Bukan Sekedar Motif, Pahami Fungsi Pola Tapak Ban Mobil

27/10/2020

Pengemudian

5 menit

Share this post:
Bukan Sekedar Motif, Pahami Fungsi Pola Tapak Ban Mobil
Pola tapak ban berbeda-beda antar masing-masing tipe serta merek ban mobil tersebut. Ternyata alur-alur garis pada permukaan tapak ban ini bukan sekedar estetika lho.

Ban tentunya memegang peranan penting bagi sebuah kendaraan. Karena melalui si karet bundar inilah baik mobil atau motor bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Berkat ban pula sebuah kendaraan bisa melaju. Bayangkan kalau tanpa ban, sekuat apapun tenaga mesin dari mobil atau motor itu tetap saja tidak akan bisa membuatnya melaju kencang. Begitu pula jika kendaraan itu menggunakan ban namun kondisi bannya rusak atau kempes. Pastinya mobil tersebut juga tidak akan bisa digunakan.

Karena itulah penting untuk selalu memperhatikan kondisi ban, termasuk bagian pola tapak ban dan tekanan anginnya. Apalagi saat ini disejumlah wilayah di Indonesia tengah memasuki musim hujan. Pastinya ban akan sangat mendukung untuk tetap bisa membuat mobil melaju dengan aman dan nyaman meskipun dibawah guyuran hujan deras.

>>> Wow! Biaya Ganti Ban Bugatti Veyron Setara Harga Toyota Fortuner Baru

Pastikan Tekanan Angin Ban Sesuai Rekomendasi

Tekanan Angin Ban

Jangan sampai tekanan angin ban berlebih atau kurang

Banyak orang salah kaprah saat berkendara di musim hujan. Mereka mengurangi tekanan angin pada ban mobilnya dengan harapan agar lebih banyak tapak ban yang bisa menempel ke permukaan jalan. Padahal anggapan ini benar-benar keliru.

Dilansir dari keterangan resmi Goodyear Indonesia, Selasa (27/10/2020), saat tekanan angin ban kurang dari yang dianjurkan pihak produsen, maka struktur tapak ban mobil malah akan berubah menjadi huruf W. Kondisi ini membuat bagian tengah tapak ban tidak menyentuh permukaan jalan. Sebaliknya, ketika tekanan angin ban lebih tinggi dari yang direkomendasikan, maka tapak ban mobil akan berubah menjadi huruf U. Kondisi ini membuat hanya permukaan bagian tengah dari tapak ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan.

Pada kendua kondisi itu kemampuan ban untuk mencengkram permukaan jalan tidak bekerja dengan baik karena permukaan dan pola tapak ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan tidak sempurna. Padahal saat kondisi jalan basah ketika hujan, ban butuh daya cengkram yang maksimum demi mencegah mobil tergelincir.

>>> Begini Cara Membaca Ukuran Ban Mobil

Pola Tapak Ban Juga Punya Peranan Penting Bagi Keselamatan

Alur Tapak Ban Mobil

Setiap produsen menerapkan teknologi tapak ban yang berbeda-beda

>>> Review Toyota Land Cruiser Prado J150 2010: Tangguh dengan Harga yang Stabil

Selain perihal tekanan angin ban yang harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil, pola tapak ban juga turut membantu daya cengkram ban tersebut ke permukaan jalan. Contohnya pola tapak pada ban Goodyear Eagle F1 Sport.

Tapak pada ban ini memiliki blok bahu luar dan dalam yang lebih lebar, sehingga penguasaan ban menjadi lebih baik saat berkelok. Sementara desain cakar elangnya berkontribusi membagi tekanan beban secara merata pada area kontak jalan, menjaga ban bisa tetap stabil mencengkeram saat pengereman dan manuver. Kemudian celah empat baris dibuat memanjang lebih lebar, selain berfungsi menjadi tali air, juga membuat ban menjadi lebih lebar saat menapak. Dengan demikian tekanan lebih merata dan lebih kotak sehingga ban menjadi lebih efektif saat melakukan pengereman.

Sementara silica yang dicampur ke dalam kompon dan tambahan matrix polymer ban Goodyear ini dapat meningkatkan reaksi kimiawi dan percampuran di dalam kompon. Sehingga bisa menghasilkan performa daya tempel karet yang lebih optimal, yang dibutuhkan saat melakukan pengereman ketika kendaraan bermanuver dijalan kondisi kering dan dipermukaan jalan yang basah.

Share this post:
Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top