Jalanan Sering Rusak, Mari Lihat Beberapa Penyebabnya

29/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Jalanan Sering Rusak, Mari Lihat Beberapa Penyebabnya
“Perasaan baru beberapa bulan ditambal, jalanan sudah retak lagi.” Pernahkah Anda bergumam seperti itu? Atau pernah tidak sengaja melibas lubang di beberapa titik jalanan? Cintamobil.com akan coba membahas beberapa penyebabnya.

Jalan berlubang

Jalan retak seperti ini bisa mengancam bagian kaki-kaki mobil (foto: Solopos)

Fenomena jalan rusak bukan hal baru di Indonesia. Baik di titik keramaian maupun jalan kampung kita sering melihat lubang, retakan, atau jalan bergelombang karena pengaspalan ulang yang kurang baik. Sebelum berbicara ke penyebab, kami akan membahas konstruksi jalan secara ringkas.

>>> Baca juga: Baca, siapa tahu lagu favoritmu berbahaya didengar pas nyetir!

Dilansir dari penelitian berjudul Pengaruh Jumlah Kendaraan Terhadap Kerusakan Jalan Aspal Kelas II di Kabupaten Semarang, karya Eko Agus Nugroho dari Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang, jalan diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan konstruksinya, yakni perkerasan lentur, rigid, dan gabungan. Material lentur dengan bahan lapisan tanah, pondasi bawah, pondasi atas, dan aspal memiliki keunggulan antara lain lebih elastis menerima beban, sehingga memberi kenyamanan para pengendara. Karena seluruh lapisan menerima bobot kendaraan, jalan dengan bahan lentur ini biasanya tidak mampu menahan beban truk atau bus besar. Untuk konstruksi rigid, beton menjadi elemen penting untuk memikul beban lalu lintas. Agar daya cengkeram tetap bagus, biasanya ditambah dengan aspal.

Departemen Pekerjaan Umum (2007) menyebut ada beberapa penyebab jalanan rusak, seperti kondisi cuaca berubah-ubah. Air hujan dan terik matahari membuat perkerasan jalan melemah, hingga menimbulkan retak. Selain itu, kondisi tanah yang tidak stabil (tanah turun) menjadi pemicu dari alam lainnya, seperti kasus jalan amblas di Surabaya akhir 2018 lalu.

>>> Tips pengemudian terbaru dan terlengkap bisa Anda dapatkan di sini

Mengaspal jalan

Finishing tambalan yang kurang baik membuat pengemudi tak nyaman (foto: Ayobandung)

>>> Jual beli mobil? Di Cintamobil.com dong!

Satu hal sebenarnya sering kita lihat dan kadang dibuat jengkel olehnya, yaitu masuknya kendaraan besar ke jalanan perkotaan. Selain membuat jalanan sesak, bobot mereka mampu menggerus daya tahan jalan. Padahal bila beban dan volume kendaraan tak seimbang dengan kapasitas material jalan, kerusakan akan tetap menghantui meski telah ditambal dengan bahan-bahan terbaik.

Hasil akhir dari perbaikan jalan pun masih bisa membuat penggunanya tidak nyaman, umumnya karena permukaan tambalan tidak rata dengan jalan, atau material yang dipakai kurang memenuhi standar. Dalam beberapa kasus bahkan ada yang memakai semen bangunan atau batu kali untuk menutupi lubang.

Sebagian dari pembaca mungkin bukan orang yang biasa membawa kendaraan besar. Namun sebagai pengemudi kendaraan pribadi, kita bisa mencegah kerusakan jalan dengan tidak berlebihan dalam membawa barang. 

>>> Baca tips Cintamobil.com lainnya di sini!

Share this post:
 
back to top