Bumpy, Hati-Hati Melintas di Jalan Tol Layang Japek Elevated II

17/12/2019

Pengemudian

5 menit

Bumpy, Hati-Hati Melintas di Jalan Tol Layang Japek Elevated II
Jalan Tol Layang Japek Elevated II dikeluhkan tidak nyaman. Alasannya jalan yang terasa bumpy saat melintas di beberapa titik. Berikut saran dari pihak JDDC.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II sudah resmi dibuka untuk umum sejak 15 Desember 2019. Namun ternyata banyak pengguna jalan tol layang baru ini yang mengeluhkan kurang nyaman.

>>> Sudah Diresmikan, Berapa Tarif Tol Jakarta Cikampek II Elevated?

Beberapa ruas jalan di tol layang ini tidaklah mulus. Terutama pada bagian sambungan jalan. Bahkan Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) membenarkan kondisi jalan sepanjang 38 kilometer (km) tersebut.

Waspada Sambungan Jalan Bergelombang

Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Selain kontur jalan bergelombang, sambungan ruas jalan pun membuat hentakan saat dilintasi

>>> Promo mobil baru akhir tahun ada disini

Jusri menyebutkan ada beberapa titik yang terasa sekali jalan bergelombang ketika melintas di Jalan Tol Layang Japek Elevated II. "Mulai dari Cikunir sampai Karawang maupun sebaliknya, itu terasa sekali bumpy. Terutama di area sambungan jalan," kata Jusri.

Ia bahkan mencatat setidaknya ada beberapa titik yang patut diwaspadai saat melintas di jalan tol baru ini. Diantaranya di titik KM 10 sampai KM 13, dan di KM 18. Karena di lokasi-lokasi ini guncangan bakal terasa sekali oleh pengguna jalan.

"Dari sisi keselamatan sepertinya sudah bagus, tapi kalau dari segi kenyamanan masih kurang nyaman. Terutama saat sambungan antar ruas jalan, itu terasa sekali bumpy, apalagi kalau kecepatan lebih dari 60 km/jam," ucapnya.

Perhatikan Karakter Suspensi Mobil dan Kecepatan

Suspensi mobil

Mobil dengan suspensi keras akan lebih terasa bumpy

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas untuk liburan akhir tahun ada disini

Bagi para pengguna jalan yang akan melintas di ruas Jalan Tol Layang Japek Elevated II, Jusri pun berpesan. "Perhatikan kecepatan kendaraan. Di jalan tol itu kecepatan dibatasi maksimal 80 km/jam, ini sudah bagus. Karena dikecepatan segitu saja, bumpy sudah sangat terasa, apalagi lebih dari itu," katanya.

Jika pengemudi memacu kendaraannya lebih dari batas kecepatan maksimal, maka ia khawatir saat melintas di jalan bergelombang, mobil akan melompat. Akibatnya mobil jadi liar dan tidak dapat dikendalikan. "Jelas ini akan menjadi sangat bahaya, bukan hanya buat pengemudi mobil itu sendiri, tapi pengemudi lain juga berbahaya," kata Jusri.

Ia juga berpesan agar pengguna jalan tol ini memahami benar tentang karakter suspensi pada kendaraannya. Jika mobil yang digunakan memiliki suspensi cukup keras, sebaiknya saat melewati jalan bumpy maka disarankan menurunkan kecepatan. "Karena pasti guncangannya akan terasa lebih keras dibanding mobil yang suspensinya lebih empuk," tukas dia.

>>> Tips dan trik lainnya baca disini

Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top