Kendaraan Pribadi Menggunakan Strobo? Siap-Siap Berurusan dengan Polisi

13/10/2018

Pengemudian
Terkadang pemilik kendaraan suka memberikan modifikasi seenaknya, seperti memasang strobo atau lampu rotator. Tapi jangan sekali-kali memasang untuk kendaraan pribadi Anda jika tidak ingin berurusan dengan pihak Kepolisian.

Memang menggunakan strobo atau lampu rotator merupakan salah modifikasi paling mentereng dan menunjukan eksistensi berkendara di jalanan. Namun ketika digunakan untuk kendaraan pribadi, hati-hati Anda bisa diberhentikan oleh polisi di jalan. Apa pasal?

Ternyata penggunaan lampu rotator selama ini harus memiliki persyaratan dan mematuhi peraturan berkendara. Tidak boleh dipakai sembarangan, apalagi ketika dinyalakan. Ada kondisi-kondisi tertentu serta kendaraan khusus yang bisa memakai lampu rotator.

>>> Harga BBM Non Subsidi Naik, Inilah Lima Tips Berkendara Efisien

Gambar yang menunjukan ambulans yang sedang melaju pada kecepatan tinggi

Hanya kendaraan tertentu yang diperbolehkan menggunakan lampu rotator atau strobo

Bagi pengemudi yang ingin menggunakan lampu rotator atau strobo, pemasangan pada kendaraan juga harus sesuai dengan pasal 59 UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam peraturan dijelaskan bahwa,

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna:

  1. merah;
  2. biru; dan
  3. kuning

>>> Baca juga: Review Chevrolet Colorado High Country Storm 2019

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana di maksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

  1. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  2. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
  3. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

​​>>> Dapatkan beragam pilihan mobil diesel terbaik hanya di Cintamobil

Gambar yang menunjukan polisi menilang pengguna lampu rotator

Polisi bisa menindak pengemudi yang menggunakan lampu rotator

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Untuk itu, jika ada kendaraan pribadi maupun tanpa alasan sesuai dengan peraturan menggunakan strobo atau lampu rotator, pihak Kepolisian bisa dengan mudah memberlakukan tilang terhadap kendaraan tersebut. Karena itu, perhatikan lagi peraturan-peraturan di jalanan, ya guys!

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top