Mengenal Lebih Jauh ‘Penggerak Semua Roda Jerman’, Teknologi BMW xDrive

06/07/2019

Pengemudian

3 menit

Mercedes memiliki 4Matic, Audi memiliki Quattro, dan BMW memiliki xDrive. Semuanya adalah nama untuk teknologi all-wheel-drive. Mulai dari X3, X4, hingga yang terbaru M850i Coupe, mari kita bedah apa saja yang ditawarkan teknologi BMW xDrive pada kendaraan.

Di luar negeri, BMW tidak hanya menawarkan teknologi xDrive pada lini SUV-nya, seperti X1, X3, X4, hingga X7, tetapi juga model sedan dan estate seperti Seri 3 dan Seri 5. Di Indonesia sendiri, teknologi BMW xDrive bisa ditemukan pada beberapa lini SUV Seri X serta BMW Seri 8 Coupe guna membantu efektifnya keluaran kekuatan luar biasa dari mesin.

BMW Seri 3 berwarna biru

Sistem xDrive membantu mobil ketika berkendara di jalanan licin

Penggunaan teknologi xDrive 4x4 oleh BMW awalnya sedikit kontroversial di antara penikmat sejati BMW sebagai hasil dari filosofi tradisional ‘Ultimate Driving Machine” penyuka penggerak roda belakang dan distribusi berat 50/50. Mayoritas lini produk BMW hadir dengan varian xDrive, sedangkan sebagian penggemar dan pelanggan bisa menghargai manfaat yang dibawanya.

>>> Jadi Desain Khas BMW, Darimana Asal Desain Gril Kidney Milik BMW?

Apa itu xDrive?

xDrive digolongkan sebagai ‘all-wheel drive’. Dalam sistem standar selama mengemudi normal, 40% daya dikirim ke roda depan dan 60% dikirim ke belakang. Kemudian, ketika sensor mendeteksi selip pada roda, daya bisa dialihkan ke depan, ke belakang, atau ke salah satu roda untuk membantu memaksimalkan cengkraman dan menjaga mobil tetap stabil.

Hasil ini seharusnya membuat teknologi BMW xDrive mencengkram jalan lebih baik berkat kemungkinan yang lebih kecil untuk kehilangan traksi yang diinginkan ketika melewati tikungan, ketika melakukan maneuver tiba-tiba, atau melewati jalanan dengan daya cengkram lemah, termasuk off-road.

>>> Temukan informasi seputar teknologi otomotif terlengkap disini

ilustrasi rangka BMW dalam menggunakan sistem BMW xDrive

Sistem xDrive secara otomatis menyalurkan tenaga ke roda yang ditentukan

Banyak sistem penggerak semua roda dioperasikan secara hidrolik. Tetapi xDrive menggunakan kopling multi-cakram yang dikontrol secara elektronik yang lebih ringan dan dapat mendistribusikan daya lebih cepat. Dalam kondisi ekstrem, hampir 100 persen daya mesin dapat dikirim ke gandar dalam 0,1 detik - proses ini terus-menerus dipantau dan diadaptasi oleh sistem perangkat lunak dan sensor Dynamic Stability Control (DSC) BMW.

>>> Dapatkan semua mobil BMW dengan penawaran menarik hanya di sini

Pada versi performa BMW, xDrive dapat diatur untuk mengirim daya terutama ke roda belakang, hanya mendistribusikannya ke depan ketika terjadi selip pada roda. Sistem ini meniru karakteristik penanganan penggerak roda belakang tradisional yang telah digunakan BMW dari dulu sambil memastikan bahwa mobil-mobil itu dapat mengatasi daya tinggi dan keluaran torsi yang ditawarkan.

Dengan penggerak empat roda, Anda tidak perlu terlalu khawatir kehilangan cengkraman ban pada permukaan yang licin, bahkan pada medan off-road yang rumit. Jika Anda menginginkan BMW yang dapat berkendara di medan off-road, teknologi BMW xDrive pada X5 dan X7 menawarkan rasa aman yang lebih besar daripada rekan-rekan penggerak roda roda lainnya.

>>> Dapatkan semua mobil BMW dengan penawaran menarik hanya di sini

Lihat lagi review BMW M850i Coupe dari Cintamobil.TV

Tapi satu hal yang harus Anda terima dari teknologi BMW xDrive adalah hilangnya efisiensi. Memang cukup signifikan. Namun bagi sebagian orang, bahan bakar yang lebih boros menjadi harga kecil yang harus dibayar untuk keunggulan berkendara dalam cuaca buruk.  

>>> Baca tips Cintamobil.com lainnya hanya ada di sini!

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top