Cara Pegang Setir Posisi Jam 9 Dan 10 Jadi Yang Ideal, Ini Alasannya

10/10/2020

Pengemudian

5 menit

Cara Pegang Setir Posisi Jam 9 Dan 10 Jadi Yang Ideal, Ini Alasannya
Setir adalah salah satu alat kendali mobil, dengan beragam cara lingkar kemudi dapat dipegang, berikut jadi alasan cara pegang setir mobil ini yang paling ideal

Setir adalah salah satu alat kendali mobil selain pedal gas, rem dan kopling jika ada. Dengan beragam cara, tentunya lingkar kemudi dapat dipegang oleh tangan. Tapi tahukah Anda jika cara pegang setir yang paling ideal adalah dengan posisi jam 9 dan jam 3? Nah, berikut ini bisa menjadi alasan mengapa cara pegang setir mobil ini yang paling ideal.

Sejarah Cara Pegang Setir

Memang pertama kali cara olah kemudi distandarkan oleh “Smith System”, sebuah lembaga pengembangan keselamatan berkendara pertama di Amerika dan juga pertama di dunia yang berdiri tahun 1952. Sesuai nama founder nya yaitu Harold Smith (1925-2011). Standar cara olah kemudi dan cara memegang roda kemudi yang benar dan aman (secure and safe) adalah di posisi 10:2 (ten and two position).

Gambar Rules of Driving Based on the Smith System-SPEC

Inilah 5 patokan smith system dalam mengemudi dengan baik dan aman

"Ini dianggap posisi yang paling tepat dan kuat (nyaman secara ergonomis) untuk dapat mengolah roda kemudi saat bermanuver, berbelok ataupun saat kita harus merespon suatu keadaan berkendara tertentu (emergensi atau “evasive manouvre”)," buka Bintarto Agung, selaku Direktur Indonesia Devensife Driving Centre (IDDC) kepada Cintamobil.com.

Gambar Logo NHTSA | National Highway Traffic Safety Administration

NHTSA jadi salah satu badan standar di Eropa

Sebagai informasi, mengenai tata cara standar dalam hal olah kemudi (pegang setir) dan penempatan tangan pada roda kemudi di posisi 10:2 ini juga distandarkan oleh AAA (American Automobile Association), SAE (Society of Automotive Engineer), NHTSA (The National Highway Traffic Safety Administration) dan juga di Eropa dan Australia.

>>> Jangan pakai face shield saat mengemudi! ini alasannya

Penerapan Airbags Mengubah Segalanya

Seiring dengan berkembangnya teknologi otomotif, terutama dimulai saat ditemukan dan diciptakannya sebuah fitur teknologi keselamatan berkendara yang dinamakan “Airbag” atau “SRS” (Secondary Restraint System) di era akhir tahun 1970an. Dan sejak diterapkannya teknologi “Airbag” oleh Mercedes Benz pada model S class pada tahun 1981.

Gambar Airbags Mercedes-Benz S Class 1981

Jurnal Mercedes-Benz mengenai keselamatan akhirnya digunakan

Setelah melalui rangkaian penelitian dari beberapa kecelakaan yg terjadi dan menyebabkan pengendaranya mengalami cedera yang cukup berat (severe injury) disebabkan oleh tangan pengendaranya. Dari hasil penelitian Mercedes Benz tersebut didapatkan hasil kesimpulan bahwa pengendara mengalami cedera berat karena terkena pukulan tangannya sendiri (yang terbawa oleh airbag) saat tangan pengemudi berada pada posisi 10:2 saat benturan terjadi.

Diubah Menjadi Posisi Jam 9:3 Agar Makin Aman

Maka sejak medio akhir 1980an atau ditahun 1988 Mercedes-Benz melalui jurnal hasil penelitiannya mulai diadopsi dan dijadikan standar baru mengenai cara olah kemudi dan penempatan tangan pada roda kemudi oleh institusi-institusi tersebut diatas menjadi 9:3 ( Nine and Three Position). Dimana posisi 9:3 adalah posisi yg lebih aman (secure), kuat dan lebih nyaman (secara ergonomis) dan yang terpenting adalah saat terjadi benturan dan membuat fungsi SRS bekerja.

Foto tim Cintamobil.com sedang mengendari Honda Civic Turbo miliknya

Pegang setir di posisi jam 9 dan jam 3 kini jadi yang terbaik

"Dengan kata lain airbags tidak menyebabkan tangan terbawa oleh airbag dan menghantam bagian muka pengendara. Airbag atau kantung udara keselamatan akan mengembang diantara kedua tangan kita (pada posisi 9:3) dan tidak mengembang 'pada' tangan kita, terbawa dan menghantam bagian wajah pengendara (posisi 10:2)," tambah om Tato.

Gambar posisi duduk saat mengemudi

Posisi duduk juga harus pas agar nyaman dan reflek kian cepat

Jadi itulah penjelasan sederhana mengenai cara pegang setir pada posisi jam 9 dan jam 3, tujuannya agar semakin aman. Terlebih pengembangan dan penelitian tentang teknologi SRS akan terus berkembang sampai saat ini. Contohnya ada teknologi Adaptive SRS yang mampu menyessuaikan dengan berat badan pengendara dan penumpang serta mampu menyesuaikan dengan jarak antara pengemudi dan penumpang dan sebagainya.

>>> Ini alasan mengapa setir harus dibersihkan secara rutin

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top