Ini Pesan JDDC Jika Berkendara di Wilayah Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan

28/09/2019

Pengemudian

5 menit

Share this post:
Ini Pesan JDDC Jika Berkendara di Wilayah Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan
Bagi warga di Sumatera dan Kalimantan penting untuk mengetahui teknik berkendara yang aman di jalan yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan.

Saat ini sebagian besar wilayah di Indonesia khususnya di Sumatera dan Kalimantan tengah tertimpa bencana. Bencana tersebut akibat kabut asap yang menyelimuti ruang udara. Sumber penyebabnya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhulta).

>>> Cara Menyetir Mobil Saat Hujan

Bukan hanya merugikan para petani dan satwa di hutan tersebut, kebakaran hutan ini juga mengganggu aktifitas manusia. Sejumlah penyakit pernapasan pun tengah menjangkit para warga. Selain itu, akibat kabut asap yang terlalu tebal, mengganggu jarak pandang warga yang akan berpergian.

Bagi para pengendara, baik pengguna sepeda motor maupun mobil, tentunya butuh trik khusus menghadapi kondisi ini. Berikut cara-cara berkendara ketika melintasi wilayah yang berkabut akibat kebakaran hutan:

1. Pilih Waktu yang Tepat

asap dari kebakaran

Pagi hari biasanya asap berkurang

>>> Promo mobil baru selalu ada yang menarik disini

Saat harus melintas di kondisi jalan berkabut, yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kecepatan kendaraan. Jusri Pulubuhu, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menilai saat harus melintas di jalan berkabut akibat asap, maka cerdik untuk memilih waktu yang tepat.

"Cari waktu-waktu ketika intensitas asap berkurang. Misalnya asap cenderung lebih banyak saat siang hari, maka sebaiknya lakukan perjalanan pagi hari," kata dia. Dengan intensitas asap yang cenderung lebih rendah, kata dia, maka jarak pandang saat berkendara juga sedikit lebih baik.

2. Jaga Kecepatan

truk di jalan berkabut

Jaga jarak dengan kendaraan lain di depan

Kebakaran hutan yang sangat parah tentu akan menghasilkan kabut asap yang berlimpah. Jika kabut asap ini turun hingga ke permukaan jalan, maka jarak pandang pengendara akan terbatas. Untuk itu sebaiknya jaga kecepatan kendaraan Anda dengan memperlambat laju kendaraan.

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada disini

Dengan berkendara pelan, maka Anda bisa menghindari jika ternyata ada objek di depan Anda yang sebelumnya tidak terlihat akibat tertutup kabut. Hindari pula mengerem mendadak, karena meningkatkan risiko tabrak belakang.

3. Nyalakan Lampu

mobil berkendara di jalan berkabut

Jangan nyalakan hazard

Jusri juga berpesan, sebaiknya nyalakan lampu low beam yang memungkinkan lampu belakang ikut menyala. Jika memiliki fitur foglamp, sebaiknya aktifkan juga lampu ini. Jangan menyalakan lampu hazard, karena lampu ini tetap tidak menembus kabut asap yang tebal.

Jika jarak pandang benar-benar terhalang akibat kabut asap dari kebakaran hutan, sebaiknya gunakan klakson untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain. Jangan menggunakan lampu jauh karena malah akan membuat silau pengguna jalan lainnya.

>>> Trik menarik lainnya ada disini

Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top