Hati-hati, Mengemudi di Bulan Puasa Banyak Godaannya

28/04/2019
Pada dasarnya, puasa Ramadhan tak menghalangi setiap muslim dari aktivitasnya. Namun, proses adaptasi tetap perlu dilakukan. Sebab, rutinitas kehidupan sedikit mengalami perubahan saat bulan Ramadhan – seperti sholat tarawih dan sahur. Hal-hal apa yang mungkin menjadi “godaan” bagi seorang muslim saat mengemudi di bulan puasa? Silakan simak penjelasannya berikut ini agar Anda tidak mendapat “godaan” ini.

Foto wanita Arab yang sudah diperbolehkan mengemudi oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz

Aktivitas tetap harus berjalan seperti biasa meski menjalani ibadah puasa Ramadhan

Satu perbedaan paling dikenali bagi orang yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah perubahan pola makan dan minum. Yang biasanya bisa dilakukan setiap saat beralih di waktu sahur dan saat Magrib. Sedikit banyak perubahan pola makan ini juga berdampak pada kondisi tubuh. Di satu sisi aktivitas juga harus tetap berjalan seperti biasa meski sedang berpuasa, bagi yang ngantor harus tetap ngantor, kuliah tetap berangkat, kerja harus tetap kerja. Termasuk yang punya aktifitas mengemudi tetap harus mengemudi.

Nah, bagi Anda yang mengemudi di bulan puasa dan melaksanakan puasa ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan, terutama karena ini menyangkut faktor keselamatan baik keselamatan lahir maupun keselamatan batin.

Mengantuk Kala Berkendara

Foto seorang pengemudi wanita mengantuk saat mengemudi

Jangan paksakan terus mengemudi kalau mata sudah mengantuk

“Gangguan” yang biasa terjadi pada pengemudi kala mengemudi di bulan puasa adalah mengantuk. Sebab, perubahan rutinitas kehidupan seorang muslim yang menjalankan ibadah puasa – harus melakukan sahur dan menjalani aktivitas sehari-hari. Sebenarnya “gangguan” ini tidak hanya dialami pengemudi yang berpuasa saja, tapi semua pengemudi yang mengalami kelelahan berat dan tidak memperhatikan tubuh sendiri.

Mengantuk kala berkendara jelas sangat berbahaya. Itulah kenapa seorang muslim yang menjalani ibadah puasa dan beraktivitas dengan berkendara harus melakukan adaptasi dengan rutinitas kehidupannya. Contoh nyatanya adalah tidak tidur larut malam, karena bisa terlambat sahur yang ujung-ujungnya membuat mengantuk waktu beraktivitas keesokan harinya.

Selain itu, pengemudi muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi cairan serta protein. Cairan sangat penting bagi tubuh orang yang berpuasa, dimana kita lebih susah menahan haus daripada lapar. Sementara itu, saat orang yang berpuasa dianjurkan melakukan sahur dengan mengurangi konsumsi karbohidrat. Sebab, karbohidrat yang berlebihan akan menyebabkan rasa kantuk.

>>> Ingat Lagi, Betapa Bahayanya Mengantuk Saat Mengemudi

Memeriksakan Kesehatan Mobil di Bengkel

Foto servis Wuling Confero S di bengkel resmi Wuling Srondol Semarang

Pastikan mobil dalam kondisi fit sebelum dipakai berkendara

Anda juga dianjurkan untuk memeriksakan kesehatan mobil di bengkel. Hal ini harus dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Pada dasarnya, memeriksakan kesehatan mobil di bengkel juga bisa sudah Anda lakukan setiap bulan, khususnya jika Anda seorang pemilik mobil yang apik yang ingin mobilnya selalu dalam keadaan prima.

Namun kenapa Anda perlu memeriksa kesehatan mobil di bengkel? Mungkin saja, mobil yang Anda gunakan saat ini berumur di atas 5 tahun. Dengan usia seperti itu, mobil pasti akan mengalami “sakit-sakitan”. Dalam kondisi seperti itu pasti mobil perlu dirawat.

Anda tidak mau bukan ketika sedang berkendara tiba-tiba mobil mogok? Hari-hari biasa mungkin Anda bisa menghadapinya dengan tabah, tapi ketika Anda sedang berpuasa tentu “gangguan” itu akan membuat Anda kehilangan kesabaran dan parahnya, Anda mengalami kelelahan. Itulah kenapa Anda sebaiknya memeriksakan kesehatan mobil di bengkel sebelum memasuki bulan Ramadhan.

>>> Jangan Terjebak, Berikut Tips Hindari Pengendara Temperamental

Kenali Tubuh Anda dan Perhatikan Juga Jarak Tempuhnya

Foto jalan tol pulau Sumatera yang telah terpasang rambu-rambu

Perkirakan jarak yang akan ditempuh untuk mengetahui sebatas mana kekuatan mengemudi

Anda punya aktivitas mengemudi di bulan puasa? Maka Anda perlu mengenali tubuh sendiri, sebab Anda tidak boleh kehilangan dua hal, yaitu stamina dan konsentrasi. Selain itu, hal yang perlu Anda perhatikan adalah jarak tempuh. Kesalahan dalam mengenali tubuh sendiri dan menghitung jarak tempuh dengan kemampuan bisa menyebabkan kerugian bagi diri sendiri. Minimal Anda mengalami batal puasa, dan parahnya Anda mengalami kecelakaan.

Saat berpuasa, Anda bisa kehilangan konsentrasi dan stamina lebih cepat. Apa hubungan stamina dan konsentrasi? Ketika stamina tubuh kurang, maka reaksi motorik bakalan turun juga. Hal itu akan menjadi gangguan besar saat Anda berkendara. Di samping itu, ketika Anda melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil saat puasa, maka sebaiknya Anda perlu beristirahat sekitar 15-20 menit usai 2 jam berkendara. Karena pengemudi perlu reaksi yang cepat dan bagus.

>>> Tips dan trik menarik lainnya bisa Anda temukan disini

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain