Enggak Banyak yang Tahu, Inilah Fungsi Ban Pada Mobil Sebenarnya

27/05/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Secara teknis, fungsi ban mencakup beberapa hal mendasar antara lain mendukung pengendalian yang sangat penting untuk mendukung kinerja kendaraan bermotor

gambar ban

Secara mendasar, ada tiga fungsi ban pada kendaraan bermotor 

Ban berputar = ekonomi lancar. Demikian ungkapan yang sering disampaikan banyak kalangan tentang hubungan antara ban dan perekonomian. Sejatinya, tidak sedikit pengguna kendaraan bermotor yang bersikap remeh terhadap ban. Padahal, tidak ada kendaraan bermotor yang dapat bergerak tanpa ban “normal”. Lalu apa fungsi ban untuk kendaraan bermotor? Secara mendasar, ada tiga fungsi ban pada kendaraan bermotor; carrying, steering & transmitting. Ini bahasan Cintamobil.com.

>>> 5 Fakta Menarik Tentang Maskot Michelin Bibendum

Carrying

Secara teknis, salah satu fungsi ban adalah menggotong seluruh berat kendaraan (GVW, gross vehicle weight) termasuk beban muatan yang dibawa oleh kendaraan tersebut. Pada sisi lain, ban juga harus kuat untuk menopang beban-beban lainnya yang dihasilkan oleh pergerakan kendaraan secara dinamis. Contoh ilustrasinya begini, sebuah MPV dengan berat kosong 2.500 kg.

gambar truk

Ban menanggung seluruh berat kendaraan termasuk beban muatan

MPV itu membawa delapan orang penumpang @ 75 kg dan barang lainnya seberat 100 kg yang berarti berat  total = 2.500 kg + 600 kg + 100 kg = 3.200 kg. Ditambah lagi beban lainnya seperti akselerasi, deselerasi, menikung, meredam guncangan permukaan jalan dan lainnya maka beban kerja ban semakin berat karena bertambah menjadi beberapa kali lipat. Itu sebabnya, ban harus selalu dalam kondisi yang paling optimal agar dapat berfungsi dengan normal. 

Steering

Ban menjadi satu-satunya penghubung antara kendaraan bermotor dengan permukaan jalan. Ketika pengemudi memutar kemudi ke kanan atau kiri, maka ban harus mampu mengikuti “perintah” tersebut dengan optimal alias juga harus bergerak ke kanan atau kiri. Namun, ada banyak kondisi saat ban tidak mampu mengikuti “perintah” pengemudi melalui kemudi dan kondisi tersebut dikenal sebagai gejala understeer atau oversteer. Guna mereduksi gejala tersebut, pastikan  ban,  kemudi, dan suspensi secara berada dalam kondisi terbaik.

gambar kemudi

Pahami karakter dasar kendaraan bermotor demi keselamatan

Selain itu, pahami karakter dasar kendaraan yang menganut sistem penggerak roda depan atau sistem penggerak roda belakang. Pada dasarnya, mobil dengan sistem penggerak roda depan punya karakter dasar understeer, karena itu pahami cara mengendalikannya. Begitu pula mobil dengan sistem penggerak roda belakang punya karakter dasar oversteer sehingga pengemudi wajib paham cara mengendalikannya. Walau demikian, ada beberapa mobil dengan  sistem penggerak roda belakang yang mempunyai karakter understeer karena pertimbangan relatif lebih mudah untuk mengendalikan gejala understeer daripada oversteer.  

Transmitting

Sebagai satu-satunya penghubung antara kendaraan bermotor dengan permukaan jalan, maka ban memiliki fungsi penting dalam proses akselerasi dan deselerasi. Ban meneruskan tenaga dan torsi mesin ke permukaan jalan saat kendaraan bermotor melakukan akselerasi. Begitu juga ban memindahkan proses perlambatan laju (deselerasi) ke permukaan jalan saat pengemudi mengoperasikan pedal rem.

gambar ban

Ilustrasi luas bidang kontak antara telapak ban dan permukaan jalan

Dari sisi teknis, luas bidang kontak antara kendaraan dengan permukaan jalan hanyalah sebesar ukuran telapak tangan Tidak heran kalau para penggiat safety driving selalu mengingatkan pesan keselamatan melalui kalimat “nyawa kita sangat bergantung pada telapak tangan”.

>>> Pentingnya Periksa Tekanan Angin Ban Kendaraan, Bisa Dilakukan Pas Ngabuburit

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top