5 Penyebab Transmisi Otomatis Jadi Cepat Rusak

24/08/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
5 Penyebab Transmisi Otomatis Jadi Cepat Rusak
Transmisi otomatis modern memang jauh lebih andal dibanding pendahulunya. Bukan berarti terbebas dari risiko kerusakan. Untuk itu, simak 5 penyebab utamanya.

Semakin padatnya lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia membuat para pengendara lebih memilih opsi transmisi otomatis untuk mobil hariannya. Memang, transmisi ini bisa memberikan kenyamanan dan kepraktisan yang lebih baik saat berkendara.

Namun, kepraktisan tersebut tak jarang membuat pemilik mobil lupa untuk menggunakan dan merawat transmisi mobil matik mereka dengan baik. Berikut 5 hal yang dapat menyebabkan kerusakan transmisi otomatis pada mobil Anda.

1. Meremehkan Penggantian Oli Transmisi

Biasanya, kejadian ini mulai muncul saat mobil yang dipakai sudah lepas dari periode servis gratis di bengkel resmi saat membeli mobil baru. Pembeli mobil matik kadang lupa untuk mengganti oli transmisi dan hanya mengganti oli mesin saat melakukan perawatan di bengkel umum.

Gambar Ganti Oli Transmisi

Jangan lupa, oli transmisi mobil Anda juga butuh diganti secara rutin

>>> Kenali Tanda-tanda Transmisi Mobil Matic Rusak

Berbeda dengan mesin, komponen dalam gearbox justru lebih rawan rusak jika pelumasan kurang ataupun munculnya kerak yang mengendap akibat oli transmisi yang belum diganti.

Akhirnya, dalam jangka panjang komponen-komponen tersebut akan lebih cepat aus ketimbang usia pakainya yang seharusnya.

2. Mengganti Posisi Transmisi Saat Melaju

Kesalahan yang cenderung sepele ini juga kerap kami temukan pada sebagian pemilik mobil dengan transmisi otomatis. Yaitu mengganti posisi transmisi saat mobil melaju.

Gambar Transmisi Otomatis

Biarkan mobil berhenti sebelum mengganti posisi transmisi

Paling sering terjadi saat pemilik sedang memarkir mobilnya. Entah karena terburu-buru atau memang kurang informasi, ada beberapa orang yang langsung mengganti posisi transmisi dari D ke R meski mobil masih melaju ke depan.

>>> Begini Perbedaan Cara Merawat Mobil Transmisi Manual dan Otomatis

Begitu pula memindahkan tuas ke posisi P atau parking saat mobil masih belum berhenti sepenuhnya. Biasanya, Anda akan merasakan hentakan dari gearbox yang berpindah berlawanan dengan laju mobil.

Jika diteruskan, kebiasaan ini bisa merusak bagian gear dan kampas dari transmisi otomatis pada mobil Anda.

3. Menggunakan Posisi L Pada Jalan Landai Tanpa Bantuan Rem

Gambar Turunan Landai

Tetap gunakan rem saat menghadapi turunan yang landai

Memang menggunakan posisi L pada transmisi otomatis dapat membantu proses engine brake saat berkendara pada jalan menurun yang landai. Namun, teknik tersebut sebenarnya digunakan sebagai pelengkap kinerja rem mobil.

Jika terus menerus menggunakan posisi gigi rendah seperti itu, kampas kopling pada mobil akan lebih cepat aus.

4. Membiarkan Transmisi Pada Posisi D Saat Berhenti Lama

Kebiasaan ini sering dilakukan di kemacetan atau lampu merah. Beberapa pengemudi biasanya malas untuk mengganti posisi transmisi ke netral saat berhenti untuk waktu yang lama.

Gambar Kemacetan

Pindahkan posisi transmisi ke netral saat menghadapi kemacetan yang cukup lama

>>> Beda Oli Transmisi Mobil Manual Dengan Matic, Oli Mesin Dan Oli Gardan

Jika hanya sebentar, sebenarnya membiarkan transmisi otomatis pada posisi D saat berhenti memang tidak apa-apa. Karena, meski mobil diam saat direm, komponen transmisi tetap bekerja. Lama kelamaan, komponen tersebut akan lebih cepat aus karena kinerjanya kerap tertahan.

Tak hanya itu, ini juga bisa membahayakan pengemudi saat mereka luput menginjak pedal rem saat sedang berhenti. Akhirnya mobil pun melaju dan menyebabkan insiden lalu lintas.

5. Kesalahan Saat Menderek

Kurangnya informasi kerap kali menimbulkan kesalahan ini. Perlu diingat, saat menderek mobil matik, angkat bagian ban yang menjadi sistem penggeraknya.

Jika ban penggerak terus menempel aspal saat diderek, otomatis komponen gearbox akan terus bergerak. Namun karena posisi dalam keadaan mati saat diderek, komponen-komponen tersebut tidak mengalami pelumasan. Akibatnya, komponen gear dan kampas kopling lebih cepat aus atau rusak.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com. Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas
 
back to top