Jangan Sembarang Menekan, Berikut Peraturan Memakai Klakson Menurut UU

26/08/2018

Pengemudian
Share this post:
Jangan Sembarang Menekan, Berikut Peraturan Memakai Klakson Menurut UU
Klakson merupakan pelengkap kendaraan yang seringkali diperlakukan seenaknya. Banyak yang tidak tahu bahwa peraturan memakai klakson telah diatur dalam Undang-Undang.

Memang klakson menjadi pelepas kekesalan ketika ada pengendara lain yang berjalan dengan lelet atau berkendara ugal-ugalan. Tapi, menekan klakson tidak bisa seenaknya. Terlebih, peraturan memakai klakson sebenarnya telah lama diatur dalam undang-undang lalu lintas di beberapa negara. termasuk Indonesia.

Klakson awalnya merupakan salah satu fitur mobil yang berguna untuk memperingatkan pengguna jalan lain. Tapi penggunaan klakson juga tidak boleh sembarangan, misalnya adanya larangan penggunaan klakson di rumah ibadah, lingkungan sekolah, hingga ketika melewati lingkungan yang sedang berduka.

Peraturan pemakaian klakson di Indonesia

Di luar negeri, contohnya Inggris menerapkan tilang serta hukuman berdenda besar jika ada pengemudi yang tidak mengikuti peraturan penggunaan klakson. Menurut Highway Code (atau Kode Jalan Raya) di Inggris, pengemudi seharusnya hanya menggunakan klakson mereka ketika mobil mereka bergerak, tidak boleh ketika sedang parkir.

Gambar yang menunjukan polisi Inggris yang sedang menilang pengemudi mobil

Masyarakat Inggris bisa ditilang ketika membunyikan klakson di area perumahan antara jam 11.30 malam hingga 7 pagi (foto: Mirror.uk)

>>> Ingin Liburan? SEAT Berikan Tips Mengepak Barang ke Dalam Mobil

Tak tanggung-tanggung, pemerintah Inggris bisa memberikan dengan mulai dari £ 30 tetapi dapat meningkat hingga £ 1.000. Harga tersebut sama dengan Rp500 ribu untuk denda termurah dan hampir mencapai Rp20 juta untuk denda tertinggi. Hanya karena klakson.

Dalam halaman resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) menyebutkan bahwa klakson tidak boleh menimbulkan polusi suara dan harus diterima dengan jelas oleh pengemudi atau pejalan kaki lain.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 69 disebutkan bahwa kekuatan bunyi klakson diatur hingga berada pada kisaran bunyi 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel. Penggunaan klakson yang terlalu nyaring akan mengakibatkan pengendara ditilang.

Gambar yang menunjuakn pengemudi yang sedang menekan klakson mobil

Peraturan menyebutkan klakson yang tidak sesuai akan ditilang (foto: Ohayo)

>>> Dapatkan berbagai informasi tips aman di jalan hanya di sini

Selain itu, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 Bagian Kelima Pasal 71, ada beberapa peraturan tenrtang fitur isyarat bunyi kendaraan, yaitu,

1. Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa klakson dapat digunakan apabila:

a. Diperlukan untuk keselamatan lalu lintas;

b. Melewati kendaraan bermotor lainnya.

2. Isyarat peringatan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dilarang digunakan oleh pengemudi:

a. Pada tempat-tempat tertentu yang dinyatakan dengan rambu-rambu.

b. Apabila isyarat bunyi tersebut mengeluarkan suara yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.

Untuk poin pada ayat dua bagian (b), suara klakson yang tidak sesuai ketentuan akan mendapatkan hukuman berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 ayat satu yang menyebutkan bahwa setiap pengendara yang tidak memenuhi peraturan menggunakan klakson secara teknis bisa mendapatkan hukuman pidana paling lama 1 bulan atau denda Rp250 ribu.

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top