Inilah 6 Riset Mahal Demi Penghematan BBM Yang Dilakukan Pabrikan

22/05/2019
Kita semua sepatutnya berterima kasih kepada para ilmuwan di muka bumi ini yang telah menghabiskan waktu dan biaya guna meriset sebuah teknologi demi penghematan BBM yang dilakukan pabrikan. So, inilah 6 riset mahal demi penghematan BBM yang dilakukan pabrikan.

Berterimakasihlah kepada para ilmuwan di dunia yang telah menghabiskan waktu dan biaya untuk meriset teknologi penghemat BBM. Karena berkat para ilmuwanlah, mobil modern yang kini Anda pakai mengolah BBM lebih sedikit. Hal ini tentunya kontras dengan mobil-mobil yang dijual atau masih menggunakan teknologi mesin 1980-an, sebuah mobil bermesin 1.500 cc punya tenaga 80 dk dengan konsumsi BBM sekitar 9 km/liter. Namun, sekarang mobil dengan mesin 1.500 cc mampu mengolah konsumsi BBM 14 kilometer lebih untuk satu liternya. So, inilah 6 riset mahal demi penghematan BBM yang dilakukan pabrikan.

1. Teknologi Katup Variabel

Tampak Mesin L12 Berteknologi i-VTEC di All New Honda Brio Satya 2018

Teknologi katup variabel sudah bisa dinikmati oleh konsumen mobil kelas LCGC, salah satunya teknologi i-VTEC di All New Honda Brio Satya

Teknologi katup variabel kini sudah tidak lagi menjadi teknologi yang 'mewah' dan hanya terdapat di mobil-mobil kelas atas. Bahkan, konsumen di mobil sekelas LCGC (Low Cost Green Car) pun sudah dapat menikmati teknologi ini. Cara kerja teknologi katup variabel itu simpel, namun efektif. Pada putaran mesin rendah, bukaan katup dibuat lebih kecil guna mengurangi debit BBM. Jadi BBM enggak ada yang terbuang percuma ketika mobil melaju secara perlahan. Pengembangan katup variabel kini tak lagi sebatas berapa katup yang membuka di setiap tingkat putaran mesin, tapi sudah sampai mengatur durasi bukaan klep (katup).

>>> Mau nyetir hemat BBM? Ikuti 10 cara menghemat konsumsi BBM berikut ini

2. Rancang Bodi Aerodinamis

Tampak Toyota C-HR EV 2020

Desain bodi mobil semakin modern akan makin memperhatikan unsur aerodinamika, contohnya di Toyota C-HR EV 2020 ini

Mungkin sekitar 50 tahun lalu, pabrikan mobil tidak terlalu peduli dengan rancang bodi mobil yang aerodinamis. Tapi, seiring meningkatnya kecepatan kendaraan, bentuk bodi dapat mempengaruhi hambatan angin secara signifikan. Hal ini ditandai dengan angka Cd (coefficient of drag) yang saat ini banyak mobil yang sudah berada di bawah angka 0,3. Padahal, di tahun 1980-an, angka Cd sebesar 0,4 ke atas bukanlah suatu masalah serius. Perlu diingat, merancang bodi yang aerodinamis bukan pekerjaan mudah, sebab harus selaras dengan model yang diinginkan, apalagi jika punya desain khas yang harus dipertahankan.

>>> Ini cara mudah mengemudi irit BBM dengan mobil bertransmisi CVT

3. Power Steering Elektrik

Tester Cintamobil.com mengemudi mobil New Renault Koleos

Power steering elektrik bukan hanya membuat putaran setir semakin ringan, namun juga tidak membebankan tenaga mesin jadi irit BBM

Ide awal hadirnya sistem power steering memang untuk memudahkan pengemudi ketika menggunakan mobil. Namun, hingga era 1990-an semua peranti pembantu kemudi ini masih menggunakan sistem mekanis atau tepatnya hidraulis. Intinya, tenaga untuk memutar setir didapat dari mesin, yang secara langsung menambah hambatan ke mesin jadi konsumsi BBM bisa lebih boros. Tapi sekarang penggunaan power steering dengan tenaga listrik marak digunakan. Meski, power steering elektrik ini tidak membebani tenaga mesin, tapi ia tetap punya kekurangan, yakni feedback jalan ke setir lebih sedikit.

>>> Ini dia 10 pilihan mobil paling hemat BBM yang dapat Anda beli di tahun 2019 ini

4. Girboks Otomatis Pintar

Tuas transmisi CVT Toyota C-HR 2018

Saat ini, transmisi mobil modern sudah pintar, bahkan mampu membaca kondisi jalan dan melakukan adaptasi terhadap perpindahan giginya

Sebenarnya agak sulit untuk mengklasifikasikan transmisi otomatis saat ini. Hal tersebut karena banyak sekali macam teknologi yang digunakan untuk membuatnya bekerja lebih efisien. Hasil positif yang dirasakan, tentunya transmisi otomatis saat ini tidak selalu lebih lambat dan boros dibandingkan manual. Contoh teknologi simpel yang ada adalah penggunaan teknologi lock-up, yang mampu mengunci kopling setelah kecepatan tertentu. Hasilnya selip hilang dan membuat tenaga dari mesin lebih efisien tersalurkan ke roda. Juga transmisi otomatis saat ini punya kemampuan membaca karakter jalan, sehingga dapat membuat konsumsi BBM irit.

>>> Temukan tips pengemudian lainnya di sini

5. Teknologi Hybrid

Tampak mesin berteknologi hybrid di Mitsubishi Outlander PHEV 2018

Teknologi hybrid di Indonesia memang masih mahal, karena skema pajak yang tidak menguntungkan mobil bermesin hybrid ini

Teknologi hybrid adalah suatu teknologi yang mengkawinkan mesin konvensional dengan motor listrik. Mesin hybrid menggabungkan 2 kekuatan sumber tenaga tersebut. Ketika mobil berjalan pelan, tenaga diambil dari motor listrik. Sedangkan saat butuh tenaga besar barulah mesin bensinnya bekerja. Bahkan, pada tingkat akselerasi tertentu. motor listrik kembali membantu sehingga tak perlu membakar banyak BBM sebanyak yang seharusnya. Apalagi mobil hybrid punya sistem canggih regenarative braking yang membuat seakan tidak ada tenaga yang terbuang sia-sia dan ini akan membantu Anda menghemat BBM.

>>> Temukan mobil idaman dengan harga dan kondisi terbaik di sini

6. Teknologi Start-Stop

Tampak teknologi i-Stop di All New Mazda CX-5 Elite 2018

Saat berhenti beberapa saat, mesin akan mati sendiri dan membuat konsumsi BBM jadi irit

Dahulu, mungkin sistem start-stop masih belum jamak tersemat di fitur mobil kekinian yang di jual di Indonesia. Namun, kini fitur pintar ini sudah dapat dinikmati oleh konsumen di tanah air. For more you know, fitur teknologi start stop ini sangat populer di Eropa. Sistem ini bekerja mematikan mesin saat tidak diperlukan. Misalnya, ketika berhenti di lalu lintas atau kemacetan. Ketika pedal gas ditekan sedikit saja, ECU akan memerintahkan rem untuk release dan TPS (Throttle Position Sensor) dibuka sedikit, jadi mesin langsung menyala, dan Anda dapat langsung berjalan. Teknologi ini akan membantu Anda menghemat BBM.

>>> Temukan tips dan trik seputar mobil hanya di sini

Arfian Alamsyah

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain