memakai ban RFT dan tidak lagi perlu membawa ban cadangan

Saat ini teknologi ban berkembang semakin canggih dan pesat sehingga memungkinkan kendaraan jaman sekarang tidak lagi membawa ban cadangan. Bukan lantaran ban yang terpasang pada mobil sudah dibekali ilmu kebal tusukan paku atau ranjau, melainkan karena kendaraan tersebut dilengkapi ban jenis run flat (RFT). Dengan demikian, Anda tetap bisa mengemudikan mobil dengan jarak dan  kecepatan  tertentu walau ban mengalami gejala kempis atau bocor agar dapat sampai ke tempat aman seperti bengkel untuk mengganti ban.  

RFT

RFT singkatan dari Run Flat Tyre atau ban run flat yang dikembangkan untuk menjamin keselamatan  pengemudi dan penumpang kendaraan pada saat ban mengalami masalah (seperti kempis) mendadak karena berbagai penyebab.

gambar ban

Semakin banyak mobil yang memakai ban RFT sebagai ban standar

Dengan demikian, mobil yang dilengkapi ban run flat masih bisa digunakan dengan aman pada jarak dan kecepatan tertentu walau ban sudah kempis. Sebagai contoh,  ban run flat Bridgestone dan Goodyear dapat dipakai dalam kondisi tekanan angin ban 0 (nol) sampai  sejauh 80 kilometer dengan kecepatan maksimum 80 km/jam.

Perkembangan RFT

Run Flat Tyre mulai muncul pertengahan dekade 1980-an dan diproduksi secara masal pertama kali oleh Bridgestone pada tahun 1987. Selain Bridgestone, pabrikan lain yang membuat ban dengan teknologi RFT antara lain Dunlop (Dunlop Self-Supporting Technology, DSST), Goodyear (ROF, Run On Flat atau EMT, Extended Mobility Technology) dan Michelin (PAX System).

gambar ban

Ban RFT mulai hadir medio tahun 1980-an dan teknologinya terus berkembang dengan pesat

Awalnya, ban run flat menjadi ban khusus yang dipasarkan untuk segmen pasar mobil tertentu. Namun sejalan perkembangan kebutuhan, semakin banyak pabrikan ban yang menerapkan teknologi  run flat untuk ban standar. Dengan demikian, ban run flat sudah menjadi ban standar untuk beragam mobil, tidak lagi dimonopoli oleh mobil mewah. 

>>> TNI AD Kembangkan Ban Tanpa Udara Antikempes Sekaligus Antipeluru!

Konstruksi RFT

Secara umum ada dua jenis konstruksi ban run flat;  self supporting system dan  support ring system. Pada ban run flat yang menganut konstruksi self supporting system dilengkapi  dinding samping bagian dalam (inside sidewall) yang diperkuat (keras) untuk mendukung mobilitas kendaraan dengan jarak dan kecepatan tertentu ketika ban mengalami kehilangan tekanan angin secara mendadak (tertusuk benda tajam) atau gradual (kebocoran).

gambar ban

Ban RFT jenis self supporting system, memiliki dinding samping (sidewall) yang kokoh

Salah satu keluhan terkait  pemakaian ban run flat dengan konstruksi self supporting system adalah peredaman yang terasa keras. Sejumlah pabrikan mobil melakukan fine tuning pada sistem suspensi sebagai kompromi agar tidak mengorbankan kenyamanan. Produsen ban run flat dengan konstruksi self supporting system antara lain Bridgestone, Dunlop dan Goodyear.  

gambar ban

Ban RFT jenis support ring system dilengkapi sejenis cincin pada bagian tengah velg

Sedangkan ban run flat dengan konstruksi support ring system memiliki semacam cincin yang terpasang pada bagian tengah velg untuk menopang bobot kendaraan saat ban kempis karena kehabisan tekanan angin. Selain itu pada  bagian luar velg terdapat semacam pengunci agar ban tidak terlepas dari velg. Umumnya, ban run flat jenis support ring system ini digunakan pada kendaraan berat seperti kendaraan militer (mobil patroli, mobil lapis baja, panser) sehingga ketika ban hancur akibat tembakan peluru atau serangan musuh, masih bisa mundur dengan aman.

Foto ban dan velg Nissan Kicks

Kalau pakai ban RFT enggak perlu khawatir ban kempis, karena masih bisa jalan

Sebagai catatan, ban run flat dengan support ring system butuh perawatan berkala untuk memastikan semua bagian penting seperti cincin,  velg dan pengunci ban selalu berada dalam kondisi prima. Ban run flat model support ring system salah satunya diproduksi oleh Michelin dengan nama PAX System. Boleh jadi karena konstruksi rumit dan butuh perawatan khusus, jarang ada yang membuat ban run flat model support ring system.  

gambar tpms

TPMS menjadi perangkat pendukung pemakaian ban RFT

Pada sisi lain, ban run flat membutuhkan dukungan perangkat khusus berupa Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) yang memberi tahu Anda secara langsung jika ada  ban yang  mengalami kehilangan tekanan angin. Berbekal informasi penting dari TPMS, pengemudi dapat memutuskan langkah selanjutnya seperti membawa mobil ke bengkel untuk perbaikan atau langkah lainnya tanpa harus menunggu ban kempis total.  

Pemakaian RFT di Indonesia

Di Indonesia, ban RFT sudah cukup lama digunakan  oleh beberapa merek  mobil kelas premium. Pelopor pertamanya adalah BMW yang mulai tahun 2014 melengkapi seluruh lini produknya  di Indonesia dengan  ban run flat sebagai ban standar (kecuali untuk mobil performa tinggi). Kemudian menyusul pabrikan mobil lainnya.  

Regulasi RFT di Indonesia 

Pada dasarnya, setiap mobil yang dipasarkan di Indonesia harus dilengkapi dengan ban serep dan kewajiban tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Sejalan dengan perkembangan teknologi ban, semakin banyak pabrikan mobil yang tidak lagi menyertakan ban cadangan karena  ban yang terpasang sudah dilengkapi teknologi Run Flat Tire (RFT). Terkait penggunaan ban RFT pada mobil-mobil yang beredar di Indonesia, sudah ada kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, pasal 14, sebagai berikut; 

(1) Ban cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf g dan Pasal 12 ayat (1) huruf g dapat diganti dengan penggunaan teknologi pengganti fungsi ban cadangan. 
(2) Pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:
a. Run flat tire yang dilengkapi dengan indikator tekanan ban; 
b. Tire repair kit; atau 
c. Teknologi lain. 
(3) Pengganti fungsi ban cadangan sebagimana dimaksud pada ayat (2) harus dilengkapi petunjuk penggunaan di jalan. 
(4) Kendaraan yang menggunakan pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat tidak dilengkapi dongkrak dan alat pembuka roda. 

>>> Ini Sederet Keuntungan Ban RFT

Penulis
Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.
 
back to top