Ngerem Mobil Matik Sebaiknya Tidak Pakai Kaki Kiri

02/09/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Berikut di bawah ini tips dari Asta Peugeot beberapa langkah aman dan tepat mengemudi mobil matik. Apa sajakah hal-hal yang harus diperhatikan?

Mengemudi mobil yang memiliki sistem transmisi otomatis atau matik memang lebih mudah. Tapi bukan berarti Anda bisa berkendara seenaknya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, apa sajakah itu?

>>> 4 Cara Perawatan Mobil Supaya Panjang Umur

Gambar menujukan Pedal gas

Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling

Kebiasaan Kaki Kiri Menginjak Rem

Salah satunya adalah kebiasaan sebagai driver yang menggunakan kaki kiri ketika menginjak pedal rem. Padahal hal tersebut jelas salah besar lantaran membahayakan pengemudi serta penumpang lainnya dalam melakukan perjalanan.

Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling dan akan menjadi berbahaya. Selain itu, pengemudi juga dapat secara tidak sengaja menginjak pedal rem dan gas di saat yang bersamaan. Hal ini dapat mempersingkat usia komponen seperti clutch pada transmisi otomatis.

“Pasalnya pada posisi itu kopling dalam kondisi bekerja atau berputar, tetapi daya geraknya ditahan oleh tekanan rem,” papar Samsudin, After Sales Support Astra Peugeot.

>>> Jangan Diremehkan, Bersin saat Nyetir Ternyata Bisa Fatal Lho!

Gambar menujukan Mobil matic

Mobil matik juga butuh melakukan perawatan sistem transmisi

Feeling Kaki kanan dan Kiri untuk Mengerem itu Berbeda

Driver yang sudah terbiasa mengemudi mobil transmisi manual, kaki kiri mereka sudah terbiasa menginjak tuas pedal kopling sangat dalam. Namun bila dilakukan hal serupa terhadap pedal rem saat menggunakan mobil matic, dikhawatirkan mobil akan berhenti secara mendadak. Jelas hal ini dapat membahayakan diri sendiri juga orang lain. 

Menurut Samsudin, kadar feeling antara kaki kanan dan kiri saat melakukan pengereman dengan mengemudi mobil matik sangat berbeda. Apalagi saat mengoperasikan mobil manual, kaki kanan lebih aktif buat tekan pedal rem. Sehingga sebaiknya untuk selalu menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan pedal rem secara bergantian.

Demikian pula mengenai hal perawatan mobil matik. Hampir sebagian besar pengguna mobil matik menganggap perawatannya lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual.

Mobil bertransmisi otomatis juga butuh melakukan perawatan sistem transmisi. Yaitu perawatan terhadap oli transmisi, oli transmisi jaman sekarang sudah memakai jenis long life yang artinya memiliki usia pakai yang panjang dan hanya menambah jika terjadi kekurangan yang disebabkan oleh kebocoran.

Namun untuk menjaga agar transmisi kendaraan lebih awet dan performa lebih terjaga, tetap disarankan agar oli transmisi diganti per 40 ribu kilometer karena kondisi lalu lintas dan suhu yang tinggi.

>>> Kisah Perjalanan Model Station Wagon Peugeot

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top