Hati-Hati Setengah Kopling, Bikin Usia Transmisi Lebih Pendek

30/01/2020

Pengemudian

3 menit

Hati-Hati Setengah Kopling, Bikin Usia Transmisi Lebih Pendek
Membiasakan diri menginjak setengah kopling bisa menjadi hal buruk yang berdampak besar. Kopling bakal berusia lebih pendek dari usia yang seharusnya.

Soal kenyamanan berkendara, mobil matik lebih unggul dibanding mobil manual. Anda hanya perlu mengatur pedal gas dan rem sesuai kebutuhan dan tidak direpotkan menginjak kopling untuk berganti gigi kecepatan. Baik di jalan rata maupun di tanjakan sama nyamannya. Terlebih mobil-mobil matik sekarang rata-rata sudah dibekali fitur anti merosot di tanjakan yang disebut Hill Start Assist (HSA), saat stop and go di tanjakan Anda tinggal lepas rem dan injak pedal gas mobil bakal melaju tanpa harus merosot dulu.

Untuk mobil transmisi manual jarang bisa seperti itu. Kemampuan mengoperasikan tiga pedal sangat dibutuhkan. Nah, ada kebiasaan yang kaprah dilakukan kebanyakan pengemudi mobil manual, yaitu menginjak setelah kopling saat berada di kemacetan, di jalanan datar maupun di jalan menanjak.

Dampak Setengah Kopling

Tanda panah menunjukkan pedal kopling

Pengoperasian kopling yang tidak tepat berdampak pada usia transmisi

Penggunaan paling tepat untuk pedal kopling hanyalah saat pindah gigi transmisi dengan cara diinjak dalam-dalam. Dalam kondisi mobil melaju kencang pedal kopling harus dilepas. Begitupun saat berhenti pedal kopling sebaiknya juga dilepas untuk menghindari kopling terus bekerja.

Bermain setengah kopling mengakibatkan plat atau kampas terus bergesekan dengan Flywheel. Semakin sering dan semakin lama setengah kopling semakin lama pula gesekan terjadi. Ini yang membuat kampas kopling cepat aus dan usia transmisi lebih pendek.

"Pada pemakaian normal biasanya kanvas kopling baru habis sampai 60.000-70.000 km, tetapi karena pemakaian yang tidak benar, belum sampai 10.000 km sudah selip dan loss power," tutur Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna, seperti dikutip dari Kompas, (27/1/2020). “Hal itu bisa terjadi karena adanya gesekan antara komponen kopling dan flywheel yang terjadi terus menerus, bahkan ketika kendaraan normal berjalan. Padahal idealnya gesekan terjadi saat pedal kopling ditekan untuk keperluan pemindahan gigi transmisi saja,” jelasnya.

>>> Pengguna Mobil Manual, Jangan Lakukan Ini Kalau Tak Mau Kopling Mobil Cepat Rusak

Meminimalkan Setengah Kopling

Foto pengemudi sedang mengoperasikan rem tangan

Rem parkir berguna saat macet di tanjakan

Penggunaan setengah kopling pada mobil manual nyaris tidak bisa ditinggalkan secara total oleh pengemudi. Ada momen-momen tertentu yang terkadang sangat membutuhkan setengah kopling.

Meski demikian kebiasaan ini harus diminimalkan dan tidak boleh dilakukan secara terus menerus. Seperti saat stop and go di tanjakan karena lalu lintas yang padat, akan lebih baik jika pengemudi memanfaatkan fitur rem tangan. Begitu pun saat macet total di jalanan datar, pengemudi bisa pindah ke gigi netral. Baru saat kendaraan di depan mulai melaju, masukkan gigi dan mobil berjalan secara normal tanpa harus menahan pedal kopling.

>>> Sedang cari mobil? Ada banyak pilihan loh di sini

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top