Mengapa Kita Harus Mengurangi Kecepatan Saat Hujan Baru Turun? Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya

25/11/2018

Pengemudian

4 menit

Mengapa Kita Harus Mengurangi Kecepatan Saat Hujan Baru Turun? Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya
Hujan bisa menjadi momok menakutkan bagi pengemudi, mengapa kita harus mengurangi kecepatan saat hujan baru turun? Ternyata ada alasan ilmiahnya.

Tampak Ban Mobil F1 Keluaran Bridgestone

Bahkan mobil balap wahid sekelas Formula 1 pun, memiliki ban dengan kompon berbeda untuk melaju dijalan basah maupu kering

Banyak yang bilang saat terjadi hujan baru saja turun kita harus mengurangi kecepatan agar terhindar dari malapetaka. Banyak kecelakaan yang jadi contoh akibat hujan lebat, aquaplanning adalah kejadian yang sering menjadi kambing hitam. Tapi tidak pernah ada yang menjelaskan secara ilmiah mengapa kita harus mengurangi kecepatan saat hujan baru turun? Ini alasan ilmiahnya.

>>> Jangan sampai celaka ya, begini cara menyesuaikan tekanan angin dengan benar

Tampak sebuah Toyota Limo melewati jalan basah

Efek aquaplanning harus dihindari oleh setiap pengemudi dan untuk meminimalkan resiko harus mengurangi kecepatan

“Saat dijalan, nyawa kita hanya bergantung pada satu jengkal tangan,” papar Andri Heryadi, Chief Training and Product Evaluation, PT Bridgestone Tire Indonesia kepada Cintamobil.com. Enggak percaya, coba Anda ukur telapak ban dengan menggunakan tangan, sudah pasti rata-rata ban yang digunakan pada mobil Anda hanya selebar telapak tangan Anda.

Tampak alur kembangan atau groove ban Bridgestone

Setiap ban memiliki alur yang berfungsi ganda, yaitu meningkatkan daya cengkram dan membuang atau mengalirkan air

Pria yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat ini juga menjelaskan, bahwa saat hujan lebat terjadi memang efek aquaplanning yang dihindari jika kita jalan perlahan. Namun, yang terpenting adalah kemampuan ban dalam menyeka air yang ada dibawahnya. “Jadi kembangan ban itu memang dirancang untuk memiliki kemampuan dalam menyeka (menyapu) air,” tambah pria berbadan subur nan sehat ini.

Tampak sebuah mobil Honda City i-DSi 2006 milik Bridgestone

Saat trek hitam manis alias basah - kering, justru hal tersebut yang sangat berbahaya bagi ban

Pria berjenggot rapi ini juga berujar kepada Cintamobil.com bahwa ada perbedaan karakteristik ban untuk kendaraan berat seperti truk dan bus dengan ban untuk mobil penumpang macam MPV, SUV, Sedan, dan lainnya. “Kalau ban yang khusus dikembangkan untuk mobil, air yang ada pada permukaan jalannya dialirkan kebelakang, kalau ban untuk bus dan truk, airnya dibelah ke kanan dan kiri,” ujarnya kepada Tim Cintamobil.com

>>> Tertarik membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Informasi lebih lanjut klik di sini

Tampak ban Bridgestone Potenza RE040 terpasang di Daihatsu Myvi 1.5 Sport

Ban dalam kondisi baru jelas memiliki cengkaraman yang lebih maksimal terhadap permukaan jalan

Lalu mengapa harus mengurangi kecepatan saat hujan lebat? “Saat hujan lebat, permukaan jalan menjadi lebih licin dari biasanya, dan juga ban memiliki waktu sepersekian detik untuk menyesuaikan diri dari permukaan jalan kering ke basah, karena ban itu terbuat dari karet nan fleksibel. So, makanya harus mengurangi kecepatan agar selamat,” tukasnya usai menyampaikan materi ASEAN NCAP beberapa waktu lalu.

>>> Pecah ban saat mobil sedang berjalan? Jangan panik, ini yang harus Anda lakukan

Tampak sebuah mobil Honda City i-DSi 2006 menabrak tumpukan karton

Dengan mengurangi kecepatan, tentunya akan meminimalisir dampak tabrakan seperti ini

Tidak hanya dimobil saja, pada kendaraan roda dua juga berlaku hal yang sama. “Ada baiknya saat hujan baru turun, kita mengurangi kecepatan hingga 30%, karena jalan menjadi lebih licin 30% dari biasanya. Jadi, jika kita melaju 100 km/jam segera kurangi menjadi 70 km/jam. Begitupula saat kita melaju 70 km/jam, segera kurangi menjadi 50 km/jam,” papar Joel Daksa Mastana, Trainer dari Motorcycle Academy Indonesia. Jadi itulah alasan mengapa kita harus mengurangi kecepatan saat hujan baru turun. 

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top