Intip Uji Coba Virtual Mirror Audi e-Tron di Panas Terik Afrika

04/11/2018

Pengemudian
Share this post:
Dari berbagai inovasi yang hadir di SUV listrik Audi e-Tron – mulai dari pengaturan all-wheel-drive ultra presisi hingga teknologi rem-by-wire – virtual mirror merupakan perubahan paling radikal, dari sudut pandang konsumen. Bagaimana penggunaannya?

Teknologi virtual mirror yang terdapat pada Audi e-Tron menggantikan cermin sayap tradisional dengan kamera yang lebih kecil dan serta layar interior yang dipasang di pintu. Merupakan salah satu terobosan baru dalam desain dan teknologi kendaraan. Meskipun masih belum ditemukan di diler-diler Audi di Indonesia, mari kita lihat bagaimana penggunaan teknologi baru ini.

Gambar yang menunjukan Audi e-Tron di gurun Sahara

Audi e-Tron diuji coba oleh The Drive di gurun Sahara

The Drive mencoba mengemudikan e-Tron di bawah terik matahari dari gurun Sahara dan kegelapan malam di Afrika. Uji coba tersebut membuktikan bahwa teknologi ini disebut bisa mengubah masa depan kaca spion selanjutnya.

Secara fungsional, pengaplikasian sistem e-Tron sangat mudah. Alih-alih menggunakan kaca cermin sisi konvensional, Audi memasang dua nacelles yang menghadap ke belakang dan kamera yang lebih kecil di dalamnya. Pengaturan yang lebih ramping ini tidak hanya meningkatkan visual mobil, tetapi meningkatkan drag, menyempitkan mobil sekitar enam inci, dan memotong kebisingan interior.

Gambar yang menunjukan virtual mirror Audi e-Tron

Kamera akan mengirimkan gambar pada layar di dalam kabin

>>> 5 Fitur Keselamatan Aktif yang Bisa Anda Temukan Pada Mobil High-End

Kamera akan mengirim gambar eksterior ke layar OLED yang dipasang di pintu, beberapa inci di bawah jendela dengan arah yang sama ketika Anda melihat spion samping konvensional. Dibutuhkan penyesuaian untuk melihat ke layar daripada kamera luar. Tetapi ketika Anda terbiasa, penempatannya terasa alami seperti spion konvensional.

Gambar yang menunjukan bagian luar virtual mirror

Virtual mirror menghilangkan lebar mobil beberapa inci

Sedangkan untuk layarnya sendiri, terasa agak aneh dengan kemiringan yang baru dirasakan ketika mengemudi. Bisa dipastikan karena ide baru yang diterapkan membuat pengemudi seperti asing dengan layar tersebut. Ketika Anda melihat ke cermin, gambar tampak terpotong dan kaku.

>>> Ingin mencari mobil baru berteknologi tinggi? Dapatkan infonya di sini

Ketika spion memantulkan gambar, terlihat gambar tampak berputar ketika perspektif Anda berubah, membuat pengalaman alami yang dinamis. Dengan virtual mirror, Anda melihat gambar yang tetap. Bidang pandang dapat disesuaikan. Tapi Anda harus menyesuaikannya pada saat mobil berhenti, bukan saat mengemudi.

Gambar yang menunjukan resolusi virtual mirror e-Tron

Resolusi dan kontras masih kalah dari spion konvensional

Keluhan kecil lainnya adalah resolusi layar yang menghadirkan tantangan serupa pada kaca spion virtual yang sudah dirilis, terutama oleh Cadillac. Meskipun kontras cenderung sangat bagus, resolusinya tidak sesuai dengan ketajaman visual manusia. Ketika Anda melihat spion konvensional, mata Anda langsung melihat detail, bahkan pada objek yang jauh. Dengan virtual mirror, Anda hanya bisa melihat kualitas gambar keseluruhan, resolusi, kontras dan jangkauan dimanis hanya sebagus kamera yang dipakai.

>>> Temukan informasi seputar teknologi otomotif terlengkap disini

Pemandangan dari sistem Audi, seperti yang disajikan di layar OLED, terang dan berfungsi sempurna. Tetapi tentu saja tak lebih baik dari visi manusia alami. Memang, di bawah cahaya yang keras di pedesaan Afrika, gambar tampak luntur, seolah-olah sensor meredup dan tak bisa menyamai kecerahan di luar. Namun pandangan di malam hari terlihat lebih bagus dibandingkan spion konvensional.

Gambar yang menunjukan interior Audi e-Tron

Teknologi virtual mirror menemabi berbagai teknologi masa depan Audi

Secara keseluruhan, ini hanyalah generasi pertama dari teknologi virtual mirror Audi. Dan mungkin sebagian pengguna tidak akan memperhatikan kualitas gambar atau resolusi. Yang diperlukan mungkin hanyalah untuk mengetahui apakah mobil di belakang akan berpindah jalur atau ada objek lain di samping. Melihat semua kemampuan dan inovasi yang diberikan Audi, kamera ini mengingatkan bagaimana teknologi lain bisa dengan mudah hadir, khususnya dalam beberapa tahun ke depan.

>>> Perhatikan rangkuman tips dan trik otomotif lainnya hanya di Cintamobil

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.

Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencari penulis-penulis baru untuk mengisi laman berita dan tips di website Cintamobil.com. Masih berkutat dengan kepenulisan, ia mencoba ranah baru; yaitu menulis di bidang otomotif dengan pengetahuan yang bisa dibilang minim.
Mempelajari dunia otomotif memang bukan hal mudah. Tapi sedikit demi menggali informasi dan mulai mengenal penggiat dan media otomotif yang selalu memberi masukan, hingga akhirnya ia mengarungi lebih dalam dunia ‘petrolhead’ ini. Dan bulan demi bulan berlalu. Dari feelance, Padli akhirnya resmi bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Content Writer pada bulan Desember 2018.
Berkenalan dengan nama-nama ‘gaek’ di ranah otomotif Tanah Air, ia mulai ditantang dengan lajur baru; fokus pada SEO (Search Engine Optimization) guna meningkatkan trafik dan kualitas website menjadi ‘mainan’ baru. Sampai saat ini, titelnya sebagai SEO Editor di Cintamobil.com menjadi tantangan terbaru mulai digeluti pemuda yang juga menyukai film dan buku ini.

 
back to top