Ini Yang Terjadi Pada Mobil (Dan Pengemudi) Ketika Anda Melanggar Lampu Merah

25/11/2018

Pengemudian
Lampu merah terkadang mengesalkan. Harus berhenti bahkan hingga tiga menit Sebagai pengguna lalu lintas, sebenarnya apa yang terjadi jika kita melanggar lampu merah?

Melanggar lampu merah seakan menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih ketika sebuah persimpangan tidak diawasi oleh Polisi, terkadang niatan untuk menerobos begitu menggoda. Tetapi apakah Anda tidak pernah berpikir tentang apa yang terjadi pada mobil dan pengemudi ketika Anda menerobos lampu merah?

Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) atau Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya mengunggah sebuah video singkat yang menunjukan betapa buruknya tabrakan yang terjadi ketika pengemudi menerobos lampu merah dengan kecepatan penuh.

Ini dia video yang diambil oleh lembaga keselamatan Amerika tersebut

IIHS menciptakan kembali kecelakaan yang terjadi di kehidupan nyata di Yuma, Arizona. Pada tahun 2012, Ford F-150 keluaran 2010 menerobos lampu merah dan menabrak sebuah Chrysler Sebring tahun 2007. Kecelakaan ini menyebabkan cedera serius bagi pengemudi Sebring. Seperti yang Anda lihat, video di atas tidak terlalu menyeramkan. Airbag samping mobil terbuka dengan cepat, tetapi tidak menghalangi pengemudi untuk mengalami cedera parah.

>>> Jangan Sembarang Pakai, Inilah Tips Berkendara dan Perawatan Transmisi CVT

Menurut data IIHS, kematian yang melibatkan lampu merah di Amerika melesat mencapai 17 persen antara 2012 dan 2016 hingga lebih dari 800 orang per tahun. IIHS berharap untuk menurunkan angka tersebut dengan mengaplikasikan lebih banyak kamera pada lampu merah untuk menindak pengemudi yang menempatkan diri mereka dan orang lain dalam bahaya karena mengabaikan undang-undang lalu lintas.

Sebelumnya, IIHS telah bekerja sama dengan AAA, Advocated for Highway and Auto Safety dan National Safety Council untuk membuat daftar kamera pada lampu merah bagi pembuat kebijakan untuk diterapkan di jalan-jalan Amerika. Sedangkan Indonesia sendiri sudah menerapkan electronic traffic law enforcement (e-TLE) sejak 1 November lalu, meskipun hanya baru dilakukan pada beberapa ruas jalan di Jakarta.

>>> Ulasan seputar teknologi otomotif bisa Anda baca disini

Gambar mobil pikap tabrakan di jalan

Salah satu mobil yang rusak akibat melanggar lampu merah

Nun jauh di luar sana, dan mungkin di Indonesia juga, manfaat keamanan dari kamera pada lampu merah masih diperdebatkan. Tetapi pentingnya mematuhi lampu lalu lintas tidak bisa diganggu gugat. Berhenti di lampu merah dan jangan sekalipun menerobos. Karena seperti video di atas, efek melanggar lampu merah tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Mau celaka kok ngajak-ngajak?

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.

Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencari penulis-penulis baru untuk mengisi laman berita dan tips di website Cintamobil.com. Masih berkutat dengan kepenulisan, ia mencoba ranah baru; yaitu menulis di bidang otomotif dengan pengetahuan yang bisa dibilang minim.
Mempelajari dunia otomotif memang bukan hal mudah. Tapi sedikit demi menggali informasi dan mulai mengenal penggiat dan media otomotif yang selalu memberi masukan, hingga akhirnya ia mengarungi lebih dalam dunia ‘petrolhead’ ini. Dan bulan demi bulan berlalu. Dari feelance, Padli akhirnya resmi bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Content Writer pada bulan Desember 2018.
Berkenalan dengan nama-nama ‘gaek’ di ranah otomotif Tanah Air, ia mulai ditantang dengan lajur baru; fokus pada SEO (Search Engine Optimization) guna meningkatkan trafik dan kualitas website menjadi ‘mainan’ baru. Sampai saat ini, titelnya sebagai SEO Editor di Cintamobil.com menjadi tantangan terbaru mulai digeluti pemuda yang juga menyukai film dan buku ini.

 
back to top