Ingat Ya, Nggak Ada Untungnya Pamer Kecepatan Pas Lagi Ngebut!

06/11/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Tak bisa dipungkiri masih ada sebagian orang yang hobi pamer kecepatan untuk kemudian diunggah di sosial media dan berharap mendapat pujian dari orang lain.

Bermain handphone entah itu untuk membalas pesan ataupun membuka laman sosial media seharusnya dilakukan pada saat waktu lengang. Jangan sampai dilakukan saat Anda tengah mengerjakan sesuatu yang berpotensi mengganggu konsentrasi. Terlebih ketika Anda tengah berkendara. 

Gambar menunjukan wanita menggunakan ponsel saat berkendara

Hindari membuka HP saat nyetir

Berkendara merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan konsentrasi penuh. Bahkan kalau Anda mengantuk saja, tidak disarankan untuk mengemudi karena dapat mengganggu konsentrasi dan berpotensi besar menimbulkan kecelakaan. Apalagi kalau berkendara sembari menggunakan HP. 

>>> Jangan Asal Geber Mobil, Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol

Pamer Kecepatan saat Menyetir Tak Ada Gunanya

Meski sudah mengetahui bahayanya, namun tak sedikit pengendara yang masih abai akan hal itu. Bahkan belakangan seolah muncul tren untuk mengabadikan kecepatan mobil di ruas jalan tertentu dengan HP untuk kemudian diunggah di laman sosial media. 

Tujuannya mungkin hanya ingin memamerkan ke para pengikutnya bahwa dirinya bisa mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil. Belum lagi bisa jadi kebanggaan tersendiri ketika bisa mencapai tujuan tertentu dengan waktu yang lebih cepat dari orang kebanyakan. 

Kecelakaan Vanessa Angel

Kecelakaan yang melibatkan artis Vanessa Angel, banyak yang menduga sopir main HP saat nyetir

Tindakan ini tentu sangat berbahaya. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di luar batas saja sudah berbahaya ditambah lagi mengabadikan momen tersebut menggunakan HP. 

"Mengemudi aman aja belum tentu selamat, artinya keselamatannya harus diusahakan supaya tidak terjadi kecelakaan. Kalau mengemudi sambil main HP, sama dengan menjemput kecelakaan dan pasti fatal apalagi kecepatan  tinggi," tegas Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana melalui pesan singkatnya kepada Cintamobil. 

Padahal kata Sony, berkendara bukanlah ajang untuk saling pamer bahwa seseorang memiliki kemampuan berkendara lebih dari pada orang lain. Saat mengemudi, hal terpenting adalah bisa berkendara dengan selamat sampai tujuan. 

>>> Rolls-Royce Ghost Mansory Cocok Buat Sultan Penyuka Kecepatan

Ada Denda Menanti

Aktivitas main HP saat sedang berkendara belakangan menjadi sorotan. Pertama ada sopir dump truck yang disebut tengah main HP saat menyetir hingga berujung celaka dan mengakibatkan kepala Polisi Patwal terlindas. Sorotan itu kemudian berlanjut ke kasus kecelakaan maut yang melibatkan keluarga artis Vanessa Angel. 

Seorang pengemudi tidak menyadari bahaya karena sibuk main ponsel

Diperlukan konsentrasi penuh saat menyetir

Sang sopir diduga mengantuk hingga menyebabkan kecelakaan terjadi. Namun ia juga diketahui sempat merekam aksinya menyetir dalam kecepatan tinggi dan diunggah ke akun instagram story miliknya meski saat ini sudah dihapus.  

"Nggak ada yang perlu disombongin atau dipamerin dengan peristiwa tersebut kalau memang berbahaya. Karena pengemudi yang bertanggung jawab tidak akan melanggar batas kecepatan," jelas Sony. 

Selain berbahaya, berkendara sambil main HP ini juga melanggar Undang-Undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan, yakni pasal 106 yang mewajibkan pengemudi berkendara dengan wajar dan penuh konsentrasi, serta pasal 283 yang mengatur pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling banyak 750.000 rupiah bagi para pelanggar.

>>> Perlu Membiasakan Diri Mengontrol Kecepatan di Jalan Tol Baru

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top