Memahami Cara RaceChip Indonesia Upgrade Potensi Performa Mesin Mobil Berturbo

08/01/2020

Pengemudian

4 menit

Memahami Cara RaceChip Indonesia Upgrade Potensi Performa Mesin Mobil Berturbo
Penggunaan produk tuning box dari RaceChip Indonesia menjadi salah satu solusi instan untuk meningkatkan tenaga mesin turbo bensin dan diesel. Seberapa efektifkah cara ini?

RaceChip Indonesia

Untuk urusan meningkatkan tenaga mesin di mobil memang bergantung terhadap pendekatan yang ingin dilakukan. Ada yang fokus terhadap upgrade dari sisi komponen mesin, atau optimalisasi dari sistem software alias ECU mesin. Nah untuk optimalisasi sistem ECU mesin, biasanya melalui cara remapping ECU atau menggunakan produk tuning box.

Tuning box menjadi salah satu cara yang lebih diminati konsumen untuk meningkatkan tenaga secara instan. Salah satu produk tuning box yang populer di kancah otomotif Indonesia adalah RaceChip. Brand aftermarket asal Jerman ini lahir pada tahun 2008 oleh Manuel Götz dan Daniel Götz, dan fokus pada penggunaan produk tuning box untuk mesin turbo bensin modern dan turbo-diesel commonrail, serta kini berkembang dengan merilis produk throttle control.

Gambar menunjukkan management RaceChip Indonesia

Produk RaceChip Chiptuning masuk ke Indonesia melalui RaceChip Indonesia 

>>> Tahun baru mobil baru? Temukan pilihannya di sini

RaceChip masuk ke Indonesia melalui RaceChip Indonesia, yang mana saat ini sudah tersedia di beberapa kota besar. Untuk area Jakarta bisa didapat di dealer RaceChip Jakarta yang berlokasi di bengkel Jakarta Ban di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Dan baru-baru ini, RaceChip Indonesia juga merambah pasar Tangerang dan Banten dengan menggandeng Belfa Auto sebagai salah satu cabang dealer resmi mereka. Belfa Auto sendiri berlokasi di Bursa Mobil Summarecon Blok G16-18, Serpong, Tangerang Selatan. 

Keunggulan tuning box RaceChip dibandingkan metode remapping ECU adalah terkait keamanan mesin. Jika Remapping ECU seringkali sampai membongkar dan merombak data ECU mesin, maka tuning box lebih bersifat plug and play serta bertugas memaksimalkan informasi antara mesin dan ECU. 

“Secara batas aman peningkatan tenaga menggunakan RaceChip berada di range 20-30%, dimana di Jerman RaceChip sudah lulus sertifikasi TÜV (Technischer Überwachungsverein). Target pengguna dari RaceChip sendiri lebih kepada pengguna mainstream, yang ingin merasakan performa lebih baik tapi tetap ingin garansi aman, pemasangan sederhana, dan harga lebih affordable,” jelas Renaldi Hutasoit, Principal RaceChip Indonesia.

Gambar menunjukkan sebuah mesin yang ada RaceChip RS di pasar Indonesia

Tuning box RaceChip bersifat plug & play sehingga relatif lebih aman dibandingkan remapping ECU

Untuk “memaksimalkan” hal tersebut, tuning box RaceChip akan memanipulasi data parameter dari dan ke ECU mesin sesuai "parameter" RaceChip. Parameter ini didapat berdasarkan riset RaceChip sesuai spesifikasi mesin sekaligus kondisi di negara tersebut. Selain itu, RaceChip juga dibatasi secara kemampuan agar tidak melewati batas “safe mode” sampai ke check engine light sesuai pabrikan. 

“Untuk mesin diesel, RaceChip akan mengatur lebih kepada debit solar (suplai bahan bakar) dan boost turbocharger untuk mesin diesel commonrail yang lebih mutakhir. Sedangkan di mesin turbo untuk bensin lebih fokus mengatur boost turbocharger. Contoh di Toyota Kijang Innova, mesin diesel 2GD-FTV yang semula bertenaga 149 hp kini menjadi 181hp, dan torsi setelah dipasang RaceChip kini menjadi 477Nm. Tapi peak power di-set untuk bisa diraih di 2.000-3.000 rpm, karena rentang rpm ini yang lebih sering dicapai dalam kondisi jalanan sehari-hari,” tambah Renaldi Hutasoit.

>>> Temukan tips mengemudi lainnya di sini

Pilihan Produk RaceChip Indonesia Saat Ini

Gambar menunjukkan beberapa produk RaceChip Indonesia

Tiga versi tuning box RaceChip yang bisa dibeli di Indonesia

Saat ini tuning box RaceChip tersedia dalam 4 pilihan produk, yakni RaceChip S, RaceChip RS, RaceChip GTS, dan RaceChip GTS Black. Masing-masing tipe tuning box memiliki keunggulan tersendiri, dan tingkat kenaikan performa yang berbeda-beda.

“Paling simple yakni RaceChip S itu dibanderol di kisaran Rp3 jutaan. Untuk penggunaan sehari-hari ada RaceChip RS sekitar Rp4.5 juta, dan RaceChip GTS sekitar Rp9.5 juta yang memiliki display digital di modul. Sedangkan untuk RaceChip GTS Black yang full performance dengan penggunaan di level supercar, berada di kisaran Rp12-14 jutaan,” terang Renaldi Hutasoit.

Gambar menunjukkan fitur RaceChip apps

RaceChip Apps bisa digunakan untuk mengontrol tuning mapping pada RaceChip RS hingga GTS Black

Khusus untuk RaceChip RS hingga GTS Black, RaceChip Chiptuning menyediakan apps khusus dimana konsumen bisa melakukan individual tuning untuk masing-masing settingan tuning mapping yang diberikan. Untuk tipe RaceChip S memiliki 5 tuning mapping, RaceChip RS 6 tuning mapping, dan RaceChip GTS maupun GTS Black sama-sama memiliki 7 tuning mapping. Setting tuning mapping ini juga bisa di-set mengikuti mode Efficiency, Sport, dan Race.

RaceChip Indonesia menjamin setiap produk tuning box RaceChip yang dijual sudah termasuk garansi selama 2 tahun. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi RaceChip Indonesia di instagram @racechip_store dan kontak di 08111072700 & 081218904140.

>>> Berita otomotif terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

 
back to top