Hati-hati, Ada 5 Potensi Bahaya di Tol Trans Jawa Saat Perjalanan Mudik

02/06/2019

Pengemudian

3 menit

Hati-hati, Ada 5 Potensi Bahaya di Tol Trans Jawa Saat Perjalanan Mudik
Bila Anda berencana melakukan perjalanan mudik dan melewati tol Trans Jawa, kami menemukan setidaknya ada 5 potensi bahaya yang mengintai dalam perjalanan. Baik dari faktor eksternal maupun internal yakni pengemudi itu sendiri. Pastikan Anda tetap aman dari 5 potensi bahaya di tol Trans Jawa.

1. Silau Lampu / Matahari

Lampu sirine pada mobil patroli atau polisi

Lampu strobo pada mobil patroli atau polisi bisa menganggu visibilitas

Bila Anda berangkat dari rumah (Jakarta) pada pagi hari, waspada terhadap sinar matahar yang menyilaukan mata sehingga menganggu visibilitas Anda sebagai potensi bahaya di tol Trans Jawa. Gunakan kacamata gelap (sun glasses) untuk mereduksi cahaya tersebut sehingga tetap aman di jalan. Begitu juga ketika perjalanan malam hari, hati-hati dengan mobil patroli yang menyalakan lampu sirine atau strobo yang menyilaukan mata. Usahakan jaga jarak baik mendahului atau memberi jalan sehingga cahaya yang terlalu terang dari lampu strobo tidak menganggu visiblitas.

>>> Menempuh Perjalanan Jakarta-Surabaya Lewat Jalan Tol, Berapa Kali Pengemudi Harus Istirahat?

2. Bus Mengebut

Bus antar kota antar provinsi yang mengebut di jalan tol

Hati-hati dengan bus mengebut di jalan tol trans jawa

Ketika kami berkendara pada malam hari melewati tol Trans Jawa, beberapa kali bertemu bus antar kota antar provinsi. Meski bus tersebut selalu berada di jalur kiri, namun kecepatannya cukup kencang. Mengingat bodi yang besar, hati-hati ketika bus mengebut ini melakukan manuver untuk menyusul dari kanan. Beri jalan sebentar agar potensi bahaya di tol Trans Jawa ini tidak merugikan Anda.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

3. Kecepatan Mobil

Kecepatan mobil mempunyai risiko besar

Secara tidak sadar kecepatan mobil bisa melaju lebih dari 100 km/jam dan berpotensi bahaya

Jalan yang lurus dipadu kualitas aspal dan beton yang masih baik membuat Anda akan tidak terasa berada dalam kecepatan tinggi. Dari pengalaman kami ketika melewati tol Trans Jawa baik di Jakarta – Semarang maupun Semarang – Surabaya, kecepatan mobil stabil di 120 km/jam. Bahkan akan ada momen dimana mobil dipacu hingga 150 km/jam saat ingin mendahului mobil lain. Hati-hati dengan kecepatan ini karena mobil lebih mudah limbung.

>>> Pentingnya Rambu-Rambu Batas Kecepatan untuk Mengurangi Kecelakaan di Jalan Tol

4. Lampu Jalan

Lampu jalan penerangan masih minim di tol trans jawa

Lampu jalan masih minim sepanjang jalan tol trans jawa

Salah saut potensi bahaya di tol Trans Jawa adalah penerangan lampu jalan yang masih minim. Kami hanya menemukan lampu jalan ketika ada pintu keluar tol untuk memberi petunjuk kepada pengemudi daerah yang dituju. Sementara pada area lainnya tidak ada lampu jalan dan hanya mengandalkan reflektor dari pantulan lampu mobil Anda sebagai tanda pembatas jalan. Hati-hati karena bisa saja di depan ada yang menyeberang atau mobil dengan lampu yang mati.

>>> Dapatkan tips mengemudi lainnya hanya di sini

5. Bahan Bakar

Indikator bahan bakar

Pastikan indikator bahan bakar tidak menyentuh E agar tetap aman di jalan

Mogok di tengah jalan tol yang sepi tentu menjadi masalah cukup besar. Terlebih bila mogoknya mobil Anda karena kehabisan bahan bakar. Pada beberapa rest area di tol Trans Jawa Solo-Kertosono arah Surabaya, masih sedikit SPBU yang tersedia. Jangan menunggu indikator BBM pada mobil menyentuh huruf E. Lebih bija bila sisa setelah dari indikator Anda sudah melakukan pengisian BBM. Bila Anda sudah menegtahui potensi bahaya di tol Trans Jawa, jangan lupa untuk tetap waspada dan mengemudi dengan aman.

>>> Tips & trik lainnya ada disini

 
back to top