Jangan Anggap Sepele, Macet Parah Bisa Berakibat Fatal

29/11/2018

Pengemudian
Share this post:
Jangan Anggap Sepele, Macet Parah Bisa Berakibat Fatal
Sebagian pengguna jalan di kota-kota besar, tentu akrab dengan kemacetan yang kerap kali melanda saat perjalanan. Tidak hanya berdampak pada mobil, ternyata macet juga berdampak jangka panjang pada kondisi fisik maupun psikis untuk pengendaranya.

Macet. Kondisi lalu lintas ini dapat menjadi momok yang menakutkan bagi pengguna kendaraan bermotor. Terjebak dalam lalu lintas yang padat selama 1 hingga 2 jam mungkin masih terbilang biasa, terlebih bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar. Tetapi coba bayangkan jika Anda terpaksa harus ”parkir massal” selama 24 jam di tengah jalan. Seperti halnya yang terjadi di Brexit (Berebes exit timur) saat musim liburan tengah tahun 2016 silam. Dapat dipastikan Anda akan dihampiri stres berlebih. Apalagi menurut survey berbagai lembaga sosial, kemacetan lalu lintas merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat stres di kota besar. Stres yang terjadi dalam fenomena kemacetan lalu lintas dapat dijelaskan dengan teori stres lingkungan.

>>> Baca juga: Tips Anti Stress Terjebak Macet Ketika Hujan Melanda

Kemacetan yang panjang dan lama bisa berakibat fatal

Melintasi jalanan yang macet parah bisa membahayakan kesehatan psikologis Anda

Ada beberapa reaksi fisiologis yang terjadi berupa keluarnya keringat, denyut jantung meningkat disebabkan faktor emosi yang mendadak berubah karena lama menunggu di kendaraan atau akibat penuh sesak, bahkan mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat banyaknya polusi udara disebut sebagai stres sistemik. Kondisi lingkungan secara kognitif yang dalam hal ini berupa situasi kemacetan, menciptakan kesesakan dan keramaian yang sangat padat serta polusi udara ataupun suara yang berupa kebisingan dinilai sebagai sebuah ancaman yang kemudian mempengaruhi perilaku individu yang berada di tengah kemacetan tersebut. Terjadi pula perubahan mood atau suasana hati yang melibatkan aspek emosional dan menyebabkan timbulnya perilaku-perilaku tertentu misalnya mengumpat, memukul sesuatu, menekan klakson dengan keras, atau melakukan coping.

>>> Ingin membeli mobil terbaru? Lihat saja listingnya di Cintamobil.com

Dalam stres lingkungan sendiri terdapat tiga jenis stressor yaitu cataclysmic events, personal stressors, dan background streessor. Dalam fenomena kemacetan, ini termasuk kategori background stressors. Latar belakang stressors dibagi menjadi dua jenis yaitu daily hassles dan ambient stressors, kemacetan disini termasuk dalam ambient stressors karena kondisi macet baik secara fisik maupun psikis merupakan sebuah ancaman yang sangat mengganggu dan menuntut proses adaptasi dengan kondisi kemacetan tersebut serta mengatasi gangguan-gangguan psikologis yang timbul dalam diri individu baik berupa komponen emosional maupun perilaku.

Stress saat kemacetan bisa berakibat fatal

Meski terlihat sepele, stres saat di kemacetan bisa berakibat fatal

Sedangkan masalah kemacetan yang terjadi tidak bisa diatasi hanya oleh satu orang saja namun masalah psikologis yang terjadi pada tiap individu yang terjebak dalam sebuah kemacetan dapat diatasi oleh masing-masing individu tersebut dengan melakukan coping terhadap stress yang ditimbulkannya. Keadaan akan semakin memburuk ketika kemacetan tersebut terjadi dalam durasi waktu yang lama, seperti halnya di Brebes. Ini merupakan titik terburuk yang mempengaruhi kondisi psikologis pada individu yang muncul berupa kepanikan, kegelisahan, kemarahan, dll. Dalam fenomena kemacetan yang terjadi, gangguan polusi udara, kerumunan, serta kebisingan yang mungkin berasal dari bunyi-bunyi klakson ataupun yang lainnya merupakan stressor utama yang mempengaruhi kondisi psikologis individu.

>>> Dapatkan semua tips mengemudi di jalan raya lebih lengkap di sini

Hadirnya stres sebagai pemicu tersebut dapat berakibat fatal terhadap kondisi fisik dari pengemudi maupun penumpangnya. Ada berbagai macam penyakit yang sangat mungkin menghampiri saat terjebak kemacetan hingga berjam-jam, salah satunya adalah penyempitan pembuluh darah yang dipicu oleh stres. Penyempitan pembuluh darah terjadi karena adanya ketegangan dari tubuh, akibatnya otot tegang dan adrenalin meningkat. Fenomena ini disebut hipertensi, dan berbagai efeknya adalah terjadinya serangan stroke, infark miokard (serangan jantung), atau glaukoma (gangguan penglihatan).

Posisi duduk juga mempengaruhi kesehatan

Jangan biasakan menaruh dompet di kantung celana belakang saat mengemudi karena berakibat pada kesehatan tulang punggung Anda

>>> Mungkin Anda tertarik: Tips Efisien dan Aman Berkendara Ketika Macet

Penyakit-penyakit tersebut dapat berakibat pada kematian hingga gangguan kesehatan dalam jangka panjang bahkan seumur hidup. Gangguan kesehatan lainnya juga dapat terjadi akibat faktor eksternal. Salah satunya adalah bocornya knalpot mobil disertai penggunaan pendingin udara. Dengan kombinasi ini, baik pengemudi maupun penumpangnya berpotensi besar keracunan karbon monoksida dan karbon dioksida, menyebabkan sesak napas dan kematian sebagai yang terburuk.

Selain itu, cedera pada tulang punggung maupun cedera kaki juga dapat dialami jika terlalu lama duduk dengan posisi yang tidak ergonomis. Biasanya ketika kita meletakkan dompet di kantong belakang celana ketika duduk. Apabila terlalu lama berada dalam kondisi ini, bukan tidak mungkin struktur tulang dapat bergeser dan membuat ergonomi tulang punggung berubah disertai kaki yang memendek sebelah. Dengan berbagai fakta tersebut, diharapkan kita semua untuk lebih bijak dalam mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari kemacetan yang terlalu parah.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post:
 
back to top