Kelihatan Sederhana, Beli BBM Harus Pakai Perhitungan Tepat

26/12/2018

Pengemudian

4 menit

Share this post:
Kelihatan Sederhana, Beli BBM Harus Pakai Perhitungan Tepat
Pembeli bisa memilih pakai hitungan liter atau uang saat mengisi BBM di SPBU. Meski kelihatan sederhana, tapi hal ini memerlukan perhitungan tepat sebab masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Aktifitas mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) bagi pemilik kendaraan sudah menjadi hal biasa dan tak ada yang istimewa hingga seperti tak ada yang perlu dibahas. Tapi tunggu, meski kelihatan sederhana ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Selain berbagai aturan pengisian bahan bakar yang dianjurkan seperti mematikan mesin, tidak bermain HP, tidak merokok dan yang lain, ada satu perilaku pembelian yang layak diperhatikan.

Foto mobil antre isi BBM di SPBU

Aktiftas mengisi BBM bukan hal istimewa

Biasanya pembeli akan memilih antara membeli dengan hitungan uang seperti Rp 100.000, Rp 50.000 dan yang lain, atau membeli dengan hitungan liter BBM seperti 10 liter, 20 liter dan yang lain. Pembeli tinggal memilih salah satu diantara dua pilihan tersebut, maka petugas akan segera mengisikan BBM ke tangki kendaraan. Meski kelihatan sederhana ada hal yang perlu diperhatikan sebab masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

>>> Harga BBM Non Subsidi Naik, Inilah Lima Tips Berkendara Efisien

Menurut penuturan salah satu petugas SPBU di kawasan Ungaran, Jawa Tengah yang dihubungi Cintamobil.com, kebanyakan pengendara memilih membeli BBM dengan hitungan uang. Alasannya lebih cepat dalam hal pembayaran sebab pengemudi biasanya sudah mempersiapkan uang pas seperti Rp 10.000, Rp 20.000, dan seterusnya. Atau kalau memerlukan pengembalian, nominalnya juga cepat didapat. Berbeda dengan membeli dengan hitungan liter. Karena BBM per liter memiliki pecahan kecil, pembayaran bakal sedikit ribet. Seperti ketika uang yang harus dibayarkan Rp 20.800, pembeli harus menyediakan uang Rp 800 atau membayar lebih dan menunggu kembalian dari petugas. Akan makin ribet jika ketersediaan uang receh di SPBU sangat sedikit dan pembeli tidak bisa 'mengikhlaskan'.

Meski membeli dengan hitungan uang lebih cepat dalam hal transaksi, namun ada kekurangannya juga. Salah satunya, pembeli terkadang kurang tepat dalam memperkirakan jumlah BBM yang harus diisikan ke tangki. Tak jarang nominal uang yang disebutkan lebih besar dari kapasitas tangki sehingga mau tidak mau petugas SPBU harus benar-benar memperhatikan saat pengisian BBM agar tidak meluap.

>>> Ini Pilihan BBM dan Oli Yang Bagus Buat Mobil LCGC Menurut BOS

Foto mesin meter BBM di SPBU

Perhatikan proses pengisian saat membeli BBM di SPBU

Kekurangan lain membeli BBM dengan hitungan uang yaitu rawan kecurangan. Sebab patokannya adalah uang, jumlah BBM yang diisikan ke tangki tidak bisa bulat dalam jumlah liter. Untuk menghindari hal ini, pengemudi perlu memperhatikan dengan seksama proses pengisian BBM dari awal sampai akhir, lalu meminta struk transaksi untuk memastikan BBM yang diisikan ke tangki sesuai dengan uang yang dibayarkan.

Beda dengan pembelian dengan hitungan liter, jumlah BBM yang masuk ke tangki lebih mudah dipantau. Lalu untuk mempercepat proses pembayaran, akan lebih baik bila pembayaran dilakukan dengan cara non-tunai jika SPBU menyediakan fasilitas ini. Tapi kalau khawatir sulit menemukan SPBU dengan fasilitas pembayaran non-tunai, ada baiknya pengendara menyediakan uang receh dalam jumlah secukupnya dalam mobil.

Foto Pertamina Retail Card

Akan lebih cepat jika transaksi menggunakan uang non-tunai

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top