Cara Mengantisipasi Tabrak Belakang di Jalan Tol

02/11/2020

Pengemudian

3 menit

Cara Mengantisipasi Tabrak Belakang di Jalan Tol
Belajar dari kasus kecelakaan tabrak belakang beruntun di jalan tol layang Jakarta-Cikampek, berikut cara mengantisipasi tabrak belakang di jalan tol.

Jalan tol mempersingkat perjalanan. Namun risiko besar mengancam. Pengendara mungkin terlena dengan kondisi jalan yang mulus bebas hambatan sehingga kehilangan kontrol. Wal hasil, terjadilah kecelakaan. Dan kecelakaan tabrak belakang di jalan tol jadi salah satu yang cukup sering terjadi.

Dalam beberapa kasus, tabrak belakang terjadi secara beruntun melibatkan banyak kendaraan. Termasuk kecelakaan beruntun di jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek yang terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2020. Kecelakaan terjadi 2 kali dalam sehari, pagi pukul 07.45 WIB di Km 14 dan siang pukul 13.05 di Km 35. Kronologinya hampir sama, karena ada kendaraan mengerem mendadak, pengendara di belakang gagal mengantisipasi dan terjadilah kecelakaan.

Bukan itu saja, kecelakaan serupa terjadi di jalan tol lain. Seperti di jalan tol Pekanbaru-Dumai tanggal 11 Oktober dan 15 Oktober 2020. Dua minibus masing-masing Toyota Avanza dan Honda Mobilio menabrak truk yang bergerak lambat di jalurnya. Kecelakaan ini memang tidak menimbulkan kemacetan parah, tapi menimbulkan kerugian besar hingga korban jiwa.

>>> Lagi, Mobil Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Meninggal

Foto menunjukkan Kendaraan penyok menabrak kendaraan lain

Sudah berkali-kali kecelakaan terjadi di jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Mengantisipasi Tabrak Belakang

Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kecelakaan tabrak belakang sering terjadi karena besarnya gap kecepatan antara kendaraan satu dengan yang lain. Karena hal tersebut kewaspadaan pengemudi menurun dan tidak memiliki banyak ruang untuk menghindar.

Misalnya, mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga 100 km per jam (kpj) menabrak truk yang berjalan lambat 60 kpj atau kurang. Atau mobil melaju dengan kecepatan 70 kpj menabrak mobil didepannya yang kecepatannya tiba-tiba turun drastis (mengerem mendadak).

“Pada Road Safety Manuals (RSM) hanya merekomendasikan batas maksimal gap 30 kpj. Peningkatan gap kecepatan akan meningkatkan risiko tabrak depan belakang,” kata Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan dalam Kuliah Telegram Group Indonesia Truckers Club belum lama ini.

Foto Honda Mobilio hancur usai terlibat kecelakaan

Kecelakaan di jalan tol hampir selalu fatal

Untuk mengantisipasi tabrak belakang di jalan tol berikut tips dan cara yang harus dilakukan pengendara:

  • Jaga jarak aman 3 detik

Pastikan ada jarak aman 3 detik dengan kendaraan di depan. Teorinya mudah, tinggal bagi kecepatan per jam menjadi per detik. Misalnya, untuk kecepatan 60 kpj jarak aman 3 detik adalah 48 meter, untuk 80 kpj jarak amannya 67 meter, dan untuk 100 kpj jarak amannya 84 meter. Jarak aman masih cukup memungkinkan pengendara melakukan antisipasi baik untuk manuver maupun berhenti.

Kurang dari jarak tersebut potensi kecelakaan semakin besar. Terlebih sampai melakukan teknik slipstream atau mengikuti kendaraan dengan cara mepet, itu sama saja mempertaruhkan nyawa.

>>> Berkendara Aman, Mari Pahami Jarak Pengereman Mobil Berbanding dengan Kecepatan

Foto kendaraan melintas di jalan Tol Semarang ABC

Tetap jaga jarak aman dan patuhi batas kecepatan untuk mengurangi risiko kecelakaan

  • Patuhi batas kecepatan

Di jalan tol, kecepatan dibatasi minimal 60 kpj dan maksimal 80 / 100 kpj (sesuai rambu-rambu). Hal tersebut bukan tanpa alasan. Kecepatan 60 kpj - 100 kpj di jalan tol adalah yang paling nyaman bagi pengendara. Lebih dari itu yang menonjol bukan kenyamanan, melainkan adrenalin. Dan risiko tabrak belakang semakin besar. Kendaraan tidak akan tiba-tiba berhenti saat tiba-tiba direm alias tetap melaju ngesot.

  • Kurangi distraksi

Pengendara wajib mengurangi distraksi atau hal-hal yang menyebabkan kehilangan fokus dan kewaspadaan. Bentuk distraksi bermacam-macam seperti main HP, mengganti channel radio, memperbesar volume digital, hingga kebanyakan ngobrol. Meski hanya satu detik distraksi membuat pengemudi tak sadar kendaraan bergerak lebih jauh hingga mendekati kendaraan di depan.

>>> Nih Buktinya Main HP Saat Mengemudi Membahayakan Nyawa Orang Lain

Foto menunjukkan GPS mobil

Mengoperasikan GPS pun bisa berbahaya jika dilakukan saat mengemudi

  • Istirahat di rest area

Selain mengurangi distraksi, cara lain mengantisipasi tabrak belakang di jalan tol adalah menjaga tubuh tetap bugar. Pastikan berkendara dalam kondisi sehat, tidak terlalu lapar, tidak mengantuk, tidak kelelahan dan tidak menahan panggilan alam (buang air kecil / buang air besar).

Pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri tetap mengemudi jika hal tersebut mulai muncul. Segera singgah di rest area dan selesaikan urusan.

>>> Tips dan trik otomotif paling lengkap bisa Anda dapatkan di sini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top