Ingat Lagi, Betapa Bahayanya Mengantuk Saat Mengemudi

23/11/2018

Pengemudian
Share this post:
Hanya karena mengantuk saat mengemudi, pengemudi truk pasir dan kernetnya harus berjuang menahan sakit luar biasa setelah truknya menabrak pohon di pinggir jalan yang membuat keduanya terjepit lebih dari 3 jam.

Kasus kecelakaan truk pasir di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018) pagi hari mengingatkan betapa bahayanya mengantuk saat mengemudi. Gara-gara mengantuk sopir gagal mengendalikan truk yang dikemudikan sebelum akhirnya berhenti karena menabrak pohon besar di pinggir jalan.

Beruntung tidak ada korban jiwa usai keduanya diselamatkan oleh Tim resque dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan dan harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta karena terluka parah usai terjepit di dalam kabin truk hingga lebih dari 3 jam.

>>> Banyak Kecelakaan Lalu Lintas, Negara Rugi Ratusan Miliar Rupiah

Foto evakuasi sopir truk yang terjepit

Foto truk tabrak pohon di Jakarta Selatan

Gara-gara sopir mengantuk, truk pasir menabrak pohon besar pinggir jalan

Kembali ke soal mengantuk, kondisi yang satu ini merupakan satu kondisi yang tidak boleh diabaikan oleh pengemudi. Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), mengemudi dalam keadaan mengantuk menghadapi risiko yang setara dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol melebihi batas alias mabuk.

Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Archives of Internal Medicine juga menuliskan tidak ada perbedaan sedikitpun mengemudi dalam keadaan mengantuk dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Keduanya sama-sama melipatgandakan potensi kecelakaan.

Dokter spesialis masalah tidur RS. Mitra Kemayoran, dr. Andreas Prasadja, RPSGT pernah menuturkan hal yang sama dengan dua penelitian di atas.

“Bahaya mengantuk itu bisa bikin kemampuan konsentrasi dan kewaspadaan saat berkendara menurun. Respons refleks menjadi buruk. Bisa berujung kecelakaan,” kata dr. Andreas kepada salah satu media, (3/3/2018) lalu.

Dalam keadaan mengantuk, pengemudi akan kehilangan konsentrasi, kehilangan kemampuan membaca kondisi jalan, tidak sadar dengan datangnya bahaya serta kehilangan refleks. Walhasil, potensi kecelakaan jadi lebih besar.

>>> Tips Aman Tidur di Dalam Mobil untuk Perjalanan Jauh

Foto pengemudi mengantuk dalam mobil

Mengantuk jadi salah satu faktor terbesar kasus kecelakaan di jalan raya

Kasus kecelakaan truk di atas hanyalah satu contoh dari banyak kasus kecelakaan yang disebabkan sopir mengantuk saat mengemudi, seperti kecelakaan bus di Tol Kanci-Pejagaan Km. 233, Jumat (14/9/2018) lalu yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya luka-luka. Keterangan didapat ternyata sopir sudah berencana istirahat karena mengaku lelah dan mengantuk. Tidak segera dilaksanakan, bus keburu kecelakaan.

Dr. Andreas menjelaskan, tidak ada cara paling ampuh mengusir ngantuk saat mengemudi selain istirahat dan tidur. Pada kenyataannya, banyak pengemudi yang menyepelekan soal dan memilih melawan kantuk dengan mengkonsumsi  minuman energi atau mengkonsumsi kopi.

Ini bukan pilihan yang tepat sebab kafein dalam kopi atau minuman energi hanya stimulan sementara. Meski berhasil memaksa mata tetap melek, namun otak tetap dalam kondisi lelah. Ini juga salah satu pemicu datangnya microsleep (tidur sesaat). Di waktu yang hanya sesaat atau kurang dari 10 detik inilah kecelakaan bisa terjadi. Terlebih bisa kendaraan sedang dalam kecepatan tinggi, hampir bisa dipastikan dampaknya bakal sangat hebat.

Jadi, jangan pernah mengabaikan kondisi mengantuk saat mengemudi. Menepilah di tempat aman dan istirahat secukupnya hingga tubuh kembali bugar agar keselamatan lebih terjamin.

>>> Tertarik membeli mobil baru? Dapatkan informasi lebih lanjut di sini

Foto seseorang sedang tidur di dalam mobil

Tidak ada cara yang lebih mujarab mengusir ngantuk selain tidur

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top