Empat Kebiasaan Keliru Yang Kerap Dilakukan Pengemudi Saat Menunggu Di Lampu Merah

27/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Empat Kebiasaan Keliru Yang Kerap Dilakukan Pengemudi Saat Menunggu Di Lampu Merah
Saat berhenti dan menunggu di lampu merah pun Anda diharapkan untuk tetap waspada dan menghormati pengguna jalan lainnya

Saat menunggu di lampu merah, umumnya pengemudi merasa seperti mendapatkan kesempatan untuk ‘berisitirahat’ sejenak. Tak salah memang, ketika sedang menunggu di lampu merah, Anda boleh saja untuk sekedar rileks sambil kembali mendapatkan konsentrasi untuk melanjutkan perjalanan. Namun, ada beberapa kebiasaan keliru yang kerap dilakukan oleh pengemudi saat menunggu di lampu merah yang ternyata cukup berisiko untuk membahayakan si pengemudi atau pengguna jalan di sekitarnya.

Situasi di persimpangan dengan lampu merah

Saat menunggu di lampu merah, bahaya dan kriminalitas mengintai Anda

>>> Simak Juga:

Kebiasaan keliru pertama yang umumnya dilakukan oleh pengemudi adalah mengaktifkan rem parkir atau biasa juga dikenal dengan rem tangan. Sepintas memang tak adalah salahnya ketika mengaktifkan rem parkir saat menunggu di lampu merah, namun ternyata kebiasaan tersebut bisaa mengundang bahaya. “Situasi di lampu merah masih cukup rawan kecelakaan, terlebih kemungkinan Anda ditabrak dari belakang. Dengan mengaktifkan rem parkir, Anda tak memiliki cukup waktu untuk melakukan manuver saat menghindar saat terjadi insiden tabrak dari belakang,” ujar Bintarto Agung, instruktur dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).

Anda disarankan untuk tidak mengaktifkan rem parkir ketika sedang menunggu di lampu merah. “Namanya juga rem parkir atau parking brake, sebaiknya digunakan hanya ketika parkir di tempat yang sudah aman dan Anda akan meninggalkan mobil. Letih menunggu sambil menahan rem mobil saat di lampu merah? Ya memang sudah menjadi risiko ketika mengemudi,” tambah Bintarto.

pengoperasian rem parkir model tombol pada mobil

Hindari menggunakan rem parkir saat menunggu di lampu merah agar Anda memiliki cukup waktu untuk menghindar saat terjadi tabrak belakang

>>> Butuh mobil gesit dan irit bahan bakar? Cek Honda Brio dengan harga terbaik di sini

Kebiasaan keliru kedua yang kerap dilakukan pengemudi saat menunggu di lampu merah adalah langsung mengalihkan perhatian pada gadget atau smartphone. Kebiasaan ini sangat berisiko karena akan mengurangi kewaspadaan Anda. Padahal, resiko bahaya dan kriminalitas mengintai Anda. “Jangankan sambil main gadget atau smartphone, saat kita menunggu di lampu merah saja, tanpa melakukan aktivitas apapun, pasti akan kaget ketika ada orang yang mengetuk kaca mobil. Tanda bahwa kita mudah kehilangan kewaspadaan,” terang Bintarto. Manusiawi memang, ketika mudah merasa bosan saat menunggu, namun bukan menjadi alasan untuk bisa menggunakan gadget atau smartphone saat di belakang kemudi.

Menggunakan smartphone saat mengemudi

Apapun alasannya, Anda tidak diperkenankan menggunakan smartphone saat mengemudi. Jika mendesak, pinggirkan kendaraan di tempat aman terlebih dahulu

Kebiasaan keliru ketiga saat menunggu di lampu merah adalah tidak menjaga jarak ideal dengan kendaraan di depan. Padahal dengan menjaga jarak ideal dengan kendaraan di depan, Anda memiliki cukup ruang untuk menghindari saat keadaan mendesak. Contohnya ketika mobil di depan Anda mogok, dengan menjaga jarak ideal, maka kita punya cukup ruang untuk menghindar dan pindah jalur saat aman dan memungkinkan. Begitu pula ketika kita mengalami tidakan kriminal, maka tersedia cukup ruang untuk menghindar. “Jarak ideal saat berhenti atau menunggu di lampu merah adalah ketika Anda bisa melihat roda belakang kendaaraan di depan Anda. Jika tak bisa melihatnya, maka Anda terlalu dekat dengan mobil di depan Anda,” jelas penggemar mobil retro ini.

>>> Tips pengemudian terbaru dan terlengkap bisa Anda dapatkan di sini

Kondisi lalu lintas yang padat dan perlunya jaga jarak

Menjaga jarak dengan kendaraan di depan Anda saat menunggu di lampu merah, sehingga Anda memiliki cukup ruang untuk menghindar saat terdesak

Kebiasaan keliru terakhir saat menunggu di lampu merah adalah tidak berhenti di belakang garis zebra cross yang ada. Padahal jika Anda menginjak garis putih atau marka jalan di zebra cross atau jalur penyeberangan, maka Anda sudah melanggar lalu lintas. “Garis di jalur penyeberangan kan solid atau tidak terputus. Artinya tak boleh diinjak atau dilalui saat berhenti,” tutupnya. Berikanlah ruang yang ideal bagi pejalan kaki saat menyeberang jalan dan hormati pengguna jalan lainnya.

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Share this post:
 
back to top