Cara Mencegah Mobil Terbakar Saat Mengisi Bahan Bakar di Pom Bensin

07/12/2020

Pengemudian

4 menit

Share this post:
Cara Mencegah Mobil Terbakar Saat Mengisi Bahan Bakar di Pom Bensin
Penting bagi Anda untuk mengetahui cara mencegah mobil terbakar saat mengisi bahan bakar di pom bensin. Maka dari itu simak baik-baik tips di bawah ini.

Beberapa waktu lalu beredar kabar terjadinya insiden kebakaran di area pengisian SPBU di seputaran area Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Tentunya kejadian insiden mobil terbakar seperti ini tidak hanya sekali dua kali terjadi begitu saja. 

Lalu sebenarnya bagaimanakah cara kita seharusnya bersikap saat tengah mengisi bahan bakar di pom bensin agar selalu aman dan terhindar dari mobil terbakar? Insiden mobil terbakar di pom bensin sejatinya bisa dihindari dengan melakukan tindakan pencegahan. 

Berikut di bawah ini tips dari Auto2000 yang bisa Anda praktikan untuk mencegah mobil terbakar saat mengisi bahan bakar di pom bensin.

>>> Amankah Mengisi Bensin Tanpa Mematikan Mesin Mobil?

Gambar menunjukan Petugas SPBU

Pastikan Anda selalu matikan mesin mobil saat mengisi bahan bakar

1. Mematikan Mesin Mobil

Ini merupakan prosedur standar yang selalu diingatkan oleh petugas SPBU tapi masih sering diabaikan oleh pengguna kendaraan. Mesin mobil yang menyala bisa memicu terjadinya percikan api saat bertemu uap bensin, terlebih bila ada masalah di sistem kelistrikan mobil seperti kabel busi bocor.

2. Dilarang Pakai Ponsel

Uap bahan bakar sanggup menjalar dari celah antara nozzle pengisian dan lubang tangki bensin yang sedang melakukan pengisian bahan bakar. Saat bertemu energi listrik dari sinyal ponsel, potensi terbakar bisa muncul yang cukup untuk menimbulkan kebakaran. Maka dari itu jangan sekali-kali memainkan ponsel Anda ketika tengah mengisi bahan bakar di pom bensin untuk mencegah mobil terbakar.

3. Jaga Jarak Aman

Tidak hanya ketika mengemudi di jalan, Anda harus menjaga jarak aman dengan mobil lain di dalam SPBU. Pasalnya, andai sampai terjadi sesuatu seperti mobil di depan atau bahkan mobil Anda terbakar, masih cukup ruang untuk menghindar.

4. Kecepatan Maksimal 10 Km/jam

Saat memasuki SPBU, segera kurangi kecepatan mobil hingga di bawah 10 km/jam dan cukup sekitar 5 km/jam saja di area dispenser untuk menghindari risiko kecelakaan saat mobil berjalan di dalam pom bensin. Termasuk menjaga apabila mobil kecelakaan tidak berakibat fatal lantaran efek tabrakannya tidak terlalu besar.

>>> Tak Sembarangan, Penghapusan BBM Premium Ada di Tangan Presiden

Gambar menunjukan APAR di dalam mobil

Pastikan juga Anda memiliki APAR di dalam mobil

5. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

Tidak ada salahnya menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam mobil. Dengan begitu, Anda bisa memberikan pertolongan pertama pada mobil yang terbakar guna meminimalkan kerusakan dan korban jiwa. Saat ini banyak APAR dijual di toko online atau toko khusus alat pemadam kebakaran.

6. Lepaskan Safety Belt

Alasannya sederhana saja, jika sampai ada kondisi darurat, semua penumpang bisa keluar dari mobil dengan cepat. Karena saking paniknya, penumpang justru kesulitan membuka safety belt lantaran secara otomatis justru akan mengunci saat diberi tekanan oleh tubuh yang ingin segera keluar dan membuatnya kian sulit dibuka.

7. Perhatikan Nozzle Pengisi dan  Lubang Tangki Bensin

Pastikan nozzel pengisi bensin menyentuh mulut lubang tangki bensin untuk menghindari timbulnya listrik statis yang bisa menyulut api. Pastikan pula operator SPBU tidak mengangkat nozzle jika masih ada bensin yang menetes dan menunggu hingga bensin benar-benar berhenti mengalir untuk mencegah mobil terbakar di SPBU.

8. Menjaga Kondisi Mobil

Seperti telah disebutkan di atas, salah satu yang wajib diperhatikan adalah jangan sampai ada kerusakan pada mobil, seperti kabel busi bocor, yang sanggup memicu kebakaran di pom bensin. Oleh sebab itu, pastikan mobil selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

>>Pengemudi Mobil Tak Perlu Turun Saat Isi BBM di SPBU 

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini.  Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yan
 
back to top