Melihat Aksi Mitsubishi Xpander 'Ngedrift' di Tanjakan Sitinjau Lauik

24/08/2021

Pengemudian

3 menit

Aksi Mitsubishi Xpander 'ngedrift' saat tak kuat nanjak di Sitinjau Lauik tengah ramah jadi perbincangan. Keahlian mengemudi sopir pun turut menjadi sorotan.

Aksi Mitsubishi Xpander 'ngedrift' di tanjakan Sitinjau Lauik tengah ramai jadi bahan perbincangan di dunia maya. Sebenarnya ini bukan kejadian baru, melainkan sudah tiga bulan yang lalu. Adalah akun Youtube Sitinjau Lauik Truck Video yang pertama kali mengabadikan momen tersebut di tanjakan bernama Sitinjau Lauik tersebut. 

Dalam video yang diunggah pada April 2021 itu tampak sederet kendaraan mengalami kesulitan untuk melanjutkan perjalanannya saat melintas di tanjakan. Mulai dari truk, pick-up, sampai Mitsubishi Xpander yang terlihat tak kuat menanjak dan harus kembali turun saat percobaan pertama. 

Mitsubishi Xpander

Percobaan pertama Xpander menanjak terlihat gagal

>>> Nyetir Mobil Matik di Tanjakan? Simak Tipsnya Biar Aman

Mitsubishi Xpander Sempat Terlihat Sulit Menanjak

Setelah Mitsubishi Xpander turun dan berusaha melakukan percobaan menanjak kedua, yang terjadi justru mobil terlihat ngedrift. Hingga akhirnya si sopir mundur kembali hingga berhasil menanjak.

Unggahan yang telah ditonton hingga ratusan ribu kali itu tentu menarik perhatian bagi para pencinta otomotif. Kolom komentar pun dipenuhi dengan tanggapan kepada sopir yang dinilai kurang ahli dalam mengendarai Mitsubishi Xpander. 

Tak cuma itu, sistem penggerak roda depan yang diusung Xpander juga menjadi sorotan. Mobil dengan penggerak roda depan alias Front Wheel Drive (FWD) memang kerap diidentikan dengan sulit menanjak. Tapi yang tak boleh dikesampingkan juga adalah keahlian pengemudi dalam mengendarai mobilnya. 

Mitsubishi Xpander

Mobil terkesan 'ngedrift' karena roda hanya berputar di tempat dan sulit menanjak

Mengutip laman Auto2000, mengendarai di tanjakan membutuhkan teknik khusus. Terlebih jika mobil yang dikendarai bertransmisi manual. Ketika menghadapi jalan menanjak, maka jika Anda sebagai pengemudi sebaiknya gunakan gigi rendah.

Jika jalan yang akan dilalui masih cukup landai, maka ketika mengemudi di tanjakan geser tuas transmisi ke posisi gigi 3, baik untuk mobil transmisi otomatis atau manual.

>>> 10 Keunggulan Mitsubishi Xpander Ini Cocok Buat Pengemudi Pemula

Kuasai Teknik Mengemudi di Tanjakan

Sementara kalau tanjakannya cukup curam dan disertai kelokan tajam, maka lebih baik gunakan gigi lebih rendah. Misalnya gigi 2, gigi 1 atau L untuk mobil matik, dan pastikan jangan menekan pedal gas terlalu dalam supaya ban malah tidak kehilangan traksi. Sebaiknya pertahankan rpm mesin di 3.000-4.000 saja.

Tak lupa ketika mengemudi di tanjakan, perhatikan pula kondisi jalan yang dilewati, terutama bila jalur yang dilalui kondisinya licin akibat hujan atau cukup ramai sehingga kesulitan menjaga momentum.

Menginjak kopling dan rem secara bersamaan

Penting untuk menguasai teknik berkendara di tanjakan

Tidak perlu panik saat menjelang akhir jalur pendakian mobil semakin kehilangan tenaga. Segera turunkan posisi gigi secara halus untuk kembali mendapatkan tenaga untuk menanjak. 

Walaupun kerap disebut sulit menanjak, nyatanya mobil dengan penggerak roda depan seperti Mitsubishi Xpander justru lebih irit konsumsi bahan bakarnya. Dari penerapan roda penggerak depan, berat mobil akan berkurang drastis karena absennya transmisi dan poros gardan yang menyalurkan tenaga ke roda belakang. Maka dari itu, mobil menjadi lebih ringan dan mampu memberi dampak lebih terhadap konsumsi bahan bakar.

>>> Begini Tips Mengemudi Hemat Konsumsi BBM Xpander

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top