Dampak Buruk Akselerasi dan Pengereman tiba-tiba pada Mobil

11/12/2017

Pengemudian
Share this post:
Dampak Buruk Akselerasi dan Pengereman tiba-tiba pada Mobil
Melakukan perubahan tiba-tiba bukan hanya buruk bagi kesehatan, hal itu juga buruk untuk mobil anda. Sebagaimana ketika suatu benda mendapatkan suhu dingin tiba-tiba ketika masih panas, perubahan fisika ini juga mempengaruhi kendaraan. Karena mobil juga merupakan benda mati, maka hukum-hukum fisika juga berlaku untuk keadaan ini.

Akselerasi dan pengereman yang tiba-tiba terbukti memberikan dampak buruk pada komponen mobil serta meningkatkan persentase pemakaian bahan bakar.

sebuah mobil sedang berkendara di jalan pada malam hari

Akselerasi dan pengereman tiba-tiba berdampak buruk pada mobil

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan akselerasi tiba-tiba? Banyak pakar mendefenisikan akselerasi tiba-tiba terjadi jika anda melakukan percepatan sebesar 7mph (sekitar 11 km/j) atau lebih selama satu detik. Setara dengan melaju dari 0 sampai 60mph dalam 9 detik. Pada kebanyakan mobil, anda harus menekan pedal gas sampai ke lantai mobil untuk melakukan perceparan sebesar ini.

Mobil biasanya mempertahankan rasio udara dan bahan bakar yang paling efisien untuk memberikan penghematan bahan bakar yang tepat. Tetapi, jika anda menekan pedal dengan kuat, mobil akan menginterpretasikan bahwa anda menginginkan tenaga penuh. Mobil anda akan mengabaikan efisiensi bahan bakar dan memompa bahan bakar ke dalam mesin.

sebuah gambar signal bensin mobil siap habis dalam mobilnya

Pengereman mendadak juga mempengaruhi bahan bakar

Pengereman dan percepatan yang mendadak akan mempengaruhi mobil, terutama bahan bakar. Kadang anda akan merasa bahan bakar akan terasa lebih cepat habis ketika berkendara di jalanan kota dibandingkan jalan tol.

Seperti yang telah dijelaskan, ketika mobil melakukan akselerasi, bahan bakar akan lebih cepat terkuras. Percepatan mobil sangat penting bagi mobil, apalagi ketika mengemudi di dalam kota.  Hal inilah yang membuat mengemudi di dalam kota menjadi lebih boros. Tidak seperti mengemudi di jalan tol yang biasanya sangat stabil, mengemudi di kota membutuhkan percepatan dan pengereman yang lebih sering.

>>> Mungkin Anda berminat, Cara Mengerem dan Menghentikan Mobil yang bersistem pengereman ABS dalam Jarak Sependek Mungkin

Selain mengurangi efisiensi bahan bakar, yang terjadi selanjutnya adalah peningkatan presentase kecelakaan. Apalagi ketika anda sedang berkendara di jalanan yang licin setelah hujan. Jalanan yang licin akan memberikan dampak yang membahayakan jika kendaraan anda melakukan pengereman mendadak.

sebuah mobil sedang melakukan pengereman di jalan tes mobilnya

Hindari melakukan pengereman tiba-tiba untuk menurunkan presentase kecelakaan

Bukan hanya ketika jalanan licin setelah hujan, melakukan akselerasi dan pengereman mendadak bisa mengejutkan mobil yang ada di depan maupun belakang. Ketika melakukan pengereman, ada banyak kemungkinan mobil yang berada di belakang belum siap untuk mengerem juga. Apalagi jika jarak mobil saling berdekatan satu dengan yang lain. Kesalahan pengereman bisa mengakibatkan kecelakaan masal yang melibatkan banyak kendaraan.

>>> Silakan merujuk ke tips ini untuk melakukan perjalanan yang aman untuk Anda dan keluarga Anda

Selain itu, pengereman mendadak akan memperburuk kondisi rem. Rem akan menjadi panas ketika mobil melakukan pengereman mendadak dan mengurangi masa pakai rem tersebut. Selain itu, komponen yang lain juga terpengaruh. Seperti halnya mesin yang terpacu untuk akselerasi dan pengereman tiba-tiba pada pedal gas yang ditekan dengan keras.

Mengemudi dengan stabil merupakan salah satu faktor penunjang kesehatan mobil dan komponen-komponen di dalamnya. Selain bisa menghemat pengeluaran bahan bakar, anda juga bisa menghemat masa pakai komponen-komponen yang ada di dalam mobil. Dengan begitu, anda tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk biaya pergantian komponen mobil yang lebih sering.

>>> Mari berbagi pengalaman kendaraan berempat roda di sini

Share this post:
 
back to top