Saat melaju di jalan tol dalam kecepatan tinggi, jarak ratusan meter bisa terlibas dalam hitungan detik. Tentunya bisa sangat berbahaya apabila Anda atau orang lain lalai maupun melakukan tindakan bodoh di jalan tol. "Perilaku mengemudi merupakan penyebab kecelakaan tertinggi," tukas Bintarto Agung selaku Direktur Indonesia Defensive Driving Center saat ngobrol santai dengan Cintamobil.com di area Puncak beberapa waktu lalu. Tentu saja penyebab itu bukanlah suatu pengecualian di jalan tol. Maka, hindari 10 kebiasaan bodoh ini di jalan tol.
1. Berhenti Di Kanan
Kalau mau berhenti di jalan tol jangan di jalur kanan, bahaya!
Bila mobil yang Anda kemudikan terjadi kerusakan mesin atau transmisi yang menyebabkan mobil mogok alias jamming, berhenti di jalur kanan sebenarnya bisa dimaklumi. Sebab mobil benar-benar tidak bisa jalan lagi. Namun, celakanya yang sering terlihat justru kebiasaan bodoh mengganti ban kempis di kanan jalan. Potensi bahaya jelas ada yakni tertabrak, mengingat di jalan tol lajur kanan adalah untuk mendahului dan mobil di jalur ini kecepatannya sangat tinggi.
2. Tidak Jaga Jarak Saat Kecepatan Tinggi
Saat melaju di kecepatan tinggi, harus jaga jarak minimal 3 detik
Saat balapan atau berkompetisi, memang slipstreaming sangat dibutuhkan untuk memperkecil hambatan angin dan menambah laju mobil. Tapi drafting atawa slipstreaming tidak dibutuhkan di jalan tol. Kurang menjaga jarak saat mobil berlari kencang pastinya dapat berdampak fatal. Saat mobil di depan Anda tiba-tiba mengerem, Anda tak punya waktu untuk melakukan deselerasi kendaraan. Sehingga resiko tabrakan beruntun menjadi lebih besar.
3. Potong Jalur
Tertiblah di antrian saat jalan padat, potong jalur bisa menyebabkan kecelakaan
Inilah salah satu kebiasaan terbodoh di jalan tol yang mengundang kecelakaan. Umumnya ini terjadi di sekitar jalur masuk atau keluar tol. Kendaraan yang baru masuk tol langsung saja ambil kanan, lebih mengesalkan itu dilakukan tanpa menyalakan lampu sein! Sementara untuk jalur keluar tol, marka jalan seenaknya saja dipotong tanpa memikirkan pengendara lain. Hal ini jelas sangat bodoh dan berbahaya untuk lalu lintas berkecepatan tinggi.
4. Mundur
Meskipun mundur dapat dilakukan dengan aman, tapi tetap beresiko
Meski jarang terlihat, namun sesekali mungkin akan menemui pengemudi yang melakukan ini. Mundur sering kali dilakukan pada interseksi (pecahan jalur). Banyak pengemudi yang salah, terlewat exit tol, lantas memilih mundur ketimbang turun di pintu tol berikutnya. Kendati mundur umumnya dilakukan dengan hati-hati sembari menyalakan lampu hazard, aksi ini sangat berbahaya sebab pengemudi di belakang tidak mengantisipasi mobil yang berjalan mundur.
5. Pelan Di Jalur Kanan
Kalau jalan pelan jangan di jalur kanan dong! Mengganggu dan bikin macet
Inilah salah satu kebiasaan bodoh yang kerap ditemui. Bukan hanya di jalan tol dalam kota, namun juga luar kota. Kita semua tahu, setiap jalan tol memiliki limit kecepatan terendah 60 km/jam dan tertinggi antara 80 hingga 100 km/jam. Tapi bukan berarti itu dapat dilakukan di jalur kanan which is adalah lajur untuk overtaking. Kondisi ini sangat menyebalkan, dan seringkali memaksa kendaraan yang melaju lebih cepat mendahului dari jalur kiri.
>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada disini
6. Melaju Kencang Di Bahu Jalan
Melaju kencang di bahu jalan bukan tindakan yang terpuji di jalan tol
Bahu jalan sejatinya diciptakan untuk keadaan darurat. Seperti ambulance yang sedang evakuasi pasien ke rumah sakit, maupun petugas tol yang butuh cepat sampai lokasi tertentu untuk memberi pertolongan pertama kecelakaan. Sayangnya, bahu jalan ini kerap disalahgunakan. Ada saja mobil pribadi pasang strobo dan menggunakan bahu jalan serta berlagak seperti aparat. Selain bisa menabrak mobil yang sedang berhenti darurat, kebiasaan ini bisa jadi simpul kemacetan.
7. Balik Arah Memotong Median
Memotong median jalan adalah tindakan bodoh di jalan tol
Ini memang sudah jarang terlihat, namun di ruas tol yang pembatasnya belum ketat, hal bodoh ini dapat dilakukan. Entah apa alasannya ada saja pengemudi bodoh yang ingin balik arah, langsung memutar mobilnya setelah keluar pintu tol untuk kembali masuk ke jalan tol. Tak hanya pengemudi biasa, petugas tol pun kadang melakukan hal ini. Tentu aksi ini sangat berbahaya, apalagi ada saja pengemudi dari arah berlawanan yang tidak sabaran.
>>> Dapatkan tips pengemudian mobil hanya dari Cintamobil.com
8. Menerima Telepon Atau Bersosmed
Mengemudi itu butuh 100% konsentrasi, jangan menelepon atau membalas pesan whatsapp kala mengemudi
Mobil modern saat ini umumnya sudah dilengkapi dengan konektivitas via bluetooth maupun Apple Car Play® atau Android Auto™ agar dapat tersambung ke smartphone. Tapi, menerima telepon sambil mengemudi akan menimbulkan gangguan konsentrasi. Menyetir itu butuh 100% fokus, bayangkan Anda sedang melaju 100 km/jam di jalan tol, artinya dalam 1 detik, mobil melaju 100 meter. Hilang konsentrasin sedikit saja bisa terjadi kecelakaan, apalagi sambil bersosial media.
9. Jajan Di Tol
Manfaatkan rest area ketika ingin jajan
Macet di jalan tol utamanya tol dalam kota memang berkah bagi pedagang keliling. Well, dengan membeli dagangan mereka di jalan tol akan membantu perekonomian si pedagang, tapi hal itu juga menimbulkan potensi bahaya. Sebab ketika macet, Anda akan sulit memprediksi kapan mobil di depan Anda kembali melaju, plus kehadiran pedagang juga mengganggu saat mobil hendak bermanuver. Saran kami hindarilah kebiasaan jajan di jalan tol, dan optimalkan rest area.
10. Overspeed Atau Underspeed
Pastikan Anda ahli sebelum berani mengemudikan mobil dengan kencang
Seperti yang kami sudah singgung sebelumnya, tiap jalan tol punya batasan kecepatan masing-masing. Tapi, melaju melewati batas kecepatan maupun melakukan aksi zig-zag guna mempertahankan kecepatan sangat tidak dibenarkan. Bisa jadi Anda merasa aman, tapi tidak demikian dengan pengemudi lain disekitar Anda. Melaju dibawah batas kecepatan minimum juga berbahaya, sebab berpotensi ditabrak dari belakang.
>>> Kumpulan tips dan trik otomotif terlengkap bisa Anda temukan disini









