Jangan Diremehkan, Bersin saat Nyetir Ternyata Bisa Fatal Lho!

31/08/2021

Pengemudian

3 menit

Bersin mungkin terlihat sepele. Tapi kalau bersin saat nyetir sebisa mungkin dihindari. Dalam beberapa studi menunjukan bersin saat nyetir bisa berakibat fatal.

Menyetir bukanlah pekerjaan mudah dan membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi. Maka dari itu segala hal yang menganggu konsentrasi saat menyetir sebisa mungkin dihindari. Jangan salah, banyak lho hal yang terlihat sepele tapi justru membahayakan keselamatan Anda saat berkendara. 

Kalau menggunakan ponsel sembari menyetir mungkin sudah sering Anda dengar sebagai satu hal yang berbahaya. Tapi bagaimana dengan sederet hal yang tak bisa dikontrol seperti bersin ataupun menguap? Mengutip laman Motor Biscuit berdasarkan data dari The NewsWheel, bersin saat nyetir ataupun menguap bisa menimbulkan cedera bila terjadi ketika Anda menyetir. 

bersin saat nyetir

Ketika bersin, banyak orang reflek menutup hidung dan mata

>>> Hindari Berkendara Kala Menderita Penyakit Ringan Ini

Bersin saat Menyetir Bisa Berakibat Fatal

Ketika Anda bersin saat nyetir, tanpa disadari itu mengganggu konsentrasi Anda untuk beberapa sepersekian detik. Ini akan jadi lebih buruk ketika bersin diiringi oleh pilek dan mata berair. Anda mungkin akan mencari tisu untuk membersihkannya. Membersihkan mata dengan tisu saja akan membuat fokus Anda terhadap jalan di depan hilang sekejap. 

The NewsWheel menyebut ada sejumlah bukti yang memperkuat bahwa bersin saat nyetir itu berbahaya. Pertama berupa studi di Inggris yang menemukan bahwa mobil berjalan sejauh 50 feet atau sekitar 15 meter ketika mata memejam beberapa detik saat bersin. Kemudian ini diartikan bahwa ada 2.500 kecelakaan setiap minggu dengn angka fatalitas 9 per hari. 

menyetir mobil

Menyetir membutuhkan konsentrasi penuh

Studi lain melaporkan bahwa ada dua juta pengendara mengalami kecelakaan karena bersin. Tak berhenti sampai di situ, The Washington Post juga mencatat sejumlah kecelakaan fatal akibat bersin. Satu merujuk pada kecelakaan mobil terguling di Australia dan satu lagi membuat seorang wanita kehilangan kendali mobilnya. Bahkan bersin juga membuat sopir truk menabrak 10 mobil di depannya, beruntung tak ada korban jiwa. 

Walaupun terjadi dalam sepersekian detik, bersin dapat mengganggu kemampuan visual dan kognitif Anda ketika berkendara. Sebagian besar pengemudi melakukan reflek menutup mulut ketika bersin. Ini berarti mobil dilepaskan kendalinya tanpa sengaja. Jika Anda masih bisa menahannya, sebisa mungkin di tahan. Atau Anda bisa menepi sejenak untuk bersin agar tak mengganggu konsentrasi. 

Selain bersin, ada sejumlah hal yang tak disadari dapat mengganggu konsentrasi pengendara di jalan. Misalnya saat berbicara dengan teman atau siapapun di dalam mobil. Atau ketika Anda harus membawa anak yang tak bisa dikontrol sehingga konsentrasi ikut terpecah. 

>>> 5 Cara Menghindari Kecelakaan di Jalan Tol

Hal Lain yang Membuat Konsentrasi Buyar saat Nyetir

menyetir mobil

Kebiasaan buruk saat menyetir yang satu ini seolah tak bisa dihilangkan oleh para pengendara

Makan juga merupakan kegiatan yang dapat membuyarkan konsentrasi sopir saat nyetir. Tapi kalau untuk nyemil snack dengan jumlah yang tak besar itu tidak terlalu membahayakan. Yang berbahaya ketika Anda hendak makan sembari membuka bungkus sampai menggunakan sendok ataupun garpu dilakukan sambil menyetir. Ada juga kemungkinan Anda tersedak saat makan bila dilakukan cepat-cepat dengan tujuan bisa mengembalikan fokus ke kendaraan. 

Menyalakan sistem hiburan dalam mobil juga bisa menganggu konsentrasi Anda saat menyetir lho! Dalam catatan AAA, para pengendara membutuhkan waktu sekitar 40 detik untuk menyetel sistem hiburan atau sekadar mengganti lagu di dalam mobil.

Bila layar sentuh sistem hiburan terbilang jadul bisa jadi waktu penyetelan jadi lebih lama dan tanpa disadari membuat pengendara jadi kesal. Dampak buruknya bisa mempengaruhi mood pengendara sehingga menyetir dengan agresif. 

>>> Perhatikan Keausan Ban, Faktor Penting dalam Keselamatan Berkendara

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top