KNKT: Supir Bus Dan Truk Harus Paham Cara Mengerem yang Benar

03/07/2021

Pengemudian

3 menit

Menurut Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) para supir bus maupun pengemudi truk harus memahami cara melakukan pengereman yang benar, ini alasannya

Kenapa sih supir bus dan pengemudi truk harus memahami mengenai sistem rem dan cara menggunakan rem dengan benar? Sebelum itu, mari kita lihat bagaimana seorang pilot yang bertanggung jawab atas pesawatnya dan masinis yang harus memahami sistem rem dan cara mengerem dengan baik di pesawat dan di kereta api.

Pengereman Pesawat Selalu Aman

Sebagai informasi sebuah pesawat pada saat di atas kecepatannya bisa mencapai 800 km/jam. "Pada saat akan landing maka kecepatannya diturunkan pertama kali dengan spoiler yang berfungsi sebgai airbrake untuk mengurangi daya dorong pesawat," buka Ahmad Wildan selaku Senior Investigator KNKT yang menjelaskan tentang hal ini kepada tim Cintamobil.com saat acara Bimbingan Teknis Pengereman yang diadakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Gambar pesawat Garuda sedang landing

Saat menyentuh tanah, kecepatan pesawat sekitar 300 km/jam

Sistem pengereman pesawat berikutnya adalah Flap yang sama fungsinyanya yaitu sebgai airbrake untuk menciptakan hambatan udara, "Pada saat pilot menggunakan Flap maka kecepatan pesawat (bisa) turun drastis atau stall hingga mencapai 300 km/jam. Dan sesaat sebelum pesawat menyentuh landasan (touch down) landing gear (roda pesawat) diturunkan," tambah Wildan sapaan akrab Ahmad Wildan ini.

Gambar pesawat Garuda persiapan landing

Ada beberapa tahapan yang dilakukan pilot saat hendak melakukan deselerasi pesawat

"Saat landing gear touchdown maka diaktifkan apa yang disebut Reverse Thrust yaitu mesin jet yang berfungsi mendorong berlawanan arah dengan lajunya pesawat, hingga kecepatan pesawat hanya bersisa antara 20 hingga 30 km/jam, baru deh diaktifkan autobrake yaitu rem pesawat yang sistemnya adalah Full Hydrolik Brake sama persis dengan rem mobil kecil," lanjut Wildan yang asli wong Tegal, Jawa Tengah.

Demikian Juga Dengan Kereta

Lebih lanjut, pria yang suka touring naik motor ini juga menambahkan, "Sementara sebuah kereta api yang terdiri dari 12 rangkaian gerbong, pada kecepatan 90 km/jam dilakukan pengereman, maka kereta akan berhenti pada jarak 1,2 kilometer. Masinis harus paham hal ini. sebab sistem rem kereta api menggunakan sistem Full Air Brake yang cara kerjanya dengan mengosongkan tekanan angin pada brake chamber yang akan mengunci roda kereta," jelasnya.

Gambar kereta api dan panorama alam

Ujian seorang masinis jauh lebih berat dari supir bus dan truk

Sekadar informasi, rem kereta diuji dengan melakukan test di rel dimana pada saat dioperasikan dalam keadaan kosong dan direm, "Saat melakukan pengereman, intinya roda kereta tidak boleh berhenti sekalipun dilock, karena jika berhenti maka gesekan roda dan rel akan menyebabkan roda kereta berubah bentuk karena panas yang ditimbulkan," lanjut pria kelahiran 52 tahun yang lalu ini.

Gambar Kereta Api

Masinis harus tahu cara ngerem yang baik

Jadi jangan heran, kereta memang tidak didesain untuk rodanya mengunci dan berhenti dengan baik karena disipasi energinya terlalu besar atau panas yang dihasilkan saat direm terlalu besar. Sehingga dispasi energi tersebut dikhawatirkan dapat mengubah bentuk roda kereta yang memang terbuat dari besi. Anda bisa bayangkan bukan? Kereta bodinya terbuat dari besi, hingga sistem kaki-kakinya bahkan relnya.

>>> Bismania Musti Baca! Inilah Sistem Kemudi Bus dan Truk

Itulah Mengapa Supir Bus & Truk Harus Paham Tata Cara Pengereman

"Supir bus dan pengemudi truk juga harus memahami bahwa sistem rem pada bus dan truk itu mirip dengan di pesawat dan kereta, ada faktor disipasi energi yang harus dihindari. Oleh sebab itu prosedur pengereman bus dan truk di jalan menurun bukan dengan menggunakan rem utama atau service brake (rem pedal) melainkan dengan engine brake dan exhaust brake," tambah pemukim di bilangan Serpong, BSD ini.

Foto pelatihan pengereman supir truk oleh BPTJ

Enggak hanya nyetir, pengemudi harus paham cara menggunakan rem

Saat ini di jalan banyak terjadi kasus rem blong karena sebagian besar supir bus dan truk tidak memahami prosedur ini, "Sementara pilot dan masinis sudah pasti tahu pada saat ambil lisensi dan selalu diulang (recurrent) pada periode tertentu agar tidak lupa," kata pengguna kendaraan dinas Nissan X-Trail T31 ini. Menurut Wildan, karangan utama pada saat sopir bus dan truk melalui jalan menurun ada tiga hal :

  1. Menginjak pedal gas

  2. Menginjak pedal rem

  3. Menginjak pedal kopling

Foto truk Hino Ranger 500 Duta Trans

Dengan skill mumpuni, bukan tak mungkin kecelakaan akibat rem blong sudah nihil di kemudian hari

"Kaki supir bus dan pengemudi truk harus free dan konsentrasi ke exhaust brake dan jarum takometer, pertahankan jarum rpm berada di zona putih. Knowledge ini harus dipahami oleh pengemudi agar tidak terjadi kesalahan yang berujung kecelakaan fatal," tutup Wildan yang juga senang minum kopi untuk menjaga stamina ini.

>>> Bagian Ban Dan Rem Ini Harus Dicek Supir Truk Sebelum Jalan

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif. Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia. Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar. Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat. Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini. Education 2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting 2006 - 2009 54 Senior High School 2003 - 2006 109 Junior High School Experience 2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia 2018 Content Writer Cintamobil.com 2019 Senior Content Writer Cintamobil.com 2021 Managing Editor Cintamobil.com Awards 2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana 2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik 2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top