Bukan Selalu Kesalahan Teknis, Inilah Faktor Airbag Tidak Mengembang

12/10/2018

Pengemudian
Airbag kini jadi fitur keselamatan standar bagi kebanyakan mobil baru, diterapkan untuk menambah sistem keselamatan pasif saat menerima benturan. Namun tidak selalu kesalahan teknis menjadi penyebab airbag tidak mengembang.

Untuk melindungi penumpang dari benturan benda keras di kabin saat terjadi kecelakaan, saat ini pabrikan telah menyediakan airbag. Fitur keselamatan berupa kantong udara ini akan mengembang untuk memberi perlindungan kepada penumpang kabin dan telah dilakukan uji coba. Tetapi beberapa tahun terakhir ada kejadian kecelakaan fatal dan anehnya kantong udara tidak mengembang atau malfungsi. Beberapa perusahaan otomotif pun pernah dituntut akibat masalah ini dan melakukan penarikan kembali (recall) karena membahayakan penumpang.

>>> Baca juga : Banyak Recall Airbag di Indonesia, Begini Cara Kerja Airbag Mengembang

Ada banyak faktor airbag mengembang

Ada banyak faktor mengapa airbag tidak mengembang, salah satunya adalah sensor

Fitur airbag sendiri mempunyai fungsi vital sehingga membuat para pabrikan mobil ekstra perhatian dan menjadikannya sebagai fitur standar yang wajib ada. Bahkan tidak hanya dua airbag di depan, beberapa mobil seperti Toyota Kijang Innova atau Nissan Serena menyematkan airbag di samping untuk penumpang belakang terhindar dari benturan. Namun harus diperhatikan bahwa ada beberapa syarat yang membuat kantong udara mengembang sempurna saat terjadi kecelakaan.

Pertama-tama, kantong udara akan mengembang secara sempurna karena adanya dorongan pada sensor yang menjadi sistem geraknya. Selain itu airbag juga tidak bekerja independen, karena secara sistem terkoneksi dengan sabuk pengaman.

>>> Temukan informasi seputar teknologi otomotif terlengkap disini

Tidak heran bila dalam beberapa kasus kecelakaan kantong udara tidak berfungsi karena sabuk pengaman atau seatbelt tidak terpasang dengan benar. Bila semua syarat terpenuhi, airbag akan mengembang dalam waktu 0,03 detik saat terjadi kecelakaan dan mengempis dalam waktu 0,1 detik.

Sensor airbag harus mendapat daya dorong kuat

Sensor airbag tidak akan mengembang ketika tidak tersentuh saat terjadi tabrakan 

Perlu diperhatikan juga bahwa sabuk pengaman di mobil-mobil modern saat ini sudah memiliki fitur pretensioner dan force limiter. Untuk fitur pretensioner ini berfungsi untuk mengunci sabuk saat terdeteksi adanya benturan dari depan dan menjaga posisi penumpang dan pengemudi tetap aman. Sementara fitur lainnya yakni force limiter bertugas menjaga tekanan agar sabuk tidak terlalu kencang sehingga terhindar dari cedera bahu.

>>> Cari tahu tips dan trik lainnya di Cintamobil

 
back to top